Logo BeritaSatu

Kemkes: Mutasi E484K dari Varian yang Ada Saat Ini Tidak Berbahaya

Kamis, 15 April 2021 | 05:20 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, E484K merupakan hasil mutasi dari varian virus Covid-19 yang telah ada saat ini. Ada tiga varian menjadi perhatian Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) yakni virus B117, B1351, dan P1.

Nadia menjelaskan, varian baru virus Covid-19 ini cepat menular dan ada yang menurunkan efikasi vaksin Covid-19. Dijelaskan Nadia, E484K di Indonesia baru terjadi mutasi dari varian sudah ada sebelumnya dan belum dapat disebutkan varian baru karena hanya ditemukan dalam satu sampel. Kabar baiknya, mutasi tersebut tidak mematikan.

“Kita menemukan mutasi tersebut di salah satu sampel pasien Covid-19 positif, tetapi mutasi tersebut tidak berbahaya. Meski demikian perlu diwaspadai karena kalau kemudian terjadi bersamaan dengan mutasi yang lain bisa menjadi varian baru atau dia bisa menjadi salah satu varian Brasil maupun Jepang,” jelas Nadia saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (14/4/2021).

Nadia menyebutkan, di Afrika Selatan dan di Jepang mutasi E484K ini cepat menular. Pasalnya, mutasi E484K bersamaan dengan adanya varian baru yang menyebabkan bisa menurunkan efikasi vaksin. Sedangkan di Indonesia, E484K ini ditemukan satu kasus, sehingga disebut mutasi.

Nadia menjelaskan, tidak semua mutasi itu buruk. Sebab ada juga mutasi buruk yakni virusnya akhirnya hilang. Adapun mutasi adalah cara virus bertahan. Dalam hal ini, E484K sama halnya dengan D614B atau N4531 sama, yakni hanya mutasi satu virus.

“Jadi cuma satu mutasi, kalau varian itu beberapa mutasi. Tapi E484K sendiri, dia enggak berbahaya yang berbahaya itu varian virusnya. Kalau dia sendiri enggak ada efeknya. Makanya WHO tidak mengkategorikan itu sebagai virus yang mendapat perhatian,” ucap dia.

Nidia mengatakan, berdasarkan WHO mutasi virus terdiri dari varian yang diwaspadai dan varian yang menjadi perhatian. Dikatakan Nadia, virus perlu diwaspadai karena sedang membuktikan ada dampak pada kejadian di lapangan secara epidemiologi. Sedangkan perhatian maksudnya secara laboratorium, misalnya M4351 terbukti bisa menurunkan sistem kekebalan sehingga vaksin tidak efektif.

Nadia mengatakan, dengan ditemukannya mutasi virus Covid-19 dan varian baru ini seharusnya masyarakat lebih waspada dan semakin disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Selain itu, mengikuti program vaksinasi. “Untuk mencegah kita tertular tentu dengan menerapkan protokol kesehatan, tetapi untuk mencegah kita menjadi sakit adalah dengan vaksinasi. Jadi kombinasi ini harus tetap kita lakukan,” kata Nadia.

Sementara terkait mutasi dari varian Virus B117, Nadia menyebutkan, hingga saat ini ada 10 kasus. Sebelumnya ada tujuh kasus, kemudian ada penambahan tiga kasus baru yakni dua kasus di Karawang merupakan kontak kerat dari pasien pertama yang konfirmasi Covid-19 B117 di Karawang.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Zona Merah Bertambah, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Pergeseran zonasi kabupaten/kota suatu daerah dapat disebabkan oleh beberapa indikator tunggal.

KESEHATAN | 14 April 2021

Siloam Hospitals Tangani Kesehatan 532 Warga NTT Korban Banjir

Bupati Terpilih Malaka, Dr Simon Nahak SH, turut mendampingi tim kesehatan Siloam Hospitals sekaligus memberi dukungan dan bantuan bagi warga.

KESEHATAN | 14 April 2021

Epidemiolog Minta Presiden Hentikan Pengembangan Vaksin Nusantara

Pasalnya, pengembangan vaksin Nusantara tidak sesuai dengan proses pengembangan vaksin yang semestinya.

KESEHATAN | 14 April 2021

Epidemiolog: Vaksin Nusantara Tak Praktis untuk Atasi Pandemi

Epedemiolog UI mempertanyakan dukungan dari anggota Komisi IX DPR.

KESEHATAN | 14 April 2021

Epidemiolog Pertanyakan Dukungan DPR untuk Vaksin Nusantara

Seharusnya semua pihak berterima kasih dan mengapresiasi BPOM yang membuka kebohongan di balik vaksin nusantara.

KESEHATAN | 14 April 2021

Bumame Farmasi Gandeng ASRI Mudahkan Tes Covid-19

Kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dan tes Covid-19 yang aman, nyaman, dan simple semakin meningkat.

KESEHATAN | 14 April 2021

Gatot Nurmantyo Sambut Tawaran Terawan Diambil Darah untuk Vaksin Nusantara

Apa pun saya lakukan untuk bangsa dan negara ini.

KESEHATAN | 14 April 2021

Eijkman: Vaksin Nusantara Tidak Bisa untuk Vaksinasi Massal

Pengembangan vaksin Nusantara berbasis sel dendritik tidak dapat dilakukan untuk vaksinasi massal.

KESEHATAN | 14 April 2021

Tiongkok Akan Campur Vaksin Covid-19, Ini Pandangan Eijkman

Rencana Tiongkok mencampur sejumlah vaksin untuk meningkatkan efektivitas merupakan hal yang wajar.

KESEHATAN | 14 April 2021

Satgas Covid-19 Tegaskan Penggunaan Vaksin Nusantara Kewenangan BPOM

Penggunaan vaksin Nusantara yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjadi kewenangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

KESEHATAN | 14 April 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS