Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Covid-19 Varian Delta, Harus Dikhawatirkan?

Minggu, 20 Juni 2021 | 18:26 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi virus Corona SARS-CoV-2 belum juga berlalu kendati lebih dari satu tahun muncul di Tanah Air. Seperti diketahui penyakit yang umum disebut dengan Covid-19 atau Coronavirus Disease 2019 ini pertama kali diumumkan pemerintah pada Senin 2 Maret 2020 lalu. Kini setelah 15 bulan lebih berlalu, Covid-19 belum juga sirna dari bumi Indonesia.

Setahun berlalu, Covid-19 kini justru bermutasi menjadi lebih berbahaya dari sebelumnya. Salah satu varian yang menjadi perhatian adalah varian Delta atau B.1.617.2 yang berasal dari India. Mutasi virus ini terjadi karena mekanisme pertahanan diri dari virus corona. Pada saat ini telah ditemukan empat variant of concernatau varian yang diperhatikan perkembangannya di mana varian Delta ini menjadi salah satu yang paling mengkhawatirkan.

Berikut sekelumit mengenai varian Delta seperti dikutip dari ABC:
1. Varian Delta merupakan varian yang menular lebih cepat dibandingkan varian lainnya.
2. Lebih menginfeksi ketimbang varian lain
3. Lebih tahan terhadap kontrol serta pencegahan protokol kesehatan seperti isolasi
4. Menimbulkan gejala yang lebih parah serta bervariasi pada pasien
5. Menular lebih mudah pada anak-anak

Mengkhawatirkannya varian Delta ini membuat otoritas kesehatan Amerika Serikat atau CDC menyatakan bahwa varian ini merupakan varian yang menular dengan sangat cepat. Seperti dikutip dari The Guardian, varian Delta saat ini tengah menghantam Inggris Raya di mana jumlah kasus varian ini meningkat hingga 75.953 hingga Jumat (18/6/2021) - di mana 99% kasus baru Covid-19, disebabkan karena varian ini.

Meningkatnya kasus Covid-19 di Inggris Raya karena varian Delta membuat upaya pembukaan kembali dapat tertunda selama 4 atau 5 pekan. Serbuan varian Delta dikombinasikan dengan relaksasi pembatasan di Inggris diyakini menjadi biang keladi kenaikan kasus Covid-19 di Inggris Raya selama beberapa pekan terakhir. Varian Delta ini membuat rencana PM Inggris Boris Johnson menunda pembukaan penuh pembatasan Covid-19 yang semula dijadwalkan pada 21 Juni mendatang.

Sementara itu di AS, varian Delta hingga Jumat (18/6/2021) telah menyumbangkan 10% dari seluruh kasus di negara Paman Sam. Padahal pada 22 Mei kasus Covid-19 yang disebabkan varian Delta ini hanya 2,7% saja.

Inilah mengapa CDC mengklasifikasikan varian Delta sebagai variant of concern, di mana varian ini membawa risiko penyakit yang lebih parah serta lebih mudah menular.

Gejala dari varian Delta ini adalah:
• Mual dan muntah
• Kehilangan nafsu makan
• Diare dan sakit perut
• Nyeri pada persendian
• Terjadi gangguan pendengaran
• Pembekuan darah
• Terjadi jaringan yang mati akibat infeksi atau kekurangan darah

Menurut data yang dikutip dari The Guardian, saat ini varian Delta telah menyebar ke 74 negara. Varian Delta terkonfirmasi menyebar di Tiongkok, Amerika Serikat, Afrika, Skandinavia serta negara-negara di Pasifik serta tentunya di Tanah Air. Menurut Ashish Jha, Dekan Kesehatan Publik di Universitas Brown, AS menyatakan bahwa varian Delta adalah varian Covid-19 yang paling menular hingga saat ini.

Varian Delta bahkan diberitakan telah berubah menjadi varian Delta Plus atau B1617.2 yang merupakan bentuk baru dari varian tersebut. Hingga saat ini belum ada indikasi bahwa varian serta mutasi Delta Plus itu dapat memicu gejala yang lebih parah. Berdasarkan pernyataan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siti Nadia Tarmizi hingga saat ini varian yang sudah dideteksi di Indonesia adalah B1617 atau varian Delta. Sedangkan untuk Delta Plus mutasi pada protein K417N atau B1617.2 belum ditemukan di Tanah Air.

Nadia menyebutkan, untuk mendeteksi varian baru, pemeriksaan sampel menggunakan Whole Genome Sequencing (WGS). Namun, sifatnya monitor sehingga bentuknya surveilans bukan pemeriksaan rutin.

Sementara mengatasi mutasi varian baru, Nadia mengimbau masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan (prokes). Selain itu, pemerintah fokus pada deteksi dini kasus melalui 3T yaitu testing, tracing, dan treatment. Kemudian, mempercepat vaksinasi.

“Kita tahu sampai sekarang ini Covid-19 belum ada obatnya. Jadi pengobatan yang diberikan adalah lebih pada menangani gejala yang ditimbulkan,” paparnya.

Selanjutnya, Nadia mengatakan, varian baru atau mutasi virus sebetulnya banyak sekali, karena sejatinya virus mengalami mutasi. Akan tetapi, sejauh ini World Health Organization (WHO) memasukan 2 kategori, yakni variant of interest (VOI) atau mutasi yang perlu diamati dan variant of consent (VOC) atau mutasi yang benar-benar harus secara hati-hati ditindaklanjuti.

“Kalau varian Delta menyebabkan penularan, kalau Delta Plus ini baru informasi dari negara India saja. Jadi kita tunggu rekomendasi lebih lanjut setidaknya dari WHO,” pungkas Nadia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penerima Vaksin Covid-19 Dosis Pertama Capai 23 Juta Orang

Secara keseluruhan pemerintah menargetkan 181,5 juta penduduk Indonesia akan menerima vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 20 Juni 2021

Epidemiolog Dukung Wacana Gubernur DIY Terapkan Lockdown

Dicky menyebutkan, kewenangan pemda melakukan membuat kebijakan lockdown ataupun karantina wilayah ini sudah ditetapkan dalam undang-undang karantina wilayah.

KESEHATAN | 20 Juni 2021

Begini Cara Bangun Rasa Percaya Diri Penyintas Kanker Anak

Pengobatan yang terbilang melelahkan telah dijalani penyintas kanker anak.

KESEHATAN | 20 Juni 2021

Antisipasi Vaksinasi Palsu, Kemkes Minta Masyarakat Cek di Aplikasi Peduli Lindungi

Kemkes mengimbau masyarakat untuk mengecek status siap vaksinasi pada aplikasi https://pedulilindungi.id/.

KESEHATAN | 20 Juni 2021

Update Covid-19: Tambah 13.737, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.989.909

Kasus aktif naik 6.981 sehingga total menjadi 142.719. Adapun jumlah suspect sebanyak 121.684.

KESEHATAN | 20 Juni 2021

Tahap ke-17, Indonesia Kedatangan 10 Juta Vaksin Sinovac

Indonesia kedatangan vaksin tahap ke-17 dengan jumlah 10 juta dalam bentuk bulk atau bahan baku produksi Sinovac.

KESEHATAN | 20 Juni 2021

Setelah Pasang Ring, Masih Bisa Kena Serangan Jantung?

Serangan jantung setelah pemasangan ring terjadi karena beberapa penyebab. Salah satunya, faktor ketaatan pasien.

KESEHATAN | 20 Juni 2021

Firdaus Ali: Air Minum Galon Bermerek Aman Dikonsumsi

Air minum dalam kemasan galon tersebut telah mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sesuai dengan standar nasional.

KESEHATAN | 20 Juni 2021

Vaksin yang Disediakan Kemkes Terjamin Keamanan, Efikasi, dan Mutu

Pemenuhan semua aspektersebut ditandai dengan adanya penerbitan emergency use authorization (EUA) atau izin edar dari produk vaksin tersebut.

KESEHATAN | 20 Juni 2021

Indonesia Kedatangan Bahan Baku 10 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Pemerintah mendatangkan sebanyak 10 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac asal Tiongkok dalam bentuk bulk atau bahan baku.

KESEHATAN | 20 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS