Kuartal III, Laba Tugu Insurance Melonjak 174%

Kuartal III, Laba Tugu Insurance Melonjak 174%
Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) Indra Baruna (tiga dari kiri) bersama jajaran direksi (kiri-kanan) SBU Chief Network & Retail Business Ery widyatmoko, Corporate Secretary Rudy Donardi, Direktur Keuangan dan Jasa Korporat M.Syahid, Direktur Teknik Andy Samuel, Direktur Pemasaran Non Migas Usmanshah saat Public Expose Tahun 2019 Tugu Insurace di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (14/11/2019). ( Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 14 November 2019 | 15:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) hingga kuartal III-2019 meraih laba bersih konsolidasi sebesar Rp 285,90 miliar atau meroket 174 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp 104,23 miliar. Kenaikan pendapatan premi menjaid pemicu melonjaknya laba anak usaha PT Pertamina (Persero) ini.

Presiden Direktur Tugu Insurance Indra Baruna menjelaskan, kenaikan laba bersih ditopang pendapatan premi bruto yang meningkat 45 persen menjadi Rp 4,94 triliun dari Rp 3,41 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. "Peningkatan pendapatan premi bruto itu terjadi hampir di seluruh sektor, mulai sektor energi, non-energi, commercial serta retail business," kata Indra Baruna dalam paparan publik perseroan di Jakarta, Kamis (14/11/20190.

Selain pendapatan premi, kata dia, Tugu Insurance juga berhasil meningkatkan kinerja hasil underwriting menjadi Rp 492,74 miliar dari sebelumnya Rp 462,26 miliar.

Direktur Keuangan dan Jasa Korporat Tugu Insurance Muhammad Syahid menambahkan, peningkatan laba bersih tidak terlepas dari kemampuan perseroan meningkatkan hasil investasi dan hasil usaha lainnya. Hingga September 2019 hasil investasi sebesar Rp 273,96 miliar atau naik 277 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 72,68 miliar. "Hal tersebut didukung peningkatan aset investasi. Selain itu perubahan mata uang fungsional dari dolar AS ke rupiah juga berdampak pada peningkatan imbal hasil investasi di level induk perusahaan," kata Muhammad Syahid.

Dia mengatakan, peningkatan laba bersih juga turut dikontribusikan dari perolehan hasil usaha lainnya sebesar Rp 284,63 miliar atau naik 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 197,34 miliar.

Dengan pencapaian itu, sampai kuartal III-2019 aset Tugu Insurance melonjak 21 persen menjadi Rp 21,48 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 17,74 triliun. Sedangkan ekuitas perseroan meningkat 10 persen dari Rp 7,45 triliun menjadi Rp 8,19 triliun, dengan disertai tingkat risk based capital  (RBC) 398 persen atau jauh di atas ketentuan batas minimum Otontas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 persen.



Sumber: BeritaSatu.com