10.316 Pelanggar ETLE Telah Divonis Pengadilan

10.316 Pelanggar ETLE Telah Divonis Pengadilan
Kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) terpasang di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Nova Wahyudi )
Bayu Marhaenjati / CAH Senin, 26 Agustus 2019 | 12:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat, sebanyak 10.316 pelanggar lalu lintas yang tertangkap kamera sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), telah divonis pengadilan negeri. Sementara, yang membayar denda tilang baru 4.747 pelanggar.

"Total pelanggar yang sudah konfirmasi 11.528, dan yang sudah diputus (vonis) pengadilan negeri 10.316 pelanggar. Sementara, yang membayar (denda tilang) 4.747," ujar Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir, Senin (26/8/2019).

Dikatakan Nasir, sebanyak 306 pengendara mobil tertangkap kamera ETLE melakukan pelanggaran, pada Minggu (25/8/2019) kemarin.

"Ada 306 pelanggar pada tanggal 25 Agustus kemarin. 217 melanggar rambu lalu lintas dan 89 tidak pakai sabuk pengaman," ungkap Nasir.

Ditlantas Polda Metro Jaya telah memberlakukan penindakan hukum menggunakan dua kamera ETLE, sejak tanggal 1 November 2018 lalu. Kemudian, polisi menambah 10 kamera di beberapa titik seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) MRT Senayan, JPO MRT Semanggi, JPO Kemenpar, JPO MRT Kemenpan RB, Fly Over Sudirman, Simpang Bundaran Patung Kuda, Fly Over Thamrin, Simpang Sarinah, Simpang Sarinah Starbucks, dan JPO Plaza Gajah Mada, pada 1 Juli 2019.

"Total ada 12 titik kamera saat ini," kata Nasir.

Diketahui sebelumnya, pelanggar yang tercapture kamera ETLE akan langsung diverifikasi oleh petugas back office di Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya, untuk memastikan validitas identitas kendaraan dan jenis pelanggaran yang dilakukan.

Selanjutnya, petugas akan mengirimkan surat konfirmasi ke alamat pemilik kendaraan melalui PT Pos atau melalui alamat email dan nomor handphone pelanggar. Proses tersebut akan dilakukan 3 hari setelah terjadinya pelanggaran. Dalam surat konfirmasi akan disertakan foto bukti pelanggaraan itu.

Setelah mendapatkan surat konfirmasi, pemilik kendaraan wajib melakukan konfirmasi penerimaan melalui website www.etle-pmj.info atau melalui aplikasi android ETLE-PMJ. Pemilik kendaraan juga dapat mengirimkan blanko konfirmasi tersebut ke posko ETLE di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya. Pelanggar diberikan waktu 5 hari untuk melakukan konfirmasi.

Melalui metode konfirmasi itu, pemilik kendaraan dapat mengklarifikasi siapa yang menjadi subyek pelanggar, termasuk bila kendaraan telah dijual ke pihak lain dan belum dilakukan proses balik nama.

Setelah itu, pelanggar akan diberikan surat tilang biru sebagai bukti pelanggaran serta kode BRI virtual sebagai kode virtual pembayaran ETLE melalu bank BRI. Selanjutnya, pelanggar diberikan waktu selama 7 hari lagi untuk membayar denda tilang. Jika tidak ada pembayaran akan dilakukan pemblokiran STNK sementara sampai denda tersebut dibayarkan.

Selain pembayaran melalui bank, pelanggar juga bisa mengikuti proses sidang di pengadilan.



Sumber: BeritaSatu.com