Masakan Ibu Menginspirasi Gerry Girianza Jadi Chef

Masakan Ibu Menginspirasi Gerry Girianza Jadi Chef
Koki Gerry Girianza ( Foto: Dina fitri anisa )
Dina Fitri Anisa / EAS Selasa, 27 Agustus 2019 | 14:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kebiasaan suka memasak dan mencicipi makanan sejak kecil, membawa nama chef muda Gerry Girianza tenar. Namun, ketenaran yang ia rasakan saat ini sebanding dengan usahanya untuk diterima di dunia kuliner.

"Dulu, laki-laki itu seolah dilarang masuk dapur, karena dapur tempatnya perempuan. Saya harus menghadapi pandangan soal gender dari masyarakat yang menganut paham tradisi di lingkungan,” kata Gerry.

Kilas balik ke masa lalu, Gerry bercerita, sejak duduk di bangku SMP ia lebih gemar berkumpul bersama ibu-ibu untuk membuat masakan, daripada bermain bola di tanah lapang. Salah satu hal yang membuat ia terpikat untuk menekuni dunia masak adalah, aroma dari hidangan buatan ibunya yang tercium lezat.

"Saya pernah masak di dapur, bapak tiri saya ngamuk ke ibu saya, Bapak bilang ‘ngapain anak laki-laki di dapur, nanti jadi kayak cewek’,” ceritanya saat dijumpai SP, di kawasan Jakarta Pusat, Senin (26/8/2019).

Saat mendengar kalimat tersebut, hatinya merasa sakit. Namun, dirinya bergegas bangkit dan mengubah pandangan negatif menjadi positif.

"Saya bertekad untuk membuktikan ke bapak, dengan memasak, saya bisa menjadi orang yang sukses,” jelasnya.

Benar saja, setelah mendalami dunia masak hingga ke jenjang perguruan tinggi, pria berambut ikal ini memulai karier profesional di bidang kuliner di Amerika Serikat. Mulanya, ia hanya diizinkan menangani sayuran dan buah, tetapi karena kegigihanya dalam bekerja akhirnya Gerry menjadi saus chef dan mempunyai anak buah.

Setelah malang melintang di negeri Paman Sam, Gerry akhirnya memutuskan pulang ke Indonesia. Dia pun memulai kembali kariernya di restoran bintang 5 di Bali. Meski sudah memiliki karier dengan passion yang dimiliki, ia memutuskan untuk menggantungkan baju chef kebanggaannya dan beralih menjadi Youtuber dengan ratusan ribu subscriber.

"Saat memasak, saya merasa senang, terlebih kini bisa menjadi sumber mata uang dan memberikan banyak pengalaman baru,” terangnya.

Kini, ia mampu membuktikan passion yang dulu dipandang sebelah mata berbuah manis. Untuk itu, ia pun berpesan kepada generasi milenial agar jangan takut untuk terus mengejar passion yang dimiliki.

"Passion itu sudah ada di dalam diri, meski tanpa kita sadari. Mencari passion itu biasanya datang dari hobi, dan tidak bisa dipaksa. Di zaman sekarang anak muda sebenarnya lebih mudah menemukan passion, karena dibantu dengan kecanggihan teknologi ,” tukasnya.



Sumber: Suara Pembaruan