Teknologi Olahraga Diharapkan Dongkrak Prestasi

Teknologi Olahraga Diharapkan Dongkrak Prestasi
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman (kedua dari kiri) berfoto bersama perwakilan Kempora dan penyelenggara pameran meninjau pameran olahraga Indonesia Sport Expo and Forum (ISEF) di JCC Senayan Jakarta, Rabu (21/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / AMA Kamis, 22 Agustus 2019 | 08:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman berharap Indonesia Sport Expo and Forum (ISEF) 2019 bisa mendorong kesiapan dan persiapan para pegiat olahraga di tingkat individual, kelompok, klub-klub olahraga, dan asosiasi keolahragaan meningkatkan kinerja dan prestasi olahraga di cabang masing-masing, seiring meningkatnya agenda kompetisi dan turnamen olahraga di Indonesia.

“Memang sudah saatnya kita mendorong peningkatan kegiatan keolahragaan dengan peralatan dan perlengkapan olahraga modern, yang dirancang dan diproduksi dengan menggunakan dukungan teknologi digital untuk menghasilkan SDM yang berkualitas. Apalagi kita juga menerapkan sports science untuk membantu para atlet meraih prestasi,” kata Marciano Norman pada pembukaan ISEF 2019 di JCC Senayan Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Ia juga meminta para pengurus KONI untuk menghadirkan lebih banyak cabor terlibat dalam ISEF ini ke depan, sehingga dirasakan sangat positif dalam perkembangan olahraga di Indonesia.

Sementara itu, anggota Komite Eksekutif PSSI, Gusti Randa menilai, dunia industri digital ini berkembang dalam waktu cepat. E-sport adalah salah satu contohnya dan PSSI berencana membuat kejuaraannya. Lalu pihaknya juga akan bicara mengenai teknologi Video Assistant Referee (VAR) dalam sepakbola yang rencananya diuji coba pada kompetisi U-20 tahun depan.

“Nah, memang teknologi dengan olahraga sekarang bisa berjalan berbarengan. Artinya, di luar kami mengejar prestasi tetapi kami juga jangan ketinggalan dengan teknologi. Jadi mengurus olahraga, entah dia mau jadi pengurus, pemain, ofisial, tidak bisa lagi secara konvensional. Jadi ISEF itu tidak boleh berhenti, kalau ada teman-teman yang mau buat kayak begini oke, tinggal sekarang undang cabor-cabor yang ada dan yang terkait," ungkap Gusti.

ISEF dimulai Rabu (21/8/2019) hingga Minggu (25/8/2019) mendatang. Pada ajang ini, kata Ketua Penyelenggara Pameran ISEF 2019, Jeffrey Eugene, diperkenalkan produk-produk olahraga, beberapa seminar, juga dilakukan seperti “Broadcasting & Media Journalism in Modern Football”, “Football Integrity & VAR Technology”, “Digital Marketing & Fans Engagement”, dan topik-topik e-sport yang sangat milenial.



Sumber: Suara Pembaruan