Akses Sekitar Monas Ditutup, KAI Imbau Atur Waktu Perjalanan Penumpang

Akses Sekitar Monas Ditutup, KAI Imbau Atur Waktu Perjalanan Penumpang
Sejumlah calon penumpang kereta api sedang mengantre di depan loket pembelian tiket di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis 30 Mei 2019. ( Foto: Antara Foto / Astrid Faidlatul Habibah )
Carlos Roy Fajarta / WBP Kamis, 27 Juni 2019 | 09:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mengimbau para calon penumpang untuk mengatur waktu keberangkatan dengan sejumlah penutupan akses jalan di kawasan Monumen Nasional (Monas) dekat Stasiun Kereta Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (27/6/2019).

Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa mengatakan dampak penutupan akses jalan di sekitar Stasiun Gambir menuju Monas (Gedung MK) akan menimbulkan kepadatan. Hal ini perlu diantisipasi oleh penumpang kereta. "Operasional kereta api tetap berjalan normal sesuai Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka), termasuk keberangkatan KA dari Stasiun Gambir. Kami tidak memberlakukan rekayasa pola operasi berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Jatinegara," ujar Eva Chairunisa, Kamis (27/6/2019).

Sebagaimana diketahui, sejumlah akses menuju Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jalan Medan Merdeka Barat ditutup jelang pembacaan putusan pada sidang di MK dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 pada pukul 12.30 WIB.

Eva Chairunisa mengimbau calon penumpang KA agar mengatur waktu perjalanannya menuju stasiun. Apalagi penumpang yang keberangkatannya dari Stasiun Gambir.

Eva mengungkapkan ada 35 keberangkatan KA dari Stasiun Gambir, yang terdiri dari 32 KA reguler dan 3 KA tambahan. Selain itu, diperkirakan ada 13.061 penumpang yang berangkat dan 13.924 penumpang yang turun dari stasiun Gambir. Sedangkan, rata-rata penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambir setiap harinya, sekitar 10.000 penumpang saat weekday, dan 15.000 di akhir pekan.

Pihak PT KAI Daop 1 Jakarta kata Eva juga menambah petugas keamanan di Stasiun Gambir dengan mengerahkan 28 petugas pengamanan, dan tambahan 2 petugas dari TNI. Sementara  pemeriksaan barang bawaan menggunakan metal detector di area boarding gate. "Kepada calon penumpang agar menyiapkan kartu identitas yang asli saat melakukan pemeriksaan boarding pass, dan pastikan nama yang tertera pada tiket/kode booking sesuai dengan nama yang tertera pada kartu identitas," tegas Eva Chairunisa.



Sumber: BeritaSatu.com