Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Gelombang Ketiga Covid-19 Diprediksi Desember, Satgas: Perlu Pengetatan Aktivitas

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:51 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting menyatakan perlu ada pengetatan aktivitas dan penertiban mobilitas pada Desember 2021 hingga Januari 2022, yakni pada momentum libur akhir tahun terkait perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pengetatan ini menyusul ancaman gelombang ketiga Covid-19 yang sangat berpotensi terjadi musim libur akhir tahun ini.

"Harus ada penertiban mobilitas yang datang dari dalam maupun luar negeri. Ini penting dalam rangka mencegah supaya tidak terjadinya transmisi. Aktivitas jelang akhir tahun pun harus disertai disiplin protokol kesehatan (prokes) dan kehati-hatian," katanya dalam Dialog Produktif Forum Merdeka Barat 9-KPCPEN, Selasa (19/10/2021).

Diakui dengan banyak transmisi, maka semakin banyak penularan, semakin banyak akan terjadi mutasi. Jadi oleh karena itu yang dari luar bisa dicegah dan pemerintah sudah mengatur dimana pintu-pintu masuk baik untuk udara, laut, dan darat.

Terkait dengan mobilitas dalam negeri, pemerintah juga sudah mengatur dengan menggunakan PCR test dan swab antigen untuk dapat menjalani mobilitas. Tidak hanya itu, menurutnya pemerintah harus memperkuat pemda dalam menanggulangi Covid-19.

"Pemda dari mulai kabupaten kota dan sampai ke desa dan kelurahan ini menjadi basis di dalam kita penanggulangan Covid-19. Oleh karena itu, posko PPKM di tingkat desa dan kelurahan bersama satgas-satgas di desa dan di Kelurahan ini harus terus-menerus bekerja," katanya.

Menurutnya perlu penguatan peran pemerintah daerah hingga desa dan kelurahan, serta penggunaan aplikasi digital untuk filtrasi harus dilakukan secara terintegrasi guna mempertahankan pencapaian yang telah didapatkan.

“Ini jadi tugas bersama. Masyarakat bukan semata-mata sebagai objek melainkan subjek yang harus berjuang bersama. Jadi ini adalah perjuangan semesta melawan bencana biologis berupa virus,” papar Alexander.

Selain itu cakupan vaksinasi harus terus dikejar sebelum libur akhir tahun, agar jangan sampai ada kelompok rentan yang tertinggal upaya ini. Menurutnya vaksinasi harus merata didapatkan terlebih lansia dan penyandang disabilitas tidak boleh tertinggal dalam program ini.

"Seperti lansia jangan ketinggalan oleh karena dia sudah lansia sehingga punya kelambatan di dalam registrasi dan untuk antrian. Demikian juga mereka yang disabilitas, ini juga harus tetap menjadi sasaran kita pencapaian kita dan vaksinasi juga untuk mereka yang akan sekolah ini juga harus bisa sampai dengan cepat," tuturnya.

Menurutnya, sebagai upaya mengendalikan pandemi menjadi endemi, terdapat 2 gerakan yang dapat dilakukan. Gerakan defensif berupa ikhtiar menurunkan laju penularan, serta gerakan ofensif yakni meningkatkan kapasitas respons melalui penguatan 3T (testing, tracing, treatment).

Untuk itu, gerakan maskerisasi agar masyarakat terus memakai masker dengan benar, harus tetap digaungkan dan tidak boleh berhenti. Meski secara umum penyebaran dan penanganan terkendali, pemerintah masih terus berupaya menurunkan kasus Covid-19 di seluruh pelosok. Ancaman virus yang dirasa masih akan terjadi beberapa waktu ke depan, menjadikan berbagai strategi dilakukan dengan matang.

Memasuki masa transisi Covid-19 dari pandemi menjadi endemi, pemerintah pun menguatkan upaya perlindungan kesehatan masyarakat dari hulu ke hilir. Percepatan vaksinasi, tetap menjaga disiplin protokol kesehatan (prokes), penguatan 3T, serta pemanfaatan teknologi informasi oleh masyarakat secara luas, terus digencarkan.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Suprapto menjelaskan terdapat tiga tahapan pandemi Covid-19 menuju endemi.

Pada tahap persiapan, upaya preventif dikatakannya harus dikuatkan. Misalnya perilaku prokes yang sudah melekat atau tertanam (embed), vaksinasi lebih dari 70%, serta penggencaran 3T oleh petugas-petugas yang kompeten. Kemudian tahap transisi, di mana jumlah kasus terkendali dan angka kematian dapat ditekan.

“Pada tahap ini, kehidupan kita masuk grey area (area abu-abu, tidak pasti), semua demi menjaga Prokes dan hidup berdampingan dengan Covid-19,” ujar Agus.

Ketiga adalah tahap endemi yakni setelah semua terkontrol dan harapannya, semua jadi lebih baik. Endemi, menurutnya, tidak hanya untuk Indonesia, namun juga dunia internasional.

Ia mengatakan, dengan persiapan dan transisi yang baik, maka dapat bersama-sama dan serentak menuju ke tahap tersebut. Agus optimis, bila angka kasus semakin turun, tidak terjadi gelombang ketiga pada akhir tahun, serta situasi tetap terkendali seperti saat ini, maka tahun depan ekonomi dapat pulih dan tumbuh di atas 5%.

“Saat ini, kita harus terus bangun suasana optimistis. Virus ini menguji endurance (ketahanan) kita semua untuk tetap disiplin prokes. Masyarakat memang harus selalu diingatkan bahwa meski Covid-19 telah melandai, tetapi pandemi belum selesai. Pembukaan kembali aktivitas masyarakat, bukan berarti ada pelonggaran pada prokes," tutup dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Keganasan Omicron Tak Perlu Dikhawatirkan

Masyarakat diminta tak mengkhawatirkan keganasan Omicron yang merebak dalam beberapa waktu terakhir, tetapi lebih fokus untuk mewaspadai tingkat penyebarannya.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

DPR: Waspada Omicron Hindari Keramaian apabila Kurang Sehat

Wakil Ketua Komisi IX DPR Melkiades Laka Lena mengingatkan masyarakat yang sedang dalam kondisi kurang sehat agar menghindari keramaian.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Update Covid-19: Waspada, Kasus Positif Naik Lagi  

Waspada, kasus baru atau kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia naik lagi hari ini.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Hadapi Omicron, DPR Ingatkan Perkuat Rumah Sakit

Menghadapi berbagai varian virus covid-19 termasuk Omicron, DPR mengingatkan pemerintah untuk terus memperkuat rumah sakit. 

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Ini Jurus Ampuh Atasi Varian Omicron Menurut Gus Nabil

Anggota DPR dari Fraksi PDIP, M.Nabil Haroen, membeberkan jurus ampuh mengatasi varian baru Covid-19, Omicron. Salah satunya disiplin menerapkan prokes.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Ini Dampak Negatif Popok Menggumpal untuk Kesehatan Bayi

Menggunakan popok bayi yang menggumpal ternyata berpengaruh negatif terhadap anak.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Vaksinolog: Jangan Panik Hadapi Omicron

Dalam menyikapi adanya varian baru Covid-19 seperti Delta dan Omicron butuh kewaspadaan, bukan kepanikan.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Kemenkes Gencarkan Sosialisasi Vaksinasi Covid-19

Kemenkes bersama berbagai pihak melakukan sosialisasi untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa pandemi Covid-19 belum selesai.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Cegah Omicron, Masa Karantina WNA dan WNI Jadi 10 Hari

Demi mencegah masuknya varian omicron, masa karantina bagi WNA dan WNI ditambah menjadi 10 hari dari sebelumnya 7 hari.

KESEHATAN | 2 Desember 2021

Omicron Akan Cepat Salip Delta Jadi Varian Dominan

Data terbaru Afsel memperlihatkan, Omicron tampaknya mampu mengatasi beberapa kekebalan. Varian ini dengan cepat akan menyalip Delta menjadi varian dominan.

KESEHATAN | 2 Desember 2021


TAG POPULER

# Reshuffle Kabinet


# Vaksin Sinovac


# Reuni 212


# BWF World Tour


# Sri Mulyani



TERKINI
Refly Harun Ajak Masyarakat Tolak Presidential Threshold

Refly Harun Ajak Masyarakat Tolak Presidential Threshold

POLITIK | 50 detik yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings