Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Nataru, 6 Indikator Ini Dipantau Satgas Covid-19

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:25 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Terdapat enam indikator terkait Covid-19 yang menjadi pantauan dan terus dimonitor secara berkala oleh Satgas Penanganan Covid-19 terutama persiapan menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Keenam indikator tersebut adalah kasus akif, keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit dan RSDC Wisma Atlet, kepatuhan protokol kesehatan, reproduction number (Rt) atau angka reproduksi efektif, mobilitas, dan vaksinasi.

Hal itu dikatakan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pada konferensi pers tentang “Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia” secara virtual, Kamis (2/12/2021).

“Saat ini meskipun kasus mingguan mengalami penurunan, namun jika dilihat pada kasus aktif ternyata sempat mengalami peningkatan 4 hari berturut-turut,” kata Wiku.

Disebutkan, kenaikan kasus terlihat pada tanggal 23-24 November sekitar 7.900 menjadi 8.000 kasus. Kemudian di hari berikutnya meningkat lagi kasus menjadi sekitar 8.000 dan terakhir meningkat menjadi 8.200 pada 27 November 2021.

Bahkan kasus di Pulau Jawa-Bali meningkat 6 hari berturut-turut mulai dari 23 November 2021 sebesar 3.600 kasus aktif hingga 28 November sebesar 3.800 kasus aktif.

Kemudian, terkait dengan BOR ruang isolasi di rumah sakit rujukan juga meningkat pada 2 hari terakhir dari 2,94% menjadi 3,67%. Sedangkan BOR di Wisma Atlet meningkat di November dari 1,76% menjadi 2,2%.

Wiku menegaskan, meskipun peningkatan dibilang kecil namun perlu diwaspadai karena peningkatan BOR mengindikasikan adanya kenaikan kebutuhan perawatan pada gejala sedang atau berat.

Selanjutnya, angka reproduksi efektif (Rt) masih di bawah 1, namun perlu diwaspadai bahwa Rt juga mengalami peningkatan jika dilihat dari trennya dalam 5 pekan terakhir. Indonesia mengalami peningkatan dari 0,96 menjadi 0,98.

“Peningkatan serupa juga dialami pada Rt di tingkat pulau. Di mana hampir semua pulau mengalami peningkatan kecuali Maluku yang mengalami penurunan dan Nusa Tenggara dengan nilai Rt tidak berubah,” terangnya.

Dikatakannya, Rt ditingkat pulau juga berkisar antara 0,95 hingga 0,99 dan angka ini sudah mendekati 1. Selanjutnya, Wiku mengatakan, salah satu indikator yang juga penting, adalah mobilitas penduduk. Data menunjukan bahwa mobilitas menggunakan kereta api mengalami kenaikan 5 kali lipat dalam 5 bulan terakhir.

Jumlah perjalanan kereta api pada Juli 2021 lalu sekitar 100.000. Sedangkan pada November 2021 meningkat hampir mencapai 600.000. Mobilitas menggunakan pesawat terbang juga meningkat 350 % dalam 5 bulan terakhir.

“Jumlah perjalanan pesawat pada Juli 350.000, sedangkan November meningkat sekitar 1,6 juta,” terangnya.

Menurut Wiku, idealnya peningkatan aktivitas juga diikuti peningkatan kepatuhan prokes. Namun data menunjukkan sebaliknya. Dalam pekan terakhir cakupan desa/kelurahan yang patuh memakai masker dan jaga jarak mengalami penurunan.

Adapun cakupan desa/kelurahan patuh memakai masker turun dari 76,42% menjadi 74,91%. Sedangkan menjaga jarak turun dari 78,60% menjadi 77,69%. Selain itu, jumlah laporan desa yang dipantau juga terus menurun dari sekitar 21.000 desa/kelurahan pada Juli menjadi hanya 9.000 pada pekan ini.

“Ini menunjukan pengawasan dan pelaporan prokes sudah mulai longgar,” ucapnya.

Sementara terkait cakupan dan laju vaksinasi. Wiku menuturkan, berdasarkan data menunjukan terjadi penurunan pada jumlah suntikan harian selama 4 pekan terakhir.

“Capaian dosis 1 vaksin memang sudah hampir 70%, namun dosis kedua baru mencapai 45% sehingga harus terus dikejar,” kata Wiku.

Untuk itu, Wiku mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 karena negara dengan cakupan dosis kedua yang tinggi, kasus Covid-19 masih cukup tinggi. “Jadi target kita meningkatkan terus dosis kedua agar memproteksi masyarakat dengan maksimal,” ucapnya.

Ia menuturkan, adanya perbandingan terbalik antara kenaikan kasus dan upaya preventif di lapangan perlu menjadi refleksi bersama untuk kembali waspada. Dalam hal ini, setiap lapisan masyarakat harus siaga menggerakan seluruh upaya untuk mencegah dan mengantisipasi kenaikan kasus.

“Kepada seluruh pemerintah daerah dimohon untuk memonitor penerapan protokol kesehatan dan cakupan vaksinasi di daerahnya masing-masing dan sekitarnya,” ucapnya.

Wiku juga mengimbau masyarakat bahwa kondisi kasus yang saat ini cukup terkendali bukanlah alasan untuk mengabaikan prokes. Masyarakat harus mengantisipasi terjadinya penularan kasus di tengah mobilitas yang terus meningkat dan ancaman varian Omnicron hingga menerapkan prokes jauh lebih disiplin daripada sebelumnya

“Penerapan protokol kesehatan adalah cara utama kita untuk melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitar kita,” kata Wiku.

Ia menambahkan, perlindungan dengan vaksin menjadi hal yang sangat penting karena semakin banyak orang yang divaksin maka masyarakat semakin terlindungi. Selain itu, vaksinasi juga akan mencegah timbulnya gejala berat bagi mereka yang terinfeksi Covid-19 sehingga dapat mengurangi kebutuhan perawatan rumah sakit,.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

WHO Sebut Pandemi Covid-19 Masih Jauh dari Selesai

Sebanyak lima juta kasus dilaporkan di Eropa minggu lalu. WHO memperkirakan Omicron dapat menginfeksi setengah dari semua orang Eropa pada Maret 2022.

KESEHATAN | 19 Januari 2022

Perangi Varian Covid-19 dengan Memakai Masker yang Benar

Salah satu protokol kesehatan yang wajib dijalani adalah memakai masker dengan benar, agar virus covid-19 tidak cepat menular.

KESEHATAN | 19 Januari 2022

Update Covid-19: DKI Jakarta Catatkan Kenaikan Drastis

DKI Jakarta mencatatkan penambahan kasus Covid-19 secara drastis, Rabu (19/1/2022) sebanyak 1.012 kasus atau naik 341 kasus dibanding kemarin.

KESEHATAN | 19 Januari 2022

Sebulan, Omicron di Indonesia Capai 13,37% dari Total Kasus Baru Covid-19

Selama 1 bulan varian Omicron ini telah mencapai 748 kasus. Jumlah ini mencapai 13,37% dari total 5.593 kasus baru atau terkonfirmasi positif Covid-19

KESEHATAN | 19 Januari 2022

Hari ini Total Vaksinasi Covid-19 Capai 1.951.471 Dosis

Hari ini, Rabu (19/1/2022), cakupan vaksinasi total (1, 2) serta vaksinasi booster telah mencapai 1.951.471 suntikan.

KESEHATAN | 19 Januari 2022

Update Covid-19: Tambah 1.232, Kasus Aktif Tembus 10.000

Kasus aktif Covid-19 bertambah 1.232 kasus yang menyebabkan kasus aktif menembus angka 10.000.

KESEHATAN | 19 Januari 2022

Reisa: Vaksin Booster Tingkatkan Proteksi Individu

Vaksin booster atau dosis ketiga diperlukan untuk meningkatkan proteksi individu terutama pada kelompok masyarakat rentan.

KESEHATAN | 19 Januari 2022

Ini Enam Fokus Utama BPJS Kesehatan di 2022

BPJS Kesehatan telah menetapkan enam fokus utama yang tercantum dalam Dokumen Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) 2022.

KESEHATAN | 19 Januari 2022

Hingga Rabu Ada 882 Kasus Omicron di Indonesia

Hingga Rabu (19 /1/2022), total kasus positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia ada 882 pasien.

KESEHATAN | 19 Januari 2022


TAG POPULER

# IKN


# Nia Ramadhani


# Omicron


# Rahmat Effendi


# Sanksi Antidoping



TERKINI
Terjaring OTT, Bupati Langkat Tiba di Gedung KPK

Terjaring OTT, Bupati Langkat Tiba di Gedung KPK

NASIONAL | 24 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings