Peringati Harganas 2019, BKKBN Gandeng TNI Gelar Baksos

Peringati Harganas 2019, BKKBN Gandeng TNI Gelar Baksos
BKKBN menggelar kegiatan donor darah dalam rangka peringatan Harganas ke-26 tahun 2019 di Kantor BKKBN, Jakarta, Kamis 27 Juni 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Dina Manafe )
Dina Manafe / CAH Kamis, 27 Juni 2019 | 10:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26 tahun 2019, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar kegiatan bakti sosial di Kantor BKKBN, Jakarta, Kamis (27/6/2019) pagi ini. Kegiatan tersebut antara lain, pelayanan alat kontrasepsi jangka panjang (IUD dan implan), donor darah, pemeriksaan pap smear dan IVA Test untuk mendeteksi kanker leher rahim (serviks) serta khitanan massal.

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Dwi Listyawardani, mengatakan, kegiatan baksos ini rutin dilakukan tiap tahun dalam rangka peringatan Harganas. Kegiatan ini melibatkan TNI, Palang Merah Indonesia (PMI), dan pemprov DKI Jakarta.

Dwi menjelaskan, untuk layanan alat kontrasepsi diperuntukkan bagi pasangan usia subur di sekitar kantor BKKBN Pusat dengan target peserta 50 akseptor metode kontrasepsi jangka panjang, seperti IUD dan implan. Sementara untuk deteksi dini kanker serviks dengan pap smear maupun IVA test diikuti peserta wanita berusia 23 – 62 tahun sebanyak 66 orang.

"Dengan kegiatan deteksi dini diharapkan bisa menurunkan resiko penyakit kanker leher rahim," kata Dwi saat meninjau kegiatan baksos tersebut.

Untuk kegiatan donor darah ditargetkan sebanyak 150 kantong darah terkumpul dari karyawan BKKBN yang mendonorkan darahnya secara sukarela. Dengan kegiatan ini diharapkan mampu memenuhi ketersediaan cadangan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Sedangkan untuk khitanan massal diikuti 50 anak dari karyawan BKKBN dan masyarakat sekitar.

Dwi menambahkan, pemakaian alat kontrasepsi untuk semua metode mengalami peningkatan. Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2018 menunjukkan, dari 62 persen di 2012 meningkat menjadi 64 persen di 2017. Namun, tantangannya, persentase putus pakai (drop out) kesertaan ber-KB masih tinggi, yaitu 34 persen.

Kemudian masih besarnya pasangan usia subur yang belum terlayani dan belum menggunakan kontrasepsi yang terlihat dari persentase wanita kawin umur 15-49 dengan kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi (unmet need) sebesar 11%. Selain itu, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ada sebanyak 490.000 perempuan di dunia setiap tahun didiagnosa terkena kanker serviks dan 80 persen berada di negara berkembang termasuk Indonesia.

"Melihat kondisi ini, kami dan para mitra berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan pelayanan KB dengan baik," kata kata Dwi.

Puncak peringatan Harganas 2019 sendiri akan diselenggarakan di Kota Banjar Baru, Provinsi Kalimantan Selatan pada tanggal 6 Juli 2019. Pada puncak peringatan ini BKKBN juga menyelenggarakan baksos yang secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan reproduksi serta meningkatkan jumlah peserta KB metode jangka panjang. Selain itu, meningkatkan koordinasi antara pengelola program KB dalam upaya meningkatkan pelayanan KB.



Sumber: Suara Pembaruan