Dinas Pertamanan Tegaskan Batu Gabion Bukan Karya Seni

Dinas Pertamanan Tegaskan Batu Gabion Bukan Karya Seni
Instalasi Batu Gabion di Jl. MH Thamrin, Jakarta. ( Foto: ANTARA )
Lenny Tristia Tambun / HA Jumat, 23 Agustus 2019 | 14:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Dinas Pertamanan DKI, Suzi Marsitawati menegaskan instalasi Batu Gabion pengganti ornamen Bambu Getah Getih bukanlah karya seni, melainkan hanya hiasan kota saja.

“Saya tegaskan, bahwa Gabion itu bukan hasil seni, tapi hiasan kota semata,” kata Suzi Marsitawati, Jumat (23/8/2019).

Pemasangan instalasi Batu Gabion sudah menjadi bagian dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Dinas Pertamanan DKI dalam menjaga estetika Kota Jakarta. Selain itu, tupoksi Dinas Pertamanan adalah mengelola ornamen kota yang berkaitan dengan perayaan hari nasional, seperti Hari Ulang Tahun (HUT) DKI dan Kemerdekaan RI.

“Jadi kita memasang ornamen kaitannya dengan itu. Kita menggunakan Gabion, itu kan keranjang. Kenapa kita pilih itu, karena itu faktor yang sangat sederhana yang bisa kita rancang,” ujar Suzi.

Bentuk ornamen kota menurut Suzi bisa bermacam-macam. Ada yang terbuat dari logam, kayu, air, batu dan sebagainya. Untuk mengisi lokasi kosong bekas instalansi bambu Getah Getih, pihaknya mengambil bentuk Gabion, yang merupakan bronjong batu karang untuk penyerapan air.

“Gunanya untuk menyerap air. Kenapa kita bikin tiga pilar di situ, karena kita punya konsep ada unsur tanah, air dan udara yang berguna untuk penyelerasan lingkungan. Kita membuatnya dalam kaitannya dengan polusi udara, kaitannya dengan HUT RI. Maka kita buat satu ornamen kota. Bukan karya seni, tapi ornamen kota sebagai penghias kota,” jelas Suzi.

Selain mendirikan Gabion, pihaknya juga menanam tanaman yang dapat menyerap polutan. Seperti Bougenville, Tapak Dara, Lavender dan Palem Kol. Untuk Gabion sendiri mampu beertahan hingga dua tahun. Namun, instalansi ini mudah dibongkar. Sehingga ketika tidak dibutuhkan lagi, Gabion bisa diganti dengan ornamen kota lainnya.

“Bisa kita bongkar kapan saja. Tergantung kebutuhan. Tapi kita mau pertahankan satu atau dua tahun tergantung kebutuhan,” terang Suzi.



Sumber: BeritaSatu.com