Program Kentongan RRI Perkuat Mitigasi Bencana

Program Kentongan RRI Perkuat Mitigasi Bencana
Direktur Utama RRI M Rohanudin (kedua kiri) dan Dewan Pengawas RRI Hasto Kuncoro (kedua kanan) mengulas program Kentongan mitigasi bencana. ( Foto: Beritasatu Photo / Ari Supriyanti Rikin )
Ari Supriyanti Rikin / WBP Sabtu, 7 September 2019 | 18:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mitigasi bencana di masyarakat perlu diperkuat. Apalagi Indonesia merupakan negara rawan bencana. Melalui Kentongan, program siaran baru di Radio Republik Indonesia (RRI), radio milik pemerintah ini ingin meningkatkan mitigasi dan budaya sadar bencana.

Peluncuran program mitigasi bencana ini bersamaan dengan rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-74 RRI pada 11 September 2019 mendatang. Kentongan terinspirasi program serupa dari Jepang. Sebuah negara yang juga punya potensi bencana tinggi namun kesiapsiagaan mitigasinya sudah optimal.

Direktur Utama RRI M Rohanudin mengatakan, melalui siaran ini, RRI ingin membangun budaya sadar bencana di masyarakat. Pengetahuan mitigasi dilakukan justru sebelum bencana terjadi sebagai upaya pencegahan. Siaran ini pun akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah melibatkan 105 stasiun RRI dan 223 stasiun relay di seluruh Indonesia serta 37 stasiun di perbatasan. Narasumbernya pun beragam yang mengupas terkait potensi bencana. "Untuk mewujudkan masyarakat tangguh bencana siaran Kentongan ini menjadi daily programme," kata M Rohanudin di sela-sela sarasehan program Kentongan di Auditorium RRI Jakarta, Sabtu (7/9/2019).

Menurutnya, dampak bencana dapat ditekan bila ada program mitigasi bencana.

Seiring perkembangan teknologi, siaran RRI juga menggunakan berbagai platform digital. Langkah ini dianggap sangat relevan dengan perkembangan terkini dan bisa diterima masyarakat pengguna gawai.

Senada dengan itu, Dewan Pengawas RRI Hasto Kuncoro menyebut, program radio terkait mitigasi bencana akan meminalisir risiko atau dampak bencana. "Kentongan diharapkan mewujudkan masyarakat tangguh bencana dan ada budaya baru terkait mitigasi bencana," ucap Hasto Kuncoro.

Ia mencontohkan, dari sejumlah bencana yang terjadi di Tanah Air menunjukkan kesiapan mitigasi bencana di masyarakat belum terbangun. Sebagai contoh korban likuifaksi di Petobo, Sulawesi Tengah, tinggal bertahun-tahun di daerah yang punya potensi bencana karena minim informasi.

Siaran Kentongan lanjutnya, akan menginformasikan pentingnya membuat rumah tahan gempa, serta potensi bencana lain yang juga bisa disebabkan oleh faktor manusia seperti banjir. Mitigasi bencana bermakna serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Nama Kentongan dikaitkan dengan kearifan lokal pada sebagian masyarakat Indonesia sebagai penanda suatu peristiwa.



Sumber: Suara Pembaruan