Bumbu Rahasia Gado-gado Ala Diana Chan

Bumbu Rahasia Gado-gado Ala Diana Chan
Chef Diana Chan memasak resep rahasia dalam menu gado-gado di Club Fashion Princess Cruises, Minggu 19 Januari 2020. ( Foto: sp/elvira anna siahaan )
Elvira Anna Siahaan / EAS Rabu, 22 Januari 2020 | 20:32 WIB

Singapura, Beritasatu.com - Pengalaman masa kecil yang menyenangkan selalu membekas dalam ingatan. Terbukti, wanita muda pemenang MasterChef Australia musim ke-9, Diana Chan, mengaku tidak pernah lupa pengalaman makan, memasak, dan menjelajah kuliner Indonesia bersama keluarganya saat melancong ke Indonesia. Bahkan setelah dewasa dan menjadi chef, Diana mencoba membuat bumbu rahasia dari setiap makanan yang ia cicipi.

Ditemui Beritasatu.com di sela-sela media trip Princess Cruises, 18-20 Januari 2020 lalu, Diana bercerita tentang pengalaman pertamanya menikmati makanan Indonesia kala berkunjung ke Bali. Saat itu Diana bersama keluarga sengaja mendatangi sebuah warung tradisional di Ubud, Bali. Diana memesan satu menu yakni gado-gado.

"Pertama kali mencicipi gado-gado rasanya sangat unik. Saat itu saya berumur 11 tahun dan merasakan gado-gado dengan siraman bumbu kacang. Rasanya unik, mirip dengan salad, hanya tanpa mayones," kata Diana.

Saking cintanya pada gado-gado, ia mendapat kesempatan untuk menyajikan gado-gado dengan bumbu rahasia di Club Fashion Princess Cruises, Minggu (19/1/2020). Berbeda degan gado-gado buatan Jakarta pada umumnya, Diana memakai tambahan beberapa bumbu untuk saus kacang. Ia menambahkan jeruk lemon, terasi bakar, dan kecap manis. Ketiga bahan tersebut dicampur dalam bumbu kacang untuk mendapatkan rasa dan warna yang lebih menarik.

Khusus untuk bumbu kacang, Diana sengaja menambahkan dua bahan yang tidak biasa yakni kecap manis dan terasi bakar.

"Ini versi gado-gado buatan saya, dan memang resepnya tidak sama dengan rasa asli Indonesia. Terasi bakar saya tambahkan untuk memberi kesan wangi," kata Diana Chan.

Sementara saat ditanyakan apa yang menjadi tantangan Diana sebagai chef dari Asia, ia menjawab masih banyak orang di luar yang tidak mengenal ragam kuliner dari negara-negara Asia. Semisal makanan dari Indonesia, tidak semua orang mengenal gado-gado. Padahal menurut Diana, gado-gado adalah makanan yang cocok dinikmati bersama-sama keluarga atau teman dekat.

"Porsi gado-gado sangat banyak dan lebih nikmat dimakan bersama-sama. Kalau dimakan sendirian saja rasanya terlalu banyak," kata Diana.

Hemat Makanan
Tidak hanya ingin memperkenalkan makanan Asia ke dunia internasional, Diana juga punya mimpi untuk mengajarkan banyak orang untuk peduli pada sampah makanan. Ia berharap orang-orang mengambil makanan sesuai kebutuhan dan dihabiskan.

Untuk itu sebagai chef, Diana mencoba memakai bahan-bahan makanan yang ada 100%, tanpa membuang. Semisal saat memasak makanan tradisional, Diana bisa menghabiskan waktu berjam-jam di dapur. Ia juga akan memakai bahan-bahan yang ada dengan cermat.

"Saya bisa memahami mengapa sekarang banyak orang mencoba menjadi vegetarian. Sebab, bumi kita sudah tidak mampu lagi berkorban untuk manusia. Salah satu cara yang saya lakukan untuk menyelamatkan bumi kita adalah berhemat saat memasak dan menikmati makanan," pesan Diana Chan.



Sumber: Suara Pembaruan