Berantas Peredaran Narkoba, Pemkot Semarang Gelar Tes Urine

Berantas Peredaran Narkoba, Pemkot Semarang Gelar Tes Urine
Walkot Semarang Hendrar Prihadi bersama Wakil Walkot Hevearita Gunaryanti menggelar tes urine bagi di Balai Kota Semarang, Rabu (19/2/2020). ( Foto: ist )
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 19 Februari 2020 | 19:58 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Perjuangan melawan narkoba terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Kali ini, tes urine kepada para pejabat di lingkungan Pemkot Semarang diselenggarakan di Balai Kota Semarang, Senin (17/2/2020).

Adapun tes urine terhadap 68 pejabat ini dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Semarang bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan tes urine ini adalah langkah pencegahan dan mengawasi peredaran narkoba di Jawa Tengah khususnya pada lingkungan Pemkot Semarang.

"Alhamdulillah, saya dan ibu wakil Hevearita negatif. Kegiatan ini sebaiknya tidak hanya di kalangan pejabat saja. Nantinya, [tes urine] ini akan dilakukan kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Semarang," ujar wali kota yang akrab disapa Hendi.

Tak hanya itu, Hendi juga turut berkomitmen mencegah peredaran narkoba di lingkungan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan program Kampung Bersinar yang merupakan akronim dari "Kampung Bersih Narkoba di Kota Semarang". Dengan program ini, Hendi berharap dapat menekan angka penyalahgunaan narkoba setempat yang tercatat meningkat dari tahun ke tahun.

Diluncurkan pada Maret 2019, program Kampung Bersinar diharapkan dapat menjadi pilot project bagi kelurahan-kelurahan lainnya di Semarang yakni dengan cara mandiri berinisiatif melakukan sosialisasi bahaya narkoba.

Di kesempatan yang sama, Hendi berterima kasih kepada BNNP Jateng yang telah memberikan kepercayaan kepada Semarang untuk menjadi pelopor dalam pencegahan peredaran narkotika. Pemkot Semarang dengan BNN pun terus memperkuat sinergi dalam membentengi diri dan seluruh lingkungan kerja dari penggunaan narkoba.

Sementara itu Kepala BNNP Jawa Tengah, Benny Gunawan menyebutkan penyelenggaraan tes urine ini merupakan wujud komitmen dari Pemkot Semarang sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Peredaran narkoba saat ini sudah dalam kondisi darurat. Oleh karena itu Presiden menginstruksikan, seluruh komponen termasuk pemerintah daerah untuk turut memerangi peradaran narkoba," tandasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data BNN, pengguna narkoba di Indonesia mencapai 3,6 juta orang di tahun 2019. Angka ini bahkan merupakan peningkatan sebesar 0,03 persen dari tahun sebelumnya.



Sumber: PR