AP I Dukung Target Kunjungan 1 Juta Wisman ke Borobudur

AP I Dukung Target Kunjungan 1 Juta Wisman ke Borobudur
Focus group discussion (FGD) "Meraih 1 Juta Wisman ke DSP Borobudur melalui Pengembangan Aksesibilitas Bandara YIA" yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata, di Bandara Internasional Yogyakarta, Rabu (18/9/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Thresa Sandra Desfika / FER Rabu, 18 September 2019 | 15:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Angkasa Pura (AP) I siap mendukung tercapainya kunjungan 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) di Daerah Super Prioritas (DSP) Borobudur melalui Bandara International Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Direktur Utama AP I, Faik Fahmi, dalam focus group discussion (FGD) 'Meraih 1 Juta Wisman ke DSP Borobudur melalui Pengembangan Aksesibilitas Bandara YIA' yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata (Kempar) di Bandara Internasional Yogyakarta, Rabu (18/9/2019).

"Kehadiran YIA mampu menyediakan kapasitas yang cukup besar bagi penerbangan domestik maupun internasional untuk langsung mendarat di Yogyakarta. Didukung dengan terminal penumpang seluas 219.000 meter persegi, YIA bisa melayani hingga 20 juta penumpang per tahun. Jumlah ini lebih dari 10 kali lipat dibanding kapasitas Bandara Adisutjipto Yogyakarta,” ujar Faik Fahmi.

Selain itu, lanjut dia, YIA juga memiliki landasan pacu yang cukup baik dengan dimensi sepanjang 3.250 x 45 m dan diperkuat pavement classification number (PCN) 107 sehingga dapat didarati pesawat komersil berbadan lebar terberat, yakni Boeing 777-300 ER maupun terbesar, yaitu Airbus A380.

"Inilah salah satu kelebihan YIA yang harus dimanfaatkan maskapai untuk dapat membawa penumpang lebih banyak ke Yogyakarta," jelas Faik Fahmi.

Untuk menarik minat maskapai membuka rute dari dan menuju YIA, Faik menuturkan, AP I menyediakan beberapa program insentif, antara lain pembebasan biaya pendaratan (landing fee) selama 3 bulan pertama, pembebasan landing fee sebesar 50 persen untuk tiga bulan berikutnya, serta program pembebasan biaya promosi dan biaya inaugurasi maskapai di bandara selama satu bulan penuh.

"Kami optimistis dengan sinergi yang baik dari berbagai pihak, khususnya pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maskapai, dan didukung oleh aksesibilitas yang memadai, YIA akan mampu menjadi pintu gerbang internasional bagi kedatangan 1 juta wisman menuju destinasi unggulan Borobudur," tambah Faik Fahmi.

Untuk diketahui, sejak dibuka penerbangan komersial perdana pada 6 Mei- 31 Agustus 2019, YIA telah melayani sebanyak 96.000 penumpang domestik. Saat ini di YIA ada 14 jadwal penerbangan setiap harinya dengan tujuan ke Jakarta (Cengkareng), Jakarta (Halim), Palangkaraya, Samarinda, Lombok, dan Makassar yang dilayani oleh empat maskapai, yaitu Citilink, Batik Air, Indonesia AirAsia, dan Lion Air.

Faik Fahmi menyebutkan, pada 25 September 2019 mendatang, direncanakan akan ada tambahan enam rute penerbangan lagi di YIA yang dioperasikan oleh Lion Air. Maskapai berlogo singa merah ini akan membuka rute Kualanamu-YIA-Kualanamu, YIA-Tarakan-YIA, YIA-Pontianak-YIA. Nantinya akan ada 20 jadwal penerbangan yang dilayani di YIA.

“Ke depan, beberapa maskapai juga telah merencanakan akan membuka beberapa rute baru dari dan menuju YIA, antara lain dari maskapai Citilink, Batik Air, Lion Air , dan Garuda Indonesia. Hal ini tentu menjadikan YIA semakin ramai dan calon penumpang akan mendapatkan alternatif jadwal dan rute penerbangan yang kian beragam," imbuh Faik Fahmi.

Penambahan jadwal penerbangan itu, sebut Faik, seiring dengan progres pembangunan bandara yang terus mengalami kemajuan. Hingga 8 September 2019, progres pembangunan YIA telah mencapai 82 persen. Pembangunan bandara ini ditargetkan tuntas 100 persen di akhir tahun 2019 dan bisa dioperasikan secara penuh pada awal 2020. Nantinya, sebagian besar penerbangan yang saat ini dilayani di Bandara Adisutjito akan dipindahkan secara bertahap ke YIA.



Sumber: BeritaSatu.com