Pengusaha Kuliner Didorong Adopsi Platform Digital

Pengusaha Kuliner Didorong Adopsi Platform Digital
Pengumuman pemenang kompetisi 'Bango Penerus Warisan Kuliner 2019' membekali para pelaku usaha kuliner mengenai pemanfaatan platform digital guna memajukan usaha sekaligus menjaga kelestarian warisan kuliner Nusantara di Jakarta, Kamis (22/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Indah Handayani / FER Kamis, 22 Agustus 2019 | 16:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kemampuan para pengusaha untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dapat menjadi faktor penting untuk mengembangkan bisnis mereka secara lebih signifikan. Tak terkecuali para pengusah kuliner. Bahkan dengan adopsi tersebut pengusah bisa mencetak peningkatan omset hingga 80 persen.

Managing Director Unilever Food Solutions, Joy Tarigan, menuturkan saat ini, jumlah total pasar layanan makanan atau foodservice di Indonesia memiliki pertumbuhan sebesar 9 persen per tahun, dengan nilai mencapai Rp 844,35 triliun pada 2019. Dari angka tersebut sebanyak 90 persen merupakan restoran independen, termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Seiring dengan perkembangan teknologi, kemampuan para pengusaha untuk beradaptasi dengan era digital dapat menjadi faktor penting untuk mengembangkan bisnis mereka secara lebih signifikan. Di tahun 2019, sebanyak 15 juta pelaku UMKM, termasuk di bidang kuliner, kini sudah mulai bertransformasi ke ranah digital dengan rata-rata kenaikan omzet sekitar 80 persen," ungkap Joy Tarigan di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Joy mengatakan, Unilever Food Solutions melalui kompetisi 'Bango Penerus Warisan Kuliner 2019' membekali para pelaku usaha kuliner mengenai pemanfaatan platform digital guna memajukan usaha sekaligus menjaga kelestarian warisan kuliner Nusantara.

"Melalui kompetisi ini, kami berharap dapat terus membantu memberikan wadah dan kesempatan seluasluasnya bagi para pengusaha kuliner Nusantara untuk bisa lebih sukses dan dikenal, terutama melalui patform digital," tambah Joy.

Selebritas sekaligus pemilik usaha kuliner, Ussy Sulistiawaty mengaku sangat memanfaatkan platform digital. Pasalnya, promosi di platform digital saat ini tidak dapat terpisahkan dari strategi pemasaran yang dijalankan.

"Selain lebih cepat dan efIsien, saya juga dapat Iangsung berinteraksi dengan para pelanggan dan mendapatkan banyak masukan yang berharga untuk perkembangan usaha saya di masa mendatang," papar Ussy.

Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata (Kempar), Vita Datau, menambahkan, masih banyak pengusaha kuliner Nusantara yang memerlukan kemampuan dan akses lebih dalam menggunakan media promosi digital, contohnya media sosial.

"Diperlukan kombinasi antara visual dan narasi yang kuat untuk menghasilkan content yang appealing dalam melakukan promosi di media sosial. Artinya, selain pemahaman mengenai digital marketing yang baik, para pengusaha kuliner Nusantara perlu memahami keunggulan hidangannya dan mampu menceritakannya dengan baik kepada konsumen," tandas Vita Datau.

 



Sumber: Investor Daily