Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ahli: Efektivitas dan Efikasi Vaksin Nusantara Sulit Diukur

Kamis, 15 April 2021 | 21:53 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Ahli Biologi Molekuler, Ahmad Utomo mengatakan, sangat sulit mengukur efektivitas dan efikasi vaksin Nusantara dapat menahan gejala pasca efikasi Covid-19. Pasalnya, metode digunakan dalam vaksin Nusantara ini memunculkan imunitas seluler setiap orang berbeda. Padahal nilai efikasi menjadi penentu kelayakan vaksin.

Ahmad menyebutkan, efikasi ini memiliki standar tersendiri, yakni World Health Organization (WHO) telah menetapkan minimal efikasi 50%, sementara vaksin Nusantara sulit untuk menentukan efikasi.

“Untuk pendekatan seperti ini bagaimana mengukurnya, kecuali semua individu yang disuntik, kira-kira 4 minggu mereka harus datang semua mau dipaparkan secara sengaja dengan partikel virus SARS-CoV-2 beneran. Karena masih punya kadar imun yang berbeda-beda,” kata Ahmad saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (15/3/2021).

Ahmad menyebutkan, menggunakan sel dendritik ini bisa diukur efikasi hanya pada pengobatan kanker. Sedangkan untuk vaksin Covid-19 ini akan sulit karena orang yang diambil selnya bukan orang sakit.

Selanjutnya, Ahmad menyebutkan, respon imun vaksin dengan sel dendritik ini cenderung menimbulkan imunitas seluler, bukan imunitas humoral atau pembentukan antibodi.

“Dalam tahap uji klinis fase 1 yang lalu, tidak jelas berapa persentase relawan yang memunculkan antibodi. Padahal antibodi penting untuk menyergap virus,” ucap dia.

Ia menyebutkan, apabila benar mayoritas relawan uji klinis fase 1 memunculkan neutralizing antibodi, maka ini menjadi tidak lazim karena umumnya produksi vaksin dendritik memunculkan respon seluler bukan humoral atau antibodi. Hal tersebut kata dia perlu ada penjelasan dari tim pengembang Vaksin Nusantara. “Tentu perlu penjelasan kok bisa berbeda dari kelaziman,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BPOM: Vaksin Nusantara Tidak Lakukan Uji Praklinik

BPOM menemukan bahwa vaksin Nusantara tidak didahului oleh uji praklinik sebagai protokol penting untuk vaksin yang aman.

KESEHATAN | 15 April 2021

Ahli: Pengembangan Vaksin Nusantara Bukan Inovasi Anak Bangsa

Pengembangan vaksin Nusantara tidak dapat dikatakan inovasi anak bangsa pasalnya, inovasinya berasal dari Aivita Biomedica Inc, Amerika Serikat.

KESEHATAN | 15 April 2021

Kulit Kehilangan Elastisitas Seiring Bertambahnya Usia

Tidak hanya jerawat dan flek hitam, polusi juga menyebabkan kulit juga lebih cepat mengalami penuaan dini dan kehilangan elastisitas.

KESEHATAN | 15 April 2021

Tingkatkan Kepatuhan Badan Usaha, BPJS Kesehatan Sinergi Data dengan Kemnaker

BPJS Kesehatan akan optimalkan integrasi data dan aplikasi Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan (WLKP) dengan aplikasi Perluasan Kepesertaan Pekerja.

KESEHATAN | 15 April 2021

5.713.404 Warga Indonesia Telah Divaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan sebanyak 5.713.404 warga Indonesia telah mendapatkan dosis vaksinasi Covid-19 secara lengkap.

KESEHATAN | 15 April 2021

BPOM: 71,4% Subjek Uji Klinik Fase I Vaksin Nusantara Alami Kejadian Tak Diinginkan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan rilis terkait dengan uji klinik Vaksin Nusantara.

KESEHATAN | 15 April 2021

Pentingnya Jaga Imunitas Saat Ramadan

Konsumsi herbal habbatussauda, meniran, dan jahe juga bisa menjadi alternatif dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan meningkatkan imunitas di bulan Ramadan.

KESEHATAN | 15 April 2021

Update Tes Covid-19, Jumlah Spesimen Diperiksa Hari Ini 74.583

Kementerian Kesehatan melaporkan hari ini, Selasa (13/4/2021) jumlah spesimen Covid-19 yang diperiksa sebanyak 74.583.

KESEHATAN | 15 April 2021

Update Covid-19: Tambah 6.177, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.589.359

Kementerian Kesehatan melaporkan kasus harian Covid-19 di Indonesia Kamis (15/4/2021) sebanyak 6.177. Total kasus positif di Indonesia menjadi 1.589.359.

KESEHATAN | 15 April 2021

Meski Ada Vaksin, Mendagri Imbau Masyarakat Tak Lengah Terapkan Protokol Kesehatan

Tito mengatakan, masyarakat patut bersyukur atas menurunnya tren penularan Covid-19, dengan angka kesembuhan yang menggembirakan.

KESEHATAN | 15 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS