Logo BeritaSatu

Memerangi Hoax Covid-19 di Kalangan Ibu Menyusui

Kamis, 5 Agustus 2021 | 11:44 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA

Jakarta, Beritasatu.com – Hasil penelitian cross-sectional secara daring yang dilakukan Health Collaborative Center (HCC) menemukan fakta bahwa 62% tenaga kesehatan (nakes) di layanan primer di Indonesia mengaku kesulitan mempertahankan ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama masa pandemi Covid-19 karena banyak faktor, salah satunya adalah hoax atau berita bohong.

Menurut Peneliti Utama sekaligus Founder & Chairman HCC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, dalam peringatan “Pekan ASI Sedunia” bertemakan “Lindungi ASI Tanggungjawab Bersama” pada Rabu (4/8), masalah hoax telah menjadi halangan untuk ibu bisa percaya dengan nakes. Bahkan para ibu lebih percaya dengan broadcast whatsapp dan artikel yang tidak jelas sumbernya.

Hoax yang paling sering adalah soal Covid bisa menular lewat ASI, itu yang dikhawatirkan. Ini hoax terbesar dan WHO telah mengatakan sebaliknya, malah dalam ASI pada ibu yang terkonfirmasi positif memiliki antibodi khusus. Tidak pernah ada satupun dari banyak penelitian bahwa terdapat virus di ASI, bahkan asi bisa membantu mempercepat recovery pada bayi. Untuk mencegah ibu-ibu yang lebih percaya hoax makanya harus ada pelatihan infodemik demi melindungi ibu-ibu agar bisa memberikan asi secara eksklusif,” ujar dia.

Dr Ray pun menyampaikan tips-tips aman bagi ibu untuk memberikan ASI di tengah pandemi Covid-19:

1. Apabila ibu dan anak tidak terkonfimasi positif Covid maka ibu bisa secara langsung memberikan ASI, dan bisa dipompa jika volumenya berlebih.

2. Apabila ibu terkonfirmasi positif dengan gejala ringan dan bayinya negatif maka keduanya tetap tidak boleh dirawat gabung. Sedangkan untuk pemberian ASI secara langsung, ibu harus memakai alat pelindung diri (APD) lengkap dan tidak ada kegiatan verbal. Jika masih ragu karena untuk kebaikan anak maka sebaiknya ASI dipompa lalu diberikan lewat perantara keluarga di rumah yang tidak terkonfirmasi positif.

3. Jangan lupa untuk mensterilisasi botol susu terlebih dahulu sebelum diberikan kepada anak. Hal ini bisa dilakukan dengan alat sterilisasi yang sudah ada di pasaran atau cukup merebusnya pada suhu minimal 80 derajat Celcius selama 5 menit.

4. Untuk ibu dan anak yang terkonfimasi positif Covid-19 dapat dirawat gabung bila menjalani isolasi mandiri. Namun, jika keduanya mengalami gejala berat, khususnya pada bayi harus dtangani di rumah sakit.

5. Mewujudkan fasilitas rawat gabung untuk ibu dan anak yang terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga bisa menyusui secara langsung. Jika ibu memiliki gejala batuk maka diharuskan untuk memakai masker dan dilarang untuk berbicara.

Sebagai informasi, penelitian mendalam yang dilakukan HCC juga mengungkapkan dua analisis yang dihadapi para nakes. Pertama, 57% merasa tidak adanya fasilitas khusus untuk pelayanan ANC (ante natal care) secara daring/telemedicine selama pandemi.

“Ini bisa dilihat, semua kegiatan pelatihan dihentikan karena negara sedang fokus untuk melawan Covid, yang mana semua orang setuju akan hal ini. Namun, pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya ibu hamil dan menyusui juga harus mulai ditanggapi dengan baik. Dengan adanya penelitian ini bisa membantu masalah ini tidak dipandang sebelah mata oleh negara. Sulitnya akses langsung untuk para ibu dan nakes mengenai pelatihan laktasi ini membuat upaya mempertahankan pemberian ASI Eksklusif terganggu,” kata Dr Ray.

Analisis kedua, lanjut dia, merupakan hal yang sangat mengejutkan karena para nakes tidak mendapat pelatihan manajemen laktasi untuk pandemi. Sebanyak 42% kurang adanya ketersedian informasi tentang menyusui, padahal ini merupakan indikasi kehidupan awal untuk bayi. Karena 1.000 hari pertama di kehidupan awal bisa menetukan kehiduan anak di kemudian hari.

Untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi para nakes, Dr Ray memberikan empat rekomendasi:

1. Praktiknya tetap harus dilakukan. Harus ada kesediaan waktu untuk WA dan telpon. Dokter melihat bahwa hanya dengan telpon dan sms bisa mempertahankan attitude ibu untuk tetap melakukan laktasi, jadi mereka tetap bisa mendapatkan info pelatihan tanpa perlu keluar.

2. Saran yang paling efektif (harus tetap ada konseling). Sering sekali ibu-ibu mengeluh pada nakes karena berita yang dia peroleh merupakan berita hoax dan mengatakan untuk tidak memberikan ASI saat ini. Padahal pemberian ASI malah bisa membantu keduanya untuk pulih dari gejala Covid-19 dengan cepat.

3. Kebijakan ketat dalam pengendalian hoax. Nakes perlu mendapatkan pelatihan infodemik untuk menangani hal ini. Penting sekali adanya modul pelatihan laktasi di masa pandemi, dan juga modul pelatihan infodemik.

“Perlu ada inovasi fasilitas pelayanan dan konseling yang harusnya lebih bersahabat untuk ibu dan bayi. Dengan memperluas pelayanan ibu menyusui, jika memungkinkan dibuatkan posyandu daring. Mungkin juga bisa menggunakan Aplikasi khusus karena sudah banyak instrumen online yang bisa diupayakan. Perangi hoax dengan pelayanan secara online juga. Kita harus bantu ibu dan anak menyusui selain aspek Covid, karena nakes mulai kewalahan terlebih adanya hoax,” ungkap Dr Ray.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Aster Kasad Berharap Jajaran TNI AD Mampu Adaptif, Aktual dan Responsif

Aster Kasad, Mayjen TNI Karmin Suharna meminta Apkowil TNI AD tidak terlalu buta dengan perkembangan ekonomi secara global.

NEWS | 6 Oktober 2022

Bertemu Ketua Parlemen Ukraina, Puan Dorong Perdamaian dengan Rusia

Bertemu Ketua Parlemen Ukraina, Puan Maharani mendorong agar terciptanya perdamaian antara Ukraina dan Rusia yang hingga kini masih berperang.

NEWS | 6 Oktober 2022

TerateCash Wadahi Jutaan Pesilat PSHT dalam Aplikasi

PT Infesta Teknologi Indonesia merilis aplikasi TerateCash sebagai wadah anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

NEWS | 5 Oktober 2022

Nasdem Capreskan Anies, Airlangga Sebut Golkar Fokus KIB

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto angkat bicara soal langkah Partai Nasdem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024

NEWS | 5 Oktober 2022

Usut Tragedi Kanjuruhan, TGIPF Mulai Terjun ke Malang

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) mulai terjun ke lapangan dalam rangka mengusut tragedi Kanjuruhan

NEWS | 5 Oktober 2022

Pesparani Katolik II Siap Digelar di Kupang

Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Nasional II siap digelar di Kupang pada 28 - 31 Oktober 2022 mendatang

NEWS | 5 Oktober 2022

Segera Disidang, Pengacara Harap Bharada E Bisa Bebas

Pengacara Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Ronny Talapessy mengungkapkan harapannya menjelang persidangan yaitu bisa bebas

NEWS | 5 Oktober 2022

Jokowi: MK Pilar Utama Penegakan Keadilan Konstitusional

Jokowi mengatakan, Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan pilar utama dalam menegakkan constitutional justice (keadilan konstitusional)

NEWS | 5 Oktober 2022

Deputi Pencegahan KPK Diadukan ke Dewas, soal Apa?

Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan diadukan ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK

NEWS | 5 Oktober 2022

Kesal Penggugat Tak Hadir, Artis Jessica Iskandar Ngamuk di PN Jaksel

Artis Jessica Iskandar tak bisa membendung kekesalannya kepada penggugatnya, Christopher Steffanus Budianto atau Stefan karena tak hadir di PN Jaksel

NEWS | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kenalkan Alessa, PPM Ramaikan Pasar Motor Listrik Nasional

Kenalkan Alessa, PPM Ramaikan Pasar Motor Listrik Nasional

OTOMOTIF | 16 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings