Wali Kota Bogor Bima Arya Tolak ASN Kerja di Rumah

Wali Kota Bogor Bima Arya Tolak ASN Kerja di Rumah
Wali Kota Bogor Bima Arya menerima penghargaan penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019 dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB), Syafruddin, di Hotel Gumaya, Semarang, Kamis 18 Juli 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. Pemkot Bogor )
Vento Saudale / WM Jumat, 9 Agustus 2019 | 19:54 WIB

 

Bogor, Beritasatu.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto tak sependapat dengan wacana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kem PAN RB) agar aparatur sipil negara (ASN) bisa bekerja di luar kantor atau di rumah.

Bima beranggapan, ASN bertugas untuk melayani masyarakat. Kata Bima, masalah utama ASN adalah soal etos kerja. Ia pun mempertanyakan apakah bisa jika dari rumah ASN melayani masyarakat.

"Kalau saya melihatnya berbeda, jika orang yang bekerja di industri kreatif mungkin bisa bekerja dari rumah. Tapi kalau pengabdi negara apa bisa dari rumah. Saya sendiri selalu di lapangan kerjanya, malah jarang di rumah. Saya tidak paham jika ada paradigma PNS bekerja dari rumah," ungkap Bima, Jumat (9/8/2019).

Bima mengaku ingin mempelajari dulu soal wacana itu. Sebab, sambungnya, kerja ASN itu bukan hanya soal pelayanan namun juga sebagai pelaksana kebijakan pejabat publik.

"Saya bukan tidak tidak setuju. Apa yang ingin dituju dari bekerja di rumah. Kami harus melayani dan harus punya etos kerja, semua harus ada ukurannya," sebut Bima.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kem PAN RB) memunculkan wacana agar ASN bisa bekerja di luar kantor.

Deputi SDM Aparatur Kementerian PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, hal ini didasari upaya pemerintah untuk membentuk ASN yang mampu bekerja mengikuti perkembangan zaman yang serba fleksibel.

Perkembangan zaman itu terutama terlihat dari pesatnya perkembangan teknologi dan informasi di era digital.

“Di masa mendatang, beberapa pekerjaan bisa dikerjakan melalui smartphone, yang tentu akan lebih efisien dan memperpendek alur birokrasi,” tutur dia.



Sumber: BeritaSatu.com