Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Apresiasi Permintaan Jokowi Turunkan Harga PCR, PAN: Tetapi Belum Selesaikan Masalah

Selasa, 26 Oktober 2021 | 18:54 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Fraksi PAN di DPR, Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menurunkan harga tes PCR menjadi Rp 300 ribu. Presiden Jokowi juga meminta agar masa berlaku PCR diperpanjang menjadi 3 x 24 jam.

“Ini menunjukkan bahwa presiden mendengar keluhan yang ada di tengah masyarakat. Dalam konteks ini, presiden kelihatannya tidak mau membebani masyarakat di masa pandemi saat ini,” kata Saleh, Selasa (26/10/2021).

Namun demikian, pihaknya menilai permintaan menurunkan harga PCR itu dinilai tidak menyelesaikan masalah. Sebab, biaya tes PCR tetap saja akan membebani. Apalagi, yang dibebani adalah para penumpang yang menggunakan transportasi udara.

“Faktanya, tidak semua orang yang naik pesawat memiliki dana yang berlebih. Masih banyak orang yang merasa berat dengan beban membayar tes PCR,” katanya.

"Belakangan ini, tuntutannya kan menghapus persyaratan tes PCR bagi penumpang pesawat. Nah, kalau hanya diturunkan dan diperpanjang masa berlakunya, akar masalahnya belum tuntas. Orang-orang tetap masih harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar tes PCR-nya."

Sejalan dengan tuntutan itu, presiden diminta mengevaluasi kebijakan wajib PCR bagi penumpang pesawat. Sebab, tes PCR tersebut dinilai tidak menjamin bahwa semua penumpang tersebut aman dan tidak tertular. Bisa saja, setelah dites, di antara penumpang itu melakukan kontak erat dengan orang yang terpapar. Akibatnya, bisa terinfeksi dan menularkan di dalam pesawat.

"Orang yang dites itu aman pada saat dites dan keluar hasilnya. Setelah itu, belum ada jaminan. Bisa saja ada penularan pada masa 3 x 24 jam,” urai anggota Komisi Kesehatan DPR itu.

"Betul, testPCR ini bisa meningkatkan kehati-hatian. Tetapi, apakah itu bisa diandalkan secara total? Rasanya tidak. Apalagi, test yang sama tidak diberlakukan bagi penumpang angkutan lainnya,” tambahnya.

Sebagai alternatif, Saleh menyarankan pemerintah memilih salah satu dari kebijakan. Pertama, menghapus kewajiban tes PCR bagi penumpang pesawat. Aturan ini diyakini akan sangat bermanfaat untuk menaikkan jumlah penumpang pesawat yang belakangan sempat terpuruk.

Kedua, kalaupun tes PCR tetap diberlakukan, maka biayanya diharapkan dapat ditanggulangi pemerintah. Dengan begitu, kebijakan tersebut tidak memberatkan siapa pun.

“Tentu ini tidak mudah. Untuk itu perlu perhitungan yang cermat sehingga tidak membebani anggaran pemerintah,” imbuhnya.

Ketiga, memperpanjang masa berlaku hasil tes PCR. Kalau perlu, masa berlakunya adalah 7 x 24 jam. Meskipun ini tetap membebani para penumpang, tetapi tidak terlalu berat sebab hasil tes tersebut dapat dipergunakan untuk beberapa kali penerbangan.

"Dulu masa berlakunya bisa lebih dari seminggu. Kenapa sekarang semakin diperketat? Kalau kasusnya mereda, semestinya masa berlaku hasil PCR pun diperpanjang. Nanti kalau ada kenaikan lagi, bisa dipikirkan untuk memperketat lagi,” katanya.

Keempat, kebijakan tes PCR diganti dengan tes antigen. Meski tingkat akurasinya lebih rendah dari PCR, biaya testingnya jauh lebih rendah. Para penumpang diyakini masih bisa menjangkaunya.

"Tujuan testing kan untuk memastikan bahwa semua calon penumpang tidak terpapar. Nah, antigen ini juga bisa digunakan. Hanya saja, tingkat akurasinya sedikit lebih rendah. Banyak juga orang yang tes antigen yang dinyatakan positif, lalu dikarantina dan diisolasi. Artinya, testing antigen tetap efektif untuk dipergunakan,” tegas Saleh.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pentingnya Propolis untuk Daya Tahan Tubuh

Salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah mengonsumsi propolis.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Satgas Ingatkan Pemda Tekan Kasus Covid-19 dengan Cara Ini

Satgas Penanganan Covid-19 ingatkan pemerintah daerah untuk menekan kasus Covid-19.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Angka Penderita HIV/AIDS di Kota Tangerang Terus Meningkat

Pemkot Tangerang menjadikan Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap 1 Desember sebagai peringatan karena penderita HIV/AIDS terus meningkat.  

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Nataru, 6 Indikator Ini Dipantau Satgas Covid-19

Hadapi periode Nataru, Satgas Covid-19 memantau secara berkala 6 indikator terkait Covid-19.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Daerah Diimbau Percepat Vaksinasi Covid-19

Pemerintah daerah diminta lakukan percepatan vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Keganasan Omicron Tak Perlu Dikhawatirkan

Masyarakat diminta tak mengkhawatirkan keganasan Omicron yang merebak dalam beberapa waktu terakhir, tetapi lebih fokus untuk mewaspadai tingkat penyebarannya.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

DPR: Waspada Omicron Hindari Keramaian apabila Kurang Sehat

Wakil Ketua Komisi IX DPR Melkiades Laka Lena mengingatkan masyarakat yang sedang dalam kondisi kurang sehat agar menghindari keramaian.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Update Covid-19: Waspada, Kasus Positif Naik Lagi  

Waspada, kasus baru atau kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia naik lagi hari ini.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Hadapi Omicron, DPR Ingatkan Perkuat Rumah Sakit

Menghadapi berbagai varian virus covid-19 termasuk Omicron, DPR mengingatkan pemerintah untuk terus memperkuat rumah sakit. 

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Ini Jurus Ampuh Atasi Varian Omicron Menurut Gus Nabil

Anggota DPR dari Fraksi PDIP, M.Nabil Haroen, membeberkan jurus ampuh mengatasi varian baru Covid-19, Omicron. Salah satunya disiplin menerapkan prokes.

KESEHATAN | 2 Desember 2021


TAG POPULER

# Reshuffle Kabinet


# Vaksin Sinovac


# Reuni 212


# BWF World Tour


# Sri Mulyani



TERKINI
Perubahan Peraturan BPOM Tidak Boleh Dilakukan Sepihak

Perubahan Peraturan BPOM Tidak Boleh Dilakukan Sepihak

EKONOMI | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings