Dishub Bantah Stiker Penyandang Disabilitas Bebas Ganjil Genap Diperjualbelikan

Dishub Bantah Stiker Penyandang Disabilitas Bebas Ganjil Genap Diperjualbelikan
Kendaraan terjebak kemacetan di kawasan Casablanca, Jakarta, Selasa (13/8/2019). Masa uji coba perluasan kawasan ganjil genap di DKI Jakarta berimbas pada kemacetan di sejumlah ruas jalur alternatif. ( Foto: ANTARA FOTO / Reno Esnir )
Lenny Tristia Tambun / FMB Rabu, 21 Agustus 2019 | 16:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo membantah stiker pengecualian kebijakan ganjil genap untuk penyandang disabilitas diperjualbelikan.

Ditegaskannya, stiker itu dikhususkan untuk penyandang disabilitas dan tidak bisa diperjualbelikan karena ada barcode. Dalam barcode ini menjadi identitas bagi pemilik mobil tersebut. “Stiker ada barcodenya. Jadi tidak bisa diperjualbelikan,” kata Syafrin Liputo kepada Beritasatu.com, Rabu (21/8/2019).

Seperti diberitakan, perluasan ganjil genap tidak berlaku bagi sejumlah kendaraan. Salah satunya, kendaraan yang membawa disabilitas, kendaraan ambulan, pemadam kebakaran, angkutan umum (plat kuning), kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik dan sepeda motor.

Lalu, kendaraan angkutan barang khsusus bahan bakar minyak dan bahan bakar gas, kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI, kendaran pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas, serta kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas polri.

Pengeculian ini berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 155 Tahun 2018 tentang pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil genap.

Pelaksanaan perluasan ganjil genap di DKI Jakarta akan mulai diberlakukan mulai 9 September 2019. Untuk sosialisasi ganjil genap dimulai dari 7 Agustus hingga 8 September 2019. Lalu untuk penindakan akan dimulai 9 September 2019 nanti. Uji coba dilakukan 12 Agustus hingga 6 September 2019.



Sumber: BeritaSatu.com