Aby Ramadhan Juarai MPL Piala Presiden Esports 2020

Aby Ramadhan Juarai MPL Piala Presiden Esports 2020
Aby Ramadhan (15 tahun) menjuarai Mobile Premier League (MPL) Presiden Esports 2020 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Sabtu, 1 Februari 2020. ( Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / CAH Sabtu, 1 Februari 2020 | 23:01 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Remaja asal Jakarta Timur usia 15 tahun, Aby Ramadhan sukses menjuarai Mobile Premier League (MPL) Presiden Esports 2020 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Sabtu (1/2/2020).

“Senang rasanya bisa menjuarai ajang MPL ini. Untuk Piala Presiden, saya belajar sungguh-sungguh agar bisa memenangkan kompetisi ini. Untuk ke depannya, saya ingin ikut lagi, mudah-mudahan dari MPL ada event seperti ini lagi jadi saya bisa main,” katanya usai laga.

Diakui awalnya Aby mendapatkan penolakan dari orangtua untuk bermain gim. Namun dengan menjuarai MPL ini, akhirnya dia pun mampu membuktikan bahwa dari hobinya itu, ia bisa berprestasi hingga menghasilkan uang dan berhak meraih hadiah uang tunai senilai Rp 125 juta. Di babak final, Aby melawan Miftahul Fajar asal Brebes yang menjadi runner up dan meraih hadiah 75 juta.

“Hadiahnya mau dipakai untuk memberangkatkan orang tua umroh dan kalau ada sisa ditabung," ungkap dia.

Head of BD & Partnertship MPL Indonesia, Resha Adi Pradipta menyatakan dengan dipertandingkannya gim casual di Piala Presiden Esports, ia berharap esports tidak lagi terbatas hanya untuk profesional saja, tetapi juga untuk semua kalangan.

“Gim MPL cukup ringan dan dapat diakses oleh berbagai kalangan. Kami ingin menjangkau berbagai kalangan karena semua orang bisa bermain esports,” kata Reza.

Selain Free Fire dan Pro Evolution Soccer (PES), MPL Piala Presiden Esports 2020 untuk pertama kalinya mempertandingkan casual gim Fruit Dart yang dapat dimainkan secara perorangan.

Dalam gim tersebut, pemain harus menghabiskan semua buah yang muncul dengan cara melempar pisau ke arah buah sebanyak mungkin untuk mencetak skor tinggi dalam waktu tertentu.

Pemenang ditentukan berdasarkan skor tertinggi yang dihitung dari jumlah buah yang berhasil terpotong, termasuk combo yang didapatkan.

Ketua Panitia Penyelenggara Piala Presiden Esports 2020, Giring Ganesha, menilai para atlet esports memiliki perhitungan yang luar biasa karena dalam permainan harus ada strategi juga. Jadi tidak hanya mobile version saja, tetapi juga casual him yang kompetitif dan memberikan masa depan baik bagi atlet-atletnya.

"Ini adalah the best match, i ever watch. Terdiri dari ketenangan dan keahlian yang ujung-ujungnya mental. Contohnya Aby dia sempat ketinggalan tapi dia buktikan jadi terbaik di akhir gim tadi. Perlu dicatat bahwa di esports apapun bisa terjdi. Untuk Fajar jangan putus semangat. Tetap semangat dan berjuang," tutup dia. 



Sumber: Suara Pembaruan