Logo BeritaSatu

62% Nakes Indonesia Kesulitan Pertahankan Ibu Memberikan ASI Eksklusif

Kamis, 5 Agustus 2021 | 11:24 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA

Jakarta, Beritasatu.com – Hasil penelitian cross-sectional secara daring yang dilakukan Health Collaborative Center (HCC) menemukan fakta bahwa 62% tenaga kesehatan di layanan primer di Indonesia mengaku kesulitan mempertahankan ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama masa pandemi Covid-19 karena banyak faktor.

Peneliti Utama sekaligus Founder & Chairman HCC, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, menyebutkan temuan penelitian ini antiklimaks dari momentum “Pekan ASI Sedunia” yang mengusung tema “Lindungi ASI Tanggungjawab Bersama”.

“Penelitian kami menemukan data bahwa ternyata selama pandemi Covid-19, para tenaga kesehatan terutama di layanan primer mengakui kesulitan mempertahankan ibu untuk menyusui karena ketidaktersediaannya layanan antenatal care atau pemantauan kehamilan dan menyusui secara daring. Sementara itu, hampir 50% pasien ibu hamil dan menyusui memutuskan untuk mengurangi jumlah kunjungan serta posyandu dan puskesmas mengurangi pelayanan ibu hamil dan menyusui. Akibatnya kesempatan konseling laktasi terganggu. Ini bisa akibatkan ibu menyusui gagal ASI eksklusif karena penelitian membuktikan peran tenaga kesehatan sangat kritikal dalam keberhasilan menyusui,” demikian penjelasan Dr. Ray dalam pemaparan “Hasil Penelitian Kesiapan Tenaga Kesehatan Indonesia Sukseskan ASI Selama Pandemi” pada Rabu (4/8).

Dr Ray menyebutkan bahwa dari temuan dan analisis statistik penting penelitian ini, terdapat 57% fasilitas kesehatan layanan primer yang tidak memiliki pelayanan antenatal care daring/ telemedicine selama pandemi Covid-19 sehingga berisiko 1,4 kali lebih besar ganggu pelayanan laktasi dan kesehatan ibu anak. Kemudian sebanyak 66% tenaga kesehatan di layanan primer ini ternyata tidak pernah mendapatkan pelatihan menyusui khusus manajemen laktasi untuk pandemi sehingga berisiko 1,2 kali lebih besar risiko ganggu pelayanan laktasi dan kesehatan ibu anak.

Selain itu, 42% mengakui tidak ada ketersediaan informasi tentang menyusui yang aman selama masa pandemi di fasilitas kesehatan mereka bertugas; dan sebanyak 64% fasilitas kesehatan primer tidak punya fasilitas menyusui khusus pasien Covid-19.

“Statistik tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh layanan antenatal care selama pandemi serta adanya pelatihan dan sosialisasi mendasar terkait proses menyusui untuk dokter, bidan praktik mandiri dan tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit tingkat sehingga bila aspek fasilitas antenatal care dan pelatihan tenaga kesehatan selama pandemi terlewatkan maka konsekuensinya adalah ancaman turunnya angka ASI eksklusif Indonesia, dan ini adalah potensi risiko kesehatan jangka panjang,” kata dia.

Penelitian tentang kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan dalam proses menyusui ini dilakukan oleh tim Dr. Ray Wagiu Basrowi bersama Dr. Levina Chandra Khoe, MPH dan Qisty melalui survei daring selama periode Februari-Mei 2021. Sebanyak 1.004 tenaga kesehatan berpartisipasi, mayoritas bidan serta dokter umum, dan 45% adalah tenaga kesehatan layanan primer yang bekerja di Puskesmas serta 17% bidan praktik mandiri dari 22 provinsi di Indonesia.

Tim peneliti HCC memberi rekomendasi terkait hasil penelitian ini. Terkait praktik konsultasi pemberian ASI eksklusif selama pandemi Covid-19, kompilasi deskriptif penelitian ini menyimpulkan penting untuk melakukan sistem penjadwalan kunjungan yang telah disepakati ibu sebelumnya, kemudian opsi lain adalah melalui kunjungan rumah atau juga melalui konseling daring seperti Whatsapp/SMS dan telepon.

Saran inovasi antenatal care serta konseling menyusui selama pandemi yang juga diperoleh dari respons para tenaga kesehatan diantaranya fasilitas telemedicine/konsultasi daring yang mudah digunakan dan bebas biaya/gratis tersedia, posyandu daring, kelas ibu menyusui daring, instrumen (contoh: aplikasi ponsel, kalender online) pengawasan ibu hamil dan menyusui berbasis daring.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pekan Ini Airlangga Akan Bertemu Puan Maharani

Ketua DPP PDIP Puan Maharani melanjutkan safari politik dalam pekan ini dengan mengunjungi Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto

NEWS | 5 Oktober 2022

Aster Kasad Berharap Jajaran TNI AD Mampu Adaptif, Aktual dan Responsif

Aster Kasad, Mayjen TNI Karmin Suharna meminta Apkowil TNI AD tidak terlalu buta dengan perkembangan ekonomi secara global.

NEWS | 6 Oktober 2022

Bertemu Ketua Parlemen Ukraina, Puan Dorong Perdamaian dengan Rusia

Bertemu Ketua Parlemen Ukraina, Puan Maharani mendorong agar terciptanya perdamaian antara Ukraina dan Rusia yang hingga kini masih berperang.

NEWS | 6 Oktober 2022

TerateCash Wadahi Jutaan Pesilat PSHT dalam Aplikasi

PT Infesta Teknologi Indonesia merilis aplikasi TerateCash sebagai wadah anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

NEWS | 5 Oktober 2022

Nasdem Capreskan Anies, Airlangga Sebut Golkar Fokus KIB

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto angkat bicara soal langkah Partai Nasdem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024

NEWS | 5 Oktober 2022

Usut Tragedi Kanjuruhan, TGIPF Mulai Terjun ke Malang

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) mulai terjun ke lapangan dalam rangka mengusut tragedi Kanjuruhan

NEWS | 5 Oktober 2022

Pesparani Katolik II Siap Digelar di Kupang

Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Nasional II siap digelar di Kupang pada 28 - 31 Oktober 2022 mendatang

NEWS | 5 Oktober 2022

Segera Disidang, Pengacara Harap Bharada E Bisa Bebas

Pengacara Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Ronny Talapessy mengungkapkan harapannya menjelang persidangan yaitu bisa bebas

NEWS | 5 Oktober 2022

Jokowi: MK Pilar Utama Penegakan Keadilan Konstitusional

Jokowi mengatakan, Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan pilar utama dalam menegakkan constitutional justice (keadilan konstitusional)

NEWS | 5 Oktober 2022

Deputi Pencegahan KPK Diadukan ke Dewas, soal Apa?

Deputi Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan diadukan ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK

NEWS | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pekan Ini Airlangga Akan Bertemu Puan Maharani

Pekan Ini Airlangga Akan Bertemu Puan Maharani

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings