Golf Players Championship 2019 Jalan Menuju ke Olimpiade

Golf Players Championship 2019 Jalan Menuju ke Olimpiade
Turnamen golf Combiphar Players Championship 2019 akan digelar pada 24-27 September di Parahyangan Golf, Bandung, Jawa Barat. ( Foto: Beritasatu Photo / Hendro D Situmorang )
Hendro D Situmorang / JAS Jumat, 6 September 2019 | 10:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 144 peserta dari 20 negara termasuk 50 perwakilan atlet golf profesional Indonesia, siap bertarung pada turnamen Combiphar Players Championship 2019 yang digelar pada 24-27 September di Parahyangan Golf, Bandung, Jawa Barat.

Kejuaraan ini memasuki tahun keempatnya di Asian Development Tour (ADT) yang menjadi jalan pegolf Indonesia dan internasional untuk mengumpulkan poin ke Olimpiade 2020.

Bagi tuan rumah, turnamen ini merupakan kesempatan terakhir untuk bisa unjuk gigi dalam turnamen yang berada satu level di bawah Asian Tour tersebut. Salah satu pegolf Indonesia yang akan turun di turnamen ADT di Parahyangan adalah Rinaldi Adiyandono, yang mengincar gelar juara di Combiphar Players Championship 2019.

"Saya siap bersaing dengan pegolf internasional dalam ajang ini. Sebulan lalu saya sudah coba lapangannya. Karena medan turnamen di Parahyangan Golf ini agak berangin, saya melatih pukulan-pukulan rendah. Pukulan tee off juga saya latih agar tetap solid. Cukup menantang dan jadi tidak sabar untuk berkompetisi di sana. Target saya sih inginnya juara, atau ada orang Indonesia yang juara,," katanya di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Namun ambisi Rinaldi untuk menjuarai turnamen ini diprediksi tak mudah. Sebab, pegolf lainnya juga memiliki misi yang sama. Terlebih ajang ini penting bagi pegolf ADT dalam perebutan gelar Order of Merit, serta tiket menuju Asian Tour musim depan.

Selain memberikan pengalaman berkompetisi dengan pegolf internasional di Tanah Air, Combiphar Players Championship juga diharapkan dapat membantu pegolf profesional Indonesia untuk meningkatkan peringkat Official World Golf Ranking (OWGR).

"Turnamen golf berskala internasional yang telah memasuki tahun keempat ini diharapkan dapat menjadi sarana memperbesar peluang pegolf Indonesia mendulang poin dan meningkatkan peringkat internasional. Dengan demikian, mereka dapat turut berkompetisi ke Olimpiade 2020," ungkap Presiden Direktur Combiphar Michael Wanandi.

Turnamen yang menjadi salah satu yang terbesar dalam kalender tahun ini juga menjadi ajang penting dalam perburuan Order of Merit ADT serta kartu Asian Tour 2020.

Sekjen Profesional Golfers Association Tour of Indonesia (PGATI) Agus Triyono mengungkapkan agar bisa lolos ke Olimpiade 2020 di Tokyo, maka pegolf harus berada di peringkat 300 dunia.

"Indonesia memang sedang berjuang untuk mencapai sana, maka kita harus mengikuti turnamen-turnamen yang dihitung poinnya, salah satunya seperti ajang ini," kata Agus.

Namun, hanya pegolf yang finis peringkat enam besar di turnamen ADT seperti ini yang mendapatkan poin untuk Olimpiade. Dia menjelaskan jumlah pegolf yang bisa berlaga di turnamen internasional pun terbatas. "Kalau di Asian Tour mungkin kita punya empat orang, kalau ADT ada lima orang," ujar Agus.

Setelah digelar di Bali dalam dua tahun terakhir, turnamen tahun ini digelar di Bandung. Perpindahan lapangan diharapkan dapat memberikan tantangan yang lebih kompetitif sekaligus memberikan pengalaman yang berbeda bagi para peserta turnamen itu.



Sumber: Suara Pembaruan