Kawasan Tajur Jadi Buruan Pencari Rumah

Kawasan Tajur Jadi Buruan Pencari Rumah
Kawasan perumahan Royal Tajur. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 27 Juni 2019 | 10:34 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Wilayah selatan Kota Bogor (Bogor Selatan), khususnya daerah Tajur merupakan salah satu kawasan favorit untuk hunian. Secara administratif, Tajur masuk wilayah Kotamadya Bogor. Secara geografis, kawasan Bogor Selatan lebih tinggi dari wilayah Bogor lainnya, sehingga image-nya menjadi kawasan hunian yang prestisius selalu melekat.

Perumahan Royal Tajur

Department Head Sales Royal Tajur, Frans Hartono, mengatakan, keterbatasan pasokan hunian di Bogor Selatan menguntungkan perumahan Royal Tajur yang dikembangkan dengan luas kawasan mencapai 84 hektar (ha).

"Posisi Royal Tajur itu strategis karena terletak di koridor komersial Jalan Raya Tajur yang direncanakan oleh Pemerintah Bogor menjadi sub-CBD Kota Bogor dan mempunyai akses ke Jalan Raya Tajur dengan akses 2 gerbang Tol (Gerbang Tol Bogor dan Gerbang Tol Ciawi). Serta ditambah lagi akses Tol Bocimi, yang dari arah Sukabumi bisa langsung keluar ke Jalan Raya Tajur. Kami mencoba memaksimalkan pengembangan sisa lahan kami yang makin terbatas ini,” ujar Frans Hartono kepada Beritasatu.com, di Bogor, Kamis (27/6/2019).

Menurut Frans, Bogor Selatan ini sama seperti selatan Jakarta yang menjadi wilayah favorit dan prestisius untuk hunian. "Seperti Pondok Indah, Kemang dan sekitarnya yang merupakan kawasan hunian favorit di selatan Jakarta," jelasnya.

Tidak heran, lanjut Frans, minat warga Jabodetabek lebih tinggi untuk memiliki rumah sebagai produk investasi maupun rumah kedua di kawasan tersebut ditangkap manajemen Royal Tajur dengan mengembangkan produk hunian yang unik dan berkualitas.

"Kami perbanyak pengembangan konsep rumah resort split level di lahan terasering. Ini karena salah satu keunggulan Royal Tajur karena lahannya yang berkontur dan dilalui sungai kecil. Konsep rumah model ini diminati untuk rumah tinggal maupun kebutuhan wisata," kata Frans.

Salah satu produk ini adalah hunian di klaster Avebury seharga Rp 1,2 miliar yang dikembangkan di lahan seluas 5,5 ha. Hunian dua lantai dengan tipe Upslope dan Donwslope ini, memiliki luas bangunan 72 meter persegi (m2) dan lahan 97,5 m2. "Jadi kami sekarang fokus pada hunian dua lantai di lahan berkontur," tegas Frans.

Di samping itu, lanjut Frans, Royal Tajur masih menawarkan beberapa rumah hook 1 lantai ready stock dalam jumlah terbatas dengan luas tanah 148 m2, 218 m2 dan 332 m2 dengan konsep rumah tumbuh.



Sumber: BeritaSatu.com