Larang Formula E di Monas, Ketua DPRD Akan Panggil Anies

Larang Formula E di Monas, Ketua DPRD Akan Panggil Anies
Formula E ( Foto: Bosch )
Carlos Roy Fajarta / YUD Selasa, 18 Februari 2020 | 15:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menegaskan agar Pemprov DKI Jakarta tidak melaksanakan balap mobil listrik Formula E di kawasan Cagar Budaya Monumen Nasional (Monas).

Hal tersebut disampaikannya usai Rapimgab pemilihan Wagub DKI Jakarta di Lantai 10 Gedung DPRD DKI Jakarta pada Selasa (18/2/2020) siang yang memutuskan panitia pemilih dan sistem voting tertutup

"Formula E jangan di Monas. Saya tidak menghalangi formula E kerja Pemda bagus-bagus saja, tapi jangan cagar budaya ditabrak begitu. Kita berencana memanggil Anies, besok Komisi E akan memanggil menanyakan masalah Monas. Selanjutnya jika berkembang saya akan panggil Anies," ujar Prasetyo.

Dikatakannya memang Pemprov DKI Jakarta mendapatkan izin rekomendasi dari Kemensesneg dan Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka namun ketika dirinya melakukan cross check pada surat tersebut seperti ada pembohongan publik.

Baca juga: Ini Perbandingan Formula E dengan Formula 1

"Misalnya revitalisasi dibuat plaza, ini pemerintahan loh, semua harus koordinasi, pemerintah pusat. Kita harus diajak bicara, tapi Ini Pemprov DKI Jakarta jalan sendiri terus, lewat Kepala Dinas Kebudayaan bilang ini urusan eksekutif.

Loh, Loh kok lu minta duit sama gua kok, gua yang ketok palu, tujuannya baik kok, kok ngomong nya seperti itu, kalau salah ya salah, sampai ada salah ketik, ini tidak pantas," tandasnya.

Perihal salah tulis di rekomendasi naskah untuk Kemsesneg yang seharusnya tertulis surat rekomendasi dari Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI, menjadi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI, Prasetyo menyebutkan hal tersebut tidak pantas.

"Soal kebijakan pemerintah itu jangan sampai salah. Apalagi ini bersurat ke kementerian sekretaris negara sebagai ketua tim pengarah. Makanya saya cross check ke sana apakah pak Murjito sudah memberikan rekomendasi tapi ternyata enggak.

TSP atau TACB dua-duanya harus sama-sama dihargai karena itu kan cagar budaya. Jadi tidak bisa manipulatif surat rekomendasi ini, ternyata setelah kita cross check itu tidak ada. Kemsesneg perlu me-review ulang izin persetujuan itu, sekali lagi saya tidak menghambat formula E, tapi tolong itu jangan dilaksanakan di Cagar Budaya," tambah Ketua DPRD DKI Jakarta yang sudah menjabat dua periode sejak 2014 itu.

Baca juga: Canggih, Aspal Formula E Bisa Dilepas Usai Balapan

Perihal Revitalisasi Monas Prasetyo mengaku akan dipanggil oleh Komisi V DPR RI, berdiskusi mengenai Monas. Ia juga menyarankan agar sebagai Gubernur DKI Jakarta seharusnya Anies lebih banyak di lapangan, sehingga mengetahui masalah.

"Jangan hanya di bangku kerja dan percaya pada anak buah. Harus re-check ke anak buah, rekomendasi kejadian harus ada konfirmasi. Anak buah, jangan dilepas begitu saja.

Misalkan menangani banjir, harusnya banyaknya alat yang kita beli di pemerintahan lalu harus dimanfaatkan untuk normalisasi kali yang ada di Jakarta, jadi akan mengurangi masalah banjir dan macet di Jakarta. Sekarang hujan lokal saja kita kebanjiran," tandas Prasetyo. 



Sumber: BeritaSatu.com