Cigna Luncurkan Produk Terbaru Cigna Family EaziLife

Cigna Luncurkan Produk Terbaru Cigna Family EaziLife
President Director & CEO Cigna Indonesia Phil Reynolds (kanan) bersama Director & Chief Distribution Officer Dini Maharani (tengah) dan Chief Marketing & Strategic Partnership Officer Akhiz Nasution memperkenalkan Cigna Family EaziLife, di Jakarta, Selasa (17/9). Produk asuransi untuk keluarga dan orang tua ini jumlah tertanggungnya maksimal sebanyak 7 orang. Produk ini juga menawarkan manfaat asuransi jiwa dan penyakit kritis dgn uang pertanggungan mulai dari Rp 75 juta hingga Rp 1 miliar. ( Foto: dok )
Yudo Dahono / YUD Selasa, 17 September 2019 | 14:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Cigna (Cigna Indonesia) memacu kinerja bisnis perusahaan di sisa waktu tahun ini dengan meluncurkan produk terobosan Cigna Family EaziLife. Produk itu merupakan yang pertama kali ada di industri asuransi di Tanah Air dan menjadi solusi bagi persoalan pelik yang dihadapi generasi sandwich saat ini.

“Kami melihat banyak orang membutuhkan produk seperti ini, tetapi di pasaran produk ini tidak ada. Makanya, Cigna mempersiapkan sebaik mungkin Cigna Family EaziLife untuk memberi benefit buat masyarakat dan juga perusahaan,” papar Presiden Direktur & CEO PT Asuransi Cigna Philip Reynolds saat peluncuran produk terbaru itu di Jakarta, Selasa (17/9/2019) siang.

Reynolds menjelaskan, celah proteksi di Indonesia masih mengkhawatirkan, hanya sebesar 3% yang memiliki asuransi. Di sisi lain, kata Reynolds, kondisi itu menjadi tantangan bagi perusahaan asuransi, termasuk Cigna, untuk meningkatkan literasi asuransi dengan menghadirkan produk yang dibutuhkan masyarakat. Tujuannya untuk membantu masyarakat Indonesia meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan ketenangan pikiran.

Ia memaparkan, Cigna Family EaziLife merupakan produk yang memberi proteksi jiwa sekaligus penyakit kritis dengan jumlah tertanggung maksimal 7 orang, termasuk orang tua atau mertua dalam satu polis. Produk itu menawarkan manfaat hingga Rp 1 miliar.

“Hasil Survei Kesejahteraan 360 kami tahun ini menunjukkan, orang Indonesia masih berharap mereka dapat memberikan perlindungan kepada orang-orang terkasih mereka, tidak hanya pasangan dan anak-anak, melainkan juga orang tua mereka,” kata Reynolds.

Chief Marketing & Strategic Partnership Officer Cigna Indonesia Akhiz Nasution menambahkan, produk itu memang dihadirkan sebagai solusi untuk generasi sandwich. Generasi sandwich merupakan generasi yang terimpit tekanan dari atas (orang tua) dan bawah (anak-anak mereka). Generasi ini berupaya memenuhi kebutuhan hidup, termasuk proteksi untuk orang tua dan anak-anaknya.

“Kami sudah melakukan survei, saat bertemu klien, customer secara face to face, banyak pertanyaan yang muncul tentang produk asuransi yang bisa meng-cover seluruh keluarga termasuk orang tua. Jawabannya tidak ada, karena di usia tua, orang banyak yang sakit, meninggal cepat, sehingga banyak perusahaan asuransi tidak mau mengeluarkan produk seperti itu,” papar Akhiz.

Dijelaskan, lewat produk itu, Cigna menjawab kebutuhan nasabah akan produk proteksi terpercaya yang turut mencakup perlindungan terhadap orang tua.

Cigna Family EaziLife menawarkan kemudahan manfaat perlindungan jiwa selama 10 tahun serta penyakit kritis termasuk kanker, gagal ginjal, meningitis bakteri, paru-paru, dan stroke untuk setiap anggota keluarga yang terdaftar pada Polis. Jika risiko tidak terjadi dan polis masih aktif, maka nasabah akan mendapatkan manfaat premi kembali sebesar 100% pada akhir masa proteksi.

Tak hanya itu, tambah Akhiz, produk itu juga memberi manfaat tambahan berupa kesempatan menonton gratis di bioskop bagi pemegang polis bersama seluruh anggota keluarga mereka setiap bulannya.

“Di Cigna, kami percaya pentingnya menjaga kesehatan secara holistik mulai dari fisik hingga mental. Rekreasi sederhana seperti pergi menonton film di bioskop bersama-sama adalah salah satu cara paling mudah untuk melepaskan stres,” ujar dia.

Hal senada dikatakan aktor yang juga kreator konten Reza Nangin. Reza digandeng Cigna Indonesia untuk ikut mengkampanyekan perlunya proteksi bagi masyarakat Indonesia.

Menurut dia, masyarakat Indonesia perlu memiliki proteksi buat keluarga. “Bagi saya, keluarga adalah yang terutama,” ujar ayah dua orang anak ini.

Reza mengisahkan, dulu ia kerap syuting meninggalkan keluarga dari Senin hingga Sabtu. Saat hari libur di hari Minggu, ia keletihan sehingga tidak bisa bersama keluarga. “Sekarang tidak lagi. Duit hilang tidak apa, bisa dicari lagi. Tapi, waktu dengan keluarga hilang, tidak bisa diulang lagi, ada hal yang jauh lebih penting dari duit,” kata Reza.

Menurut dia, yang bisa dibanggakan sebenarnya bukan banyaknya uang, mobil mewah, atau rumah mewah, melainkan keluarga kita. Keluarga musti dipikirkan masa depannya, anak yang dimiliki perlu dipikirkan ke depannya akan menjadi apa. Karena itu, perlu disiapkan dengan menabung, investasi, serta proteksi untuk keluarga. “Semua yang saya kerjakan, berputarnya untuk keluarga,” ujarnya.

Persoalannya, lanjut Reza, selain menghidupi keluarga, kita juga harus menanggung orang tua. Padahal, bagi banyak keluarga di Indonesia, akan kesulitan menanggung orang tua. Apalagi di tengah penghasilan yang tidak menentu dan sangat minim.

Banyak keluarga yang kesulitan menghadapi orang tua yang sudah renta. Membawa orang tua tinggal di rumah, akan memiliki kerumitan besar. Sedangkan jika tinggal di panti jompo, menjadi beban moral bagi si anak. Persoalan ini semestinya diperhatikan negara.

“Ternyata, Cigna menghadirkan solusinya, solusi untuk persoalan negara,” tukasnya. Karena itulah, ia menyambut baik produk yang dihadirkan Cigna karena bisa memproteksi keluarga sekaligus orang tua.

Langsung Cetak Rp 1 M

Pada kesempatan yang sama, Director & Chief Distribution Officer Cigna Indonesia Dini Maharani mengatakan, animo masyarakat terhadap produk itu sangat tinggi. Baru beberapa hari ditawarkan ke publik sebelum grand launching, ternyata sudah meraih pendapatan premi tahunan Rp 1 miliar.

Dijelaskan, saat ini Cigna Family EaziLife baru didistribusikan melalui jalur Direct-To-Customers (DTC) lewat telemarketer. Tahun depan, dipastikan bisa dibeli melalui agen atau jalur distribusi tatap muka.

“Dengan penjualan produk ini melalui jalur DTC, kami dapat mendukung program inklusi keuangan yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, karena produk ini dapat dibeli dari segala penjuru Indonesia melalui telemarketing representative kami,” jelas Dini.

Ia menargetkan, hingga akhir tahun ini, produk itu bisa memenuhi 10% dari total pencapaian lini distribusi telemarketing.

Berdasarkan catatan, telemarketing masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan premi bruto (Gross Written Premium/GWP) Cigna Indonesia. Sepanjang 2018 lalu, dari kanal distribusi ini, Cigna meraih GWP sebesar Rp 713,14 miliar. Telemarketing memberi kontribusi 62,1% dari total GWP Cigna yang mencapai Rp 1,14 triliun.

Pada kuartal pertama 2019, GWP dari telemarketing mencapai Rp 169,75 miliar yang diperoleh dari total nasabah Cigna saat ini yang mencapai 900.000 nasabah.

Sedangkan dari keagenan, Cigna meraih Rp 93,87 miliar dengan rata-rata pertumbuhan tiap tahunnya sebesar 57,05%. Kontribusi dari kanal keagenan terhadap total GWP Cigna sebesar mencapai 8,2%. Pada kuartal pertama 2019, pendapatan premi bruto dari keagenan mencapai Rp 19,53 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com