Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Puskesra Kritik Produksi dan Distribusi Obat Covid-19

Selasa, 10 Agustus 2021 | 22:18 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Pusat Studi Kebijakan Kesehatan dan Kesejahteraan Rakyat (Puskesra) mengkritik pemerintah untuk mengawasi secara ketat produksi dan distribusi obat-obatan penanganan Covid-19. Pasalnya, potensi monopoli harga serta kelangkaan amatlah besar seiring permintaan obat Covid-19 yang makin tinggi.

Pemerintah juga harus memastikan adanya distribusi yang merata terhadap produksi obat-obatan untuk pasien Covid-19. Distribusitidak saja melibatkan perusahaan-perusahaan farmasi besar, melainkan memberikan peranan kepada perusahaan farmasi skala menengah ke bawah. Dengan demikian, produksi dan distribusi obat bisa makin masif serta roda ekonomi berputar.

Direktur Eksekutif Puskesra, Rafles Hasiholan menilai akibat tidak meratanya produksi dan distribusi obat-obatan penanganan Covid-19, rakyat kesulitan untuk mendapatkan obat di apotek-apotek kecil. Pernyataan ini disampaikan Rafles di Jakarta, Selasa (10/8/2021).

"Beberapa waktu lalu, kita dihebohkan dengan video Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melakukan sidak ke apotek kecil untuk mengecek persediaan obat-obatan untuk pasien Covid-19. Saat itu Presiden tidak menemukan satupun obat dan hanya ada beberapa multivitamin. Ini menjadi bukti nyata bahwa obat-obatan untuk pasien Covid-19 belum terdistribusi merata," kata dia.

Presiden kemudian menanyakan kepada Menteri Kesehatan kenapa obat-obatan penanganan Covid-19 tidak ada di apotek-apotek kecil tersebut. Menteri Kesehatan memberitahukan kepada Presiden bahwa obat-obatan Covid-19 dapat ditemukan di apotek-apotek tertentu milik BUMN dan perusahaan farmasi besar.

"Situasi yang dialami langsung oleh Presiden Jokowi menunjukkan gambaran nyata distribusi obat-obatan penanganan Covid-19 yang belum merata dan sepertinya dimonopoli oleh perusahaan-perusahaan besar saja. Padahal rakyat seharusnya dipermudah untuk dapat mengakses obat Covid-19," tegas Rafles.

Berdasarkan informasi yang Puskesra dapatkan, beberapa obat yang diproduksi oleh perusahaan farmasi besar ini harganya dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasaran. Selain itu terdapat juga obat yang disegel dan dilarang produksi oleh pihak BPOM.

"Kami mendapatkan informasi bahwa obat Ivermectin yang menjadi optional use dalam pengobatan Covid-19, saat ini peredarannya sudah sangat langka karena BPOM telah empat minggu menyegel dan melarang produksi obat tersebut dengan alasan adanya administrasi dan prosedur yang belum lengkap dari perusahaan terkait," kata Rafles.

Puskesra mempertanyakan lamanya proses administrasi yang dilakukan oleh BPOM, padahal situasi saat ini, penyebaran Covid-19 masih tinggi dan masyarakat sangat membutuhkan berbagai jenis obat-obatan penanganan Covid-19, termasuk Ivermectin.

"Bagaimana masyarakat dapat sembuh dari Covid-19 jika peredaran obat-obatan hanya dimonopoli perusahaan farmasi besar, dan institusi pemerintah seperti BPOM justru menghambat produksi obat-obatan untuk pasien Covid-19 seperti Ivermectin karena hal-hal administrasi," lanjutnya.

Puskesra meminta Pemerintah melalui Kemenkes, BPOM, dan institusi lainnya untuk memperkuat industri farmasi dan obat-obatan dalam negeri di masa pandemi Covid-19.

Sebelumnya Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad mengaku heran dengan tidak adanya obat-obatan terapi Covid-19 di salah satu apotek saat Presiden Jokowi sidak di Bogor, Jawa Barat.

Dasco menyampaikan, obat-obatan penanganan Covid-19 yang dicari oleh presiden tersebut sebagian besar adalah produk BUMN Farmasi seperti Oseltamivir produksi Indofarma, Favipiravir, dan Azithromycin produksi Kimia Farma.

Sempat viral beberapa waktu lalu, video Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ditelepon langsung Presiden Jokowi (23/7). Jokowi ketika itu melakukan sidak di salah satu apotek di Bogor. Jokowi ingin memastikan apakah obat-obatan untuk Covid-19 masih tersedia di Kota Bogor. Baik itu apotek kecil maupun apotek besar.

Adapun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memblokir salah satu produsen obat Ivermectin, PT Harsen Laboratories. BPOM menyatakan sedang memeriksa perusahaan itu atas dugaan pelanggaran produksi, hingga distribusi obat-obatan yang bisa membantu proses penyembuhan Covid-19 itu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Libur Nataru, Kasus Covid-19 Diprediksi Naik 70.000-400.000

Kasus Covid -19 gelombang ketiga pada libur Nataru diprediksi bisa mencapai 400.000 dengan menggunakan skenario terburuk dan 70.000 dengan skenario moderat

KESEHATAN | 29 November 2021

KKP Bandara Soetta Belum Temukan Varian Omicron

Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta memastikan belum menemukan varian Omicron.

KESEHATAN | 29 November 2021

Ada Omicron, MPR Minta Seluruh Pihak Jangan Abai Prokes

Ketua MPR, Bamsoet meminta masyarakat jangan abai menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebaran varian baru Covid-19, omicron.

KESEHATAN | 29 November 2021

Natal, Pengurus Gereja Wajib Siapkan Petugas Awasi Prokes

Setiap pengurus dan pengelola gereja berkewajiban untuk menyiapkan petugas untuk mengawasi protokol kesehatan (prokes) pada saat Hari Natal mendatang

KESEHATAN | 29 November 2021

Kepatuhan Prokes Menurun

Dalam dua minggu terakhir ini kepatuhan protokol kesehatan (prokes) memakai masker dan menjaga jarak menurun

KESEHATAN | 29 November 2021

Tips Hindari Makan Berlebihan Saat Liburan

Salah satu cara menghindari makanan yang tidak sehat pada hidangan liburan dengan menambahkan lebih banyak protein ke dalam setiap makanan.

KESEHATAN | 29 November 2021

Kasus Aktif Covid-19 Saat Ini 0,19%

Kondisi kasus Covid-19 Indonesia dibandingkan dengan dunia menunjukan posisi Indonesia relatif lebih baik, yakni 0,19%

KESEHATAN | 29 November 2021

Prokes Jadi Kunci Utama Cegah Varian Omicron

Dewi Nur Aisyah mengatakan, protokol kesehatan (prokes) kunci utama cegah penularan Covid-19 termasuk varian Omicron

KESEHATAN | 29 November 2021

Dampak Omicron terhadap Efikasi Vaksin Masih Diteliti

Dampak varian Omicron terhadap efikasi Covid-19 yang digunakan saat ini masih dalam tahap penelitian para ahli

KESEHATAN | 29 November 2021

Saat Ini Kebijakan Vaksin Booster Hanya untuk Nakes

Hingga saat ini kebijakan vaksin booster memprioritaskan kelompok yang berisiko tinggi yaitu tenaga kesehatan (nakes).

KESEHATAN | 29 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Dinilai Tidak Adil, Anies Kirim Surat ke Menaker

Dinilai Tidak Adil, Anies Kirim Surat ke Menaker

MEGAPOLITAN | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings