Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

SHKJ Hadirkan Layanan Terpadu Gangguan Saluran Pencernaan

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:50 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) menghadirkan layanan terpadu gangguan saluran pencernaan, Siloam Digestive Center.

Siloam Digestive Center merupakan klinik dengan tim yang didedikasikan untuk membantu pasien dan keluarga pasien melalui edukasi yang tepat seputar masalah pencernaan, konsultasi, hingga penanganan melalui tindakan endoskopi dan tindakan transanal minimally invasive surgery for colorectal, termasuk colon resection (CA colon).

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr Hardianto Setiawan SpPD-KGEH, mengatakan gangguan pencernaan dapat terjadi pada siapa pun tanpa mengenal jenis kelamin dan usia.

"Oleh karena itu, sangat penting memiliki pola hidup sehat agar kesehatan pencernaan tetap terjaga," ujar Hardianto, saat webinar one Health Talk SHKJ, Sabtu (23/10/2021).

Hardianto menjelaskan, pola hidup sehat yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit saluran cerna antara lain mengonsumsi makanan bernutrisi atau berserat, kurangi makan daging merah atau olahan, rajin berolahraga, tidak merokok, hindari minuman beralkohol, serta lakukan skrining secara rutin.

"Apabila mengalami keluhan terkait saluran cerna, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat. Sebagai salah satu pusat unggulan di bidang pengobatan digestif, Siloam Hospitals Kebon Jeruk resmi membuka Siloam Digestive Center mulai hari ini," jelasnya.

Gangguan pencernaan, kata Hardianto, merupakan masalah yang terjadi pada salah satu atau lebih dari satu organ pencernaan secara bersamaan.

"Sistem pencernaan manusia terdiri dari sejumlah organ, mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hingga anus," paparnya.

Menurut Hardianto, ada banyak penyebab gangguan pencernaan bisa terjadi. Mulai dari pola makan yang salah, gaya hidup tidak sehat, hingga munculnya tanda dan gejala penyakit tertentu. Pada skala ringan, gangguan pencernaan dapat muncul dan hilang dengan sendirinya atau setelah mengonsumsi obat.

"Namun, pada tingkat yang lebih tinggi gangguan pencernaan harus sangat diwaspadai karena bisa menyebabkan masalah lebih serius pada sistem pencernaan. Dua gangguan pencernaan yang paling umum ditemui adalah penyakit batu empedu dan
kanker usus besar," tandasnya.

Penyakit batu empedu, tambah Hardianto, merupakan gangguan pencernaan yang kerap ditemukan, namun sering tidak disadari. Penyakit batu empedu atau cholelithiasis adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami sakit perut mendadak akibat adanya batu di dalam kantong empedu.

"Kantong empedu merupakan organ dalam di sisi kanan perut tepat berada di bawah hati. Kantong tersebut memiliki fungsi untuk menyimpan cairan empedu yang nantinya akan dilepas ke usus kecil dan membantu proses pencernaan," lanjutnya.

Umumnya, lanjut Hardianto, batu empedu terbentuk akibat endapan kolesterol tinggi disertai bilirubin yang menumpuk dalam kantong empedu. Beberapa faktor seperti pola makan tidak sehat, diet tinggi kolesterol, genetik, usia, dan kondisi medis tertentu dapat memicu terjadinya penyakit ini.

"Penyakit ini dapat dijumpai pada pria dan wanita, tetapi umumnya wanita lebih banyak mengalami daripada pria, terutama pada usia lebih dari 40 tahun. Penyakit batu empedu perlu ditangani dengan cepat dan tepat. Jika tidak, kondisi batu empedu dapat memicu terjadinya sejumlah komplikasi serius yang berbahaya," tandasnya.

Sementara itu, dokter spesialis bedah digestif Siloam Hospitals Kebon Jeruk Dr dr Wifanto Saditya Jeo SpB-KBD, mengatakan, gangguan saluran pencernaan lainnya yang kerap ditemukan dan dapat terjadi pada siapa aja adalah kanker usus besar.

"Secara umum, kanker usus besar adalah kanker yang terjadi pada usus besar dan ditandai dengan tumbuhnya benjolan yang tidak terkendali," jelasnya.

Kanker usus besar sering kali tidak menimbulkan gejala di awal. Maka itu, kata Wifanto, kesadaran akan bahaya kanker
usus besar perlu diketahui sejak dini agar dapat dicegah dan ditangani dengan cepat dan tepat.

"Kanker ini berisiko terjadi pada segala usia, baik kelompok muda maupun tua serta bisa menyerang pria dan wanita.
Pada kelompok usia muda, biasanya disertai gejala yang lebih buruk,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ini Varian-varian Baru Covid-19 yang Mendunia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat dan mengumumkan nama-nama baru untuk varian-varian virus corona SARS-CoV-2 yang terdeteksi di berbagai negara.

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Data Belum Cukup, Terlalu Dini Sebut Omicron Mematikan

Masih terlalu dini menyebut Covid-19 varian Omicron atau B.11529 ini mematikan atau bergejala ringan, karena datanya belum cukup.

KESEHATAN | 1 Desember 2021

Omicron Menular Lebih Cepat, tetapi Bergejala Ringan

Penularan dari varian Omicron lebih cepat dari varian sebelumnya namun sebagian besar kasus Covid-19 akibat varian tersebut hanya gejala ringan

KESEHATAN | 30 November 2021

Kemenkes: Omicron Hasil Mutasi Varian Sebelumnya

Munculnya varian B.1.1.529 atau varian Omicron merupakan hasil kombinasi mutasi dari varian lainnya seperti Delta, Alpha, Beta, Gamma, AY.23 dan AY.4.

KESEHATAN | 30 November 2021

Sel Memori Ciptakan Antibodi meski Efikasi Vaksin Menurun

Tubuh memiliki sel memori yang tetap bisa menciptakan kembali antibodi terhadap Covid-19 meskipun efikasi vaksin mulai menurun

KESEHATAN | 30 November 2021

6 Negara Ini Alami Tren Kenaikan Kasus Omicron

Wku Adisasmito mengatakan, kasus Covid-19 di 6 dari 7 negara yang dilanda varian Omicron (B.1.1.529) menunjukkan tren kenaikan kasus

KESEHATAN | 30 November 2021

BioNTech Mulai Garap Vaksin untuk Lawan Omicron

Perusahaan biotek Jerman BioNTech menyatakan telah mulai mengerjakan vaksin yang direkayasa untuk melawan varian Omicron dari Covid-19.

KESEHATAN | 30 November 2021

Kemenkes Imbau Masyarakat Patuh Prokes

Siti Nadia Tarmizi mengimbau masyarakat untuk tidak bereuforia dengan situasi pandemi Covid-19 saat ini, namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes)

KESEHATAN | 30 November 2021

5 Strategi Satgas Cegah Varian Omicron Masuk Indonesia

Lima strategi Satgas Covid-19 cegah varian omicron terdiri dari pengetatan pintu masuk Indonesia hingga disiplin prokes yang ketat.

KESEHATAN | 30 November 2021

Penggunaan Vaksin Non-Sinovac Rendah, Ini Penyebabnya

Masyarakat takut menggunakan vaksin di luar vaksin Sinovac, karena khawatir mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

KESEHATAN | 30 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Jumlah Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Berkurang

Jumlah Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Berkurang

MEGAPOLITAN | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings