Dishub Imbau Warga Tak Beli Mobil Bekas untuk Hindari Ganjil Genap

Dishub Imbau Warga Tak Beli Mobil Bekas untuk Hindari Ganjil Genap
Sejumlah pengendara sepeda motor melintas di jalan Protokol di Jakarta, Jumat (9/8/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Lenny Tristia Tambun / FMB Senin, 19 Agustus 2019 | 11:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Dinas Perhubungan (DKI) Jakarta mengimbau warga Jakarta maupun luar Jakarta yang bekerja di Ibu Kota tidak membeli mobil bekas untuk menghindari kebijakan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem nomor polisi ganjil dan genap.

“Kami berharap supaya masyarakat itu tidak berupaya untuk mencari alternatif jalan atau pun membeli mobil bekas,” kata Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI, Senin (19/8/2019).

Ia meminta, masyarakat memahami kebijakan ganjil genap merupakan kebijakan yang sementara. Sambil menunggu adanya kebijakan yang sifatnya tetap dalam pengendalian lalu lintas kendaraan bermotor.

“Karena perlu dipahami, kebijakan ganjil genap ini kan kebijakan antara. Sampai ada kebijakan yang sifatnya sustain terkait dengan pengendalian lalu lintas,” ujar Syafrin Liputo.

Selama adanya penerapan kebijakan ganjil genap, lanjutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sudah berupaya meningkatkan layanan transportasi publik. Di antaranya, angkutan umum yang terintegrasi di Jakarta.

“Kualitas layanan angkutan umum sudah lumayan, sudah bagus. Jadi kami berhaap silakan gunakan layanan transportasi publik itu. Begitu ada layanan yang kurang, langsung berikan feedback kepada kita. Kita langsung lakukan perbaikan. Kita improvement layanan, sehingga sesuai dengan ekspektasi masyarakat saat ini,” terang Syafrin Liputo.

Ketika ditanya evaluasi ganjil genap hingga hari ini, Syafrin mengungkapkan berdasarkan laporan dari para petugas Dishub yang berada di lapangan, hampir semua pengendara kendaraan bermotor sudah memahami adanya rencana kebijakan perluasan ganjil genap di Jakarta.

“Berdasarkan penjelasan rekan-rekan di lapangan, itu sudah banyak yang memahami bahwa ada rencana kebijakan untuk perluasan ganjil genap pada area-area yang diterapkan ganjil genap,” papar Syafrin Liputo.



Sumber: BeritaSatu.com