Polda Metro Luncurkan SKCK Online Keliling

Polda Metro Luncurkan SKCK Online Keliling
Pelamar menunjukkan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) untuk memenuhi persyaratan pendaftaran calon pegawai negeri sipil. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / YUD Rabu, 21 Agustus 2019 | 15:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya, meluncurkan pelayanan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) keliling berbasis online. Program ini merupakan bagian dari peningkatan pelayanan Polri kepada masyarakat.

"Kita launching SKCK online untuk mobil kelilingnya. Kita ada tiga mobil, tentunya nanti akan menambah jumlahnya, sehingga bisa memberikan pendekatan pelayanan kepada masyarakat," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pranowo, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (21/8/2019).

Dikatakan Gatot, Polri telah memiliki pelayanan SKCK online. Namun, masyarakat masih harus datang ke Polsek, Polres atau Polda untuk membuatnya. Karena itu, kehadiran SKCK keliling diharapkan dapat memberikan pelayanan yang prima dan memudahkan masyarakat.

Ketiga mobil SKCK online keliling itu, sementara ini baru berada di Polres Bekasi, Polres Tangerang Kota dan Polres Tanjung Priok.

"Nanti tempat-tempatnya para kapolres yang akan menentukan di mana," ungkap Gatot.

Gatot menyampaikan, selain meluncurkan SKCK online keliling, Polda Metro Jaya juga membuat aplikasi sistem informasi layanan masyarakat.

"Kita juga membuat satu aplikasi untuk pelayanan publik, tapi untuk internal terkait data-data senjata api, kemudian kegiatan masyarakat, kemudian kegiatan lainnya," kata Gatot.

Sementara itu, Direktur Intelkam Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Umar Effendi mengatakan, program SKCK online keliling ini menggunakan web based aplikasi. Sehingga dapat memberikan data yang akurat terkait catatan kriminal.

"Yang paling penting SKCK ini ada validasi data catatan kriminal. Bisa memberikan data-data akurat tentang catatan kriminal. Basenya ada di Mabes Polri. Seluruh data kriminal yang diinput akan dikeluarkan oleh Mabes Polri. Servernya ada di sana, Mabes Polri," katanya.

Menurut Umar, SKCK yang merupakan surat keterangan resmi yang dikeluarkan Polri untuk pemohon tidak hanya diperlukan di dalam negeri, namun juga instansi di luar negeri.

"Mereka meminta SKCK kepada WNI apakah saat bekerja atau belajar. Walaupun biayanya Rp 60.000, tapi selembar ini sangat penting. Karena jika tidak memilikinya, pelamar tidak bisa bekerja atau belajar. Semua akan terhambat. Maka itu kami selalu mengoptimalkan pelayanan ini," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com