Berdiri "Kerajaan Bahagia" di Depok yang Tidak Dibubarkan Polisi

Berdiri
Para pembeli tengah antre di Warteg Kerajaan Bahagia di Jalan RTM, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Warteg Kerajaan Bahagia menawarkan konsep warteg yang berbeda dari yang telah ada selama ini. ( Foto: Suara Pembaruan / Bhakti Hariani )
Bhakti Hariani / FMB Rabu, 29 Januari 2020 | 18:03 WIB

Depok, Beritasatu.com - Belakangan marak berdiri "kerajaan-kerajaan" baru di Indonesia. Setelah Kerajaan Keraton Sejagat kemudian muncul Sunda Empire. Kota Depok di Jawa Barat tak mau ketinggalan. Kini muncul Kerajaan Bahagia di Depok.

Namun, Anda tak perlu khawatir, untuk kali ini, kerajaan yang dimaksud bukanlah kerajaan kerajaan halusinasi alias hanya khayalan semata. Akan tetapi benar-benar ada, hanya saja dalam bentuk warung Tegal alias warteg.

Warteg Kerajaan Bahagia dicetuskan oleh Yaser Arafat selaku pemilik Warteg Kerajaan Bahagia. "Awalnya sengaja memang kan lagi happening kerajaan-kerajaan. Ambil momen saja sih. H minus satu sebelum grand opening, saya survei aja. Keliling cari ide yang unik kayak gimana biar heboh dan menarik perhatian orang. Akhirnya ambil tema kerajaan. Lengkap pakai pakaian ala kerajaan. Karyawan saya pada pakai blangkon bak abdi dalem kerajaan. Ada juga yang jadi raja pakai mahkota dan baju kerajaan," ujar Yaser saat dihubungi di lokasi Warteg Kerajaan Bahagia di Jalan RTM, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (29/1/2020).

Ternyata ide yang dia laksanakan sukses membetot perhatian publik termasuk dari media massa yang tertarik untuk meliput perihal warteg ini. Warteg Kerajaan Bahagia dikatakan Yaser mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda dari warteg biasanya.

"Selama ini jarang kan satu keluarga makan di warteg. Lebih sering warteg itu yang makan di sana laki-laki. Kalaupun ada ibu-ibu, ya, paling dibungkus dibawa pulang dan makan di rumah," kata Yaser.

Bertolak dari hal tersebut, Yaser ingin menjadikan warteg sebagai tempat yang nyaman bagi keluarga di mana semua anggota keluarga bisa makan seperti layaknya di restoran lainnya. "Warteg ini dua lantai ya. Lantai dua nya ber-AC. Harganya mungkin beda Rp 1000-Rp 2000 tapi kalau soal rasa, kami tidak takut bersaing. Beberapa pelanggan balik lagi ke sini karena cuma beda sedikit harganya, tapi tempatnya nyaman dan beda. Rasa juga enak," tutur Yaser.

Menu andalan yang banyak disuka oleh pembeli saat ini adalah nasi telur dadar keriting. Dengan banderol harga Rp 10.000 saja, pelanggan bisa tambah nasi tanpa kena biaya tambahan lagi.

Yaser mengatakan bahwa wartegnya menerapkan harga pasti yang tertera dalam menu. Sehingga pembeli tidak kaget saat akan membayar total makanan yang mereka makan.

"Ada beberapa warteg yang kalau pembelinya perlente tampilannya maka harga makanannya dimahalkan. Karena tidak ada daftar harganya kan jadi pembeli tidak tahu berapa berapanya. Nah kalau pembelinya lusuh, maka harganya dimurahin. Saya melihatnya harusnya tidak begini. Pembeli berhak tahu harga pasti makanan yang mereka beli," papar Yaser yang mengungkapkan bahwa pendirian Warteg Kerajaan Bahagia ini juga memiliki investor.

Warteg Kerajaan Bahagia rencananya akan dibuka sebanyak 33 cabang di Jabodetabek. Untuk pertamanya dibuka di Jalan RTM, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. Menyusul di Depok lainnya juga akan hadir di dekat Kampus UI di Kecamatan Beji.

Kerajaan Bahagia memiliki dapur pusat di wilayah Cibubur. Semua masakan di warteg berasal dari dapur pusat ini yang kemudian dibawa ke warteg warteg Kerajaan Bahagia.

Warteg buka pukul 09.00 hingga 22.00. "Kami optimistis menjalankan bisnis ini. Prinsip kami harga murah, enak dan semua pembeli menjadi bahagia," pungkas Yaser. 



Sumber: Suara Pembaruan