Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pakar: Vaksin Nusantara yang Asli Indonesia Hanya Sampel Darah

Selasa, 27 April 2021 | 05:06 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Dosen dan peneliti vaksin dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA (K), Msi, menepis anggapan sejumlah pihak yang menyebut vaksin Nusantara sebagai karya asli Indonesia.

Menurutnya, fakta berbicara lain. Sebagaimana diungkapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahwa semua bahan pembuatan vaksin Nusantara berasal dari Amerika Serikat (AS). Penelitian vaksin Nusantara juga dilakukan oleh warga Amerika dari AIVITA Biomedica, Inc.

“Ini begitu heboh, yang komentar sejak awal politisi. Ini asli Indonesia, semua bahan Indonesia. Tapi ketika dikaji BPOM, bahan buatan Amerika. Ide pun bukan asli Indonesia, yang asli hanya darah orang Indonesia, tapi untuk membiakkan sel dendritik dari Amerika, antigen dari Amerika,” kata Soedjatmiko dalam diskusi virtual bertajuk “Menguak Problematika Vaksin Nusantara” yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, Senin (26/4/2021).

Soedjatmiko, yang juga anggota Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), mengatakan kata “Nusantara” sendiri sudah menimbulkan polemik karena kenyataannya mulai dari bahan baku sampai peneliti diimpor dari Amerika.

Soedjatmiko menilai perdebatan vaksin Nusantara tidak akan pernah ketemu karena perbedaan pendapat dilakukan di tataran politik. Dari kubu akademisi, sejumlah pendukung vaksin Nusantara tidak mempunyai latar belakang penelitian imunologi. “Sebaiknya yang komentar adalah orang yang memang mengerti bidangnya. Jangan seolah-olah jadi ahli vaksin,” katanya.

Soedjatmiko mengatakan semua vaksin sebenarnya menggunakan peran atau merangsang sel dendritk di dalam tubuh. Perbedaannya, vaksin Nusantara melakukan pengambilan darah, sehingga sel dendritik dikerjakan di luar tubuh dan diberi paparan antigen virus Covid-19, kemudian dimasukkan kembali ke dalam tubuh manusia.

“Proses ini mengandung risiko, sedangkan vaksin lain, disuntikkan lalu ketemu sel dendritik (di tubuh manusia), dan seterusnya. Jadi konsep sel dendritik bukan sesuatu yang mewah,” ujarnya.

Soedjatmiko juga tidak setuju penyebutan “vaksin” pada vaksin Nusantara. Vaksin dari sel dendritik itu awalnya dipakai untuk terapi kanker. Sifat vaksin dendritik juga individual karena sampel darah diambil orang per orang, sehingga dipertanyakan kemampuannya sebagai vaksin untuk mengatasi kondisi pandemi secara cepat.

“Penelitian dilanjutkan silakan saja.Tapi kalau dibilang ‘Nusantara’, nanti dulu. Dibilang vaksin, nanti dulu. Jadi tampaknya namanya akan berubah apakah sel terapi? Kembali ke aslinya sel dendritik untuk sel terapi, bukan untuk vaksin,” tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BEM UI: Politisasi Vaksin Nusantara Bikin Masyarakat Suuzan

BEM UI menegaskan, polemik vaksin Nusantara harus jadi pelajaran penting agar jangan sampai ada politisasi dalam kaidah ilmiah.

KESEHATAN | 26 April 2021

Satgas: Kasus Covid-19 Nasional Masih Terkendali

Satgas menyatakan bahwa kasus Covid-19 secara nasional masih relatif terkendali.

KESEHATAN | 26 April 2021

Menlu: Perang Melawan Covid-19 Masih Jauh dari Selesai

Menurut Retno, semua pihak harus selalu mencermati perkembangan Covid-19 di dunia dan belajar dari kejadian-kejadian pandemi Covid-19 di banyak negara.

KESEHATAN | 26 April 2021

Gigih Sediakan Vaksin, Indonesia Jadi Negara Ketiga Jumlah Vaksinasi Terbesar

Pemerintah Indonesia terus gigih dan bekerja keras agar ketersediaan vaksin Covid-19 bagi masyarakat Indonesia dapat tercukupi.

KESEHATAN | 26 April 2021

Menlu Bersyukur Indonesia Terima 3,8 Juta Dosis Vaksin Astrazeneca

Pengiriman vaksin batch pertama dari jalur multilateral melalui Covax Facility telah diterima Indonesia pada 3 Maret 2021, sebesar 1,1 juta dosis.

KESEHATAN | 26 April 2021

Kenali Seputar Hernia pada Anak



Hernia Umbilikalis, paling sering terjadi pada bayi dengan berat badan lahir rendah dan bayi yang terlahir prematur.

KESEHATAN | 26 April 2021

BPOM Minta Industri Kental Manis Ubah Label Kemasan

BPOM menyurati semua produsen dan importir/distributor produk kental manis dan krimer kental manis agar mengubah label kemasan.

KESEHATAN | 26 April 2021

Vaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap di Indonesia Capai 7 Juta

Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah orang yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis lengkap sampai Senin (26/4/2021) telah mencapai 7 juta lebih.

KESEHATAN | 26 April 2021

Update Tes Covid-19, Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 51.878

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Senin (26/4/2021) jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa sebanyak 51.878.

KESEHATAN | 26 April 2021

Ketua Satgas Covid-19 Imbau Masyarakat Jaga Momentum Positif Pengendalian Pandemi

Doni mengajak pemerintah daerah beserta elemen terkait pendukungnya untuk meningkatkan kewaspadaan dengan lebih mengarahkan kedisiplinan protokol kesehatan.

KESEHATAN | 26 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS