Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Warga Positif Covid-19 Terdeteksi PeduliLindungi, Begini Penjelasan Kemenkes

Jumat, 24 September 2021 | 08:35 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, masyarakat yang terdeteksi positif Covid-19 atau memiliki riwayat kontak erat dapat diketahui melalui aplikasi PeduliLindungi. Pasalnya, PeduliLindungi ini terhubung dengan laboratorium pemeriksaan Covid-19 dan aplikasi New All Record (NAR) serta terekam di https://silacak.kemkes.go.id/.

Berdasarkan data pada https://www.litbang.kemkes.go.id/ milik Kemenkes, sampai saat ini tercatat ada 742 laboratorium pemerisa Covid-19 di Indonesia. Laboratorium jejaring pemeriksa Covid-19 inilah yang menginput data ke aplikasi NAR dan sudah terintegtrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, sehingga mereka yang tertular Covid-19 dapat terlacak dengan mudah .

Nadia mengatakan, data pasien yang melakukan pemeriksaan di laboratorium pemeriksa Covid-19, akan terekam di aplikasi NAR setelah hasil swab Covid-19 keluar. Nadia menegaskan, data yang terekam NAR hanya dari laboratorium yang sudah terafiliasi.

“Untuk laboratorium yang sudah terafiliasi dengan Kemenkes, mereka akan memasukkan data ke NAR, tapi masih ada laboratorium yang belum semuanya melaporkan melalui NAR,” kata Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (24/9/2021).

Nadia menambahkan, data laboratorium yang terafiliasi dengan NAR ini akan digunakan untuk melakukan penanganan Covid-19 selanjutnya.

“Kalau yang tak terekam itu karena laboratoriumnya belum terintegrasi ya. Jadi dia (laboratorium) tidak entri datanya sehingga tidak masuk ke PeduliLindungi,” kata Nadia.

Untuk itu, Nadia mengatakan, masyarakat sebaiknya melakukan swab di laboratorium yang telah terintegrasi dengan NAR Kemenkes. Pasalnya, masyarakat akan rugi jika melakukan swab di laboratorium yang tidak terintegrasi. Hasil laboratorium tersebut tidak bisa digunakan untuk akses layanan telemedicine dan obat gratis yang disediakan pemerintah.

“Saat ini Dinas Kesehatan melakukan pengawasan untuk mendorong laboratorium terintegrasi dengan NAR,” ucapnya.

Bagi masyarakat yang ketahuan positif Covid-19 dan datanya terintegrasi dengan NAR, Nadia mengatakan, tentu masyarakat ini tidak bisa mengakses fasilitas publik.

Kehadiran NAR dan PeduliLindungi ini, lanjut Nadia, untuk memastikan tidak ada masyarakat berstatus positif Covid-19 di tempat publik.

Sebelumnya, dalam rapat kerja di Komisi IX DPR pada Senin, 13 September 2021 lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa orang-orang yang positif Covid-19 akan memiliki status warna hitam dalam aplikasi PeduliLindungi miliknya.

Terkait ini, PeduliLindungi berhasil mendeteksi terdapat 3.830 orang positif Covid-19 yang masih beraktivitas di tempat umum per 12 September 2021.

Budi mengatakan, semua yang terdeteksi positif Covid-19 melalui aplikasi PeduliLinduingi tersebut, langsung ditangani sesuai prosedur penanganan Covid-19.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak di Masa Pandemi Covid-19

Orang tua harus memantau pertumbuhan anak dengan melakukan pengukuran tinggi dan berat badan secara berkala.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Gandeng Pertamina Retail, Antis Edukasi Pengendara Jaga Protokol Kesehatan

Hand sanitizer, Antis menggandeng PT Pertamina Retail mengedukasi pengendara agar menjaga protokol kesehatan.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Update Covid-19: Hari ini 47 Meninggal

Tren penanganan Covid-19 terus membaik dengan indikator, antara lain, positivity rate tetap bertahan di bawah 1%

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Sentra Vaksinasi Prudential Dukung Percepatan Vaksinasi Nasional

Setelah enam bulan beroperasi, sentra vaksinasi Prudential Indonesia telah memberikan lebih dari 41.000 dosis vaksin kepada lebih dari 22.000 warga.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

220 Pasien Covid-19 Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

Data per hari ini, Sabtu (16/10/2021) pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran bertambah 8 orang dari hari sebelumnya sehingga menjadi 220.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Ini Satu-satunya Merek Masker Lokal dengan Teknologi Nano Silver dan Stopper

Kosmemask memecahkan rekor MURI dengan kategori “Masker Pertama yang Dilengkapi dengan Pengunci” dan juga kategori “Masker Pertama yang mengandung Nano Silver”.

KESEHATAN | 16 Oktober 2021


Satgas IDI: Karantina bagi Pelaku Perjalanan Internasional Bersifat Wajib

Karantina kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional bersifat wajib dan berlaku baik untuk WNI dan WNA

KESEHATAN | 16 Oktober 2021

Satgas: Hari Cuci Tangan Sedunia Jadi Momentum Kendalikan Covid-19

Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia dapat menjadi momentum untuk mengendalikan Covid-19 dengan cara mudah secara bersama-sama.

KESEHATAN | 15 Oktober 2021

2024, Sejumlah Kepala Daerah Sepakat Hentikan Total BABS

Sejumlah kepala daerah sepakat bahwa pada tahun 2024 mendatang kegiatan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tidak akan terjadi lagi.

KESEHATAN | 15 Oktober 2021


TAG POPULER

# Dodi Reza Alex Noerdin


# OJK


# Piala Thomas


# Pinjol Ilegal


# Kasus Covid-19



TERKINI
47 Negara Akan Gagal Capai Tingkat Kelaparan Rendah

47 Negara Akan Gagal Capai Tingkat Kelaparan Rendah

DUNIA | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings