BMKG: Jelang Imlek, Jabodetabek Berpotensi Hujan Lebat

BMKG: Jelang Imlek, Jabodetabek Berpotensi Hujan Lebat
Ilustrasi hujan. ( Foto: Antara / Nova Wahyudi )
Ari Supriyanti Rikin / FER Kamis, 23 Januari 2020 | 18:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Jelang Imlek, potensi hujan sedang hingga lebat yang bersifat lokal masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia salah satunya di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Kecil Kemungkinan Asap Australia Menyebar ke Indonesia

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan 23 Januari hingga 27 Januari 2020 tambahan faktor eksternal terhadap periode musim hujan tidak terjadi, sehingga faktor lokal yang lebih mempengaruhi.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo mengatakan, dari prakiraan aktivitas harian, beberapa pemicu global seperti gelombang atmosfer (MJO), seruakan dingin (cold surge) tidak ada, sehingga ada fase kering di periode musim hujan.

"Akan lebih banyak faktor lokal seperti pengaruh konvergensi, penguapan dari aliran udara belahan bumi utara dan selatan, proses konvektif yang memicu pertumbuhan awal lokal," kata Prabowo di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

BMKG: Curah Hujan Berkurang, Waspadai Hujan Lokal

Menurut Prabowo, dari potensi lokal itu, masyarakat perlu tetap mewaspadai potensi hujan lebat di Sumatera Barat, Bengkulu di bagian pantai barat, Sumatera Selatan bagian timur, Jawa memanjang di bagian selatan, Jawa bagian barat seperti Cirebon, Brebes dan Indramayu.

Selain itu, juga wilayah Sulawesi Tengah dan Kalimantan bagian tengah perlu mewaspadai potensi hujan lebat. "Untuk Jabodetabek ada potensi pada skala sedang. Tapi potensi lebatnya juga ada, kemungkinannya 60 persen," ucap Prabowo.

Pertumbuhan awan dan hujan akan bergerak dari perairan Lampung lalu ke Selat Sunda bagian utara, baru masuk ke Banten, Serang, Tangerang dan Jabodetabek barat, selatan dan timur pada malam hari. "Diperkirakan pada 25 Januari ada potensi hujan lokal sedang hingga lebat. Namun potensi lebatnya hanya sekitar 60 persen," ungkapnya.

Modifikasi Cuaca Terus Dilakukan Hingga Warning BMKG Usai

Untuk prakiraan cuaca pada 24 Januari 2020, potensi hujan lebat terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimatan Timur dan Sulawesi Barat.

Sementara untuk 25 Januari 2020 daerah yang berpotensi hujan lebat berada di Sumatera Barat, Lampung, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, beberapa wilayah Indonesia lainnya juga berpeluang diterpa hujan dengan intensitas lebih lebat disertai angin kencang dan kilat/petir pada 24 Januari 2020 akan terjadi di Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Barat Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Kemudian untuk 25 Januari 2020, daerah yang berpotensi hujan lebih lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jabodetabek, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan juga Papua.

BMKG terus mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di beberapa wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga disertai angin kencang dan petir/kilat tersebut untuk selalu berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruang, serta persiapkan diri dengan peralatan antisipasi hujan.

Terkait puncak musim hujan, Prabowo memperkirakan akan terjadi Februari. Namun, BMKG akan terus melakukan monitoring untuk memperbarui kondisi terkini cuaca.

Diperkirakan pada puncak musim hujan sekalipun terjadi hujan lebat, curah hujannya tidak akan seekstrem pada 1 Januari 2020 yang mencapai 377 milimeter per hari yang tecatat di Halim. "Curah hujan puncak musim hujan diperkirakan hanya sekitar 200 milimeter per hari," ucapnya.



Sumber: Suara Pembaruan