Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Epidemiolog Minta Presiden Hentikan Pengembangan Vaksin Nusantara

Rabu, 14 April 2021 | 20:58 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Epidemiolog dari Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Presiden Joko Widodo untuk menghentikan pengembangan vaksin Nusantara.

“Presiden bisa hentikan. Presiden bisa bertanya, ini apa sih maksudnya pengembangan vaksin Nusantara. Seharusnya seperti itu,” kata Pandu saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (14/4/2021).

Pandu menyebutkan, menghentikan pengembangan vaksin menggunakan sel dendritik itu bertujuan untuk menyelamatkan masyarakat dan relawan. Pasalnya, pengembangan vaksin Nusantara tidak sesuai dengan proses pengembangan vaksin yang semestinya.

Seperti ketahui, pengembangan vaksin Nusantara yang digagas oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto menggunakan sel dendritik. Kata Pandu, sel dendritik hingga saat ini masih dalam tahap pengembangan untuk terapi kanker yang dilakukan di laboratorium yang steril.

Sementara saat ini, kata dia, hanya Bio Farma yang memiliki laboratorium berstandar tersebut. Sedangkan pengembangan vaksin Nusantara ini dilakukan bukan di Bio Farma, melainkan di RSPAD Gatot Subroto.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Epidemiolog: Vaksin Nusantara Tak Praktis untuk Atasi Pandemi

Epedemiolog UI mempertanyakan dukungan dari anggota Komisi IX DPR.

KESEHATAN | 14 April 2021

Epidemiolog Pertanyakan Dukungan DPR untuk Vaksin Nusantara

Seharusnya semua pihak berterima kasih dan mengapresiasi BPOM yang membuka kebohongan di balik vaksin nusantara.

KESEHATAN | 14 April 2021

Bumame Farmasi Gandeng ASRI Mudahkan Tes Covid-19

Kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dan tes Covid-19 yang aman, nyaman, dan simple semakin meningkat.

KESEHATAN | 14 April 2021

Gatot Nurmantyo Sambut Tawaran Terawan Diambil Darah untuk Vaksin Nusantara

Apa pun saya lakukan untuk bangsa dan negara ini.

KESEHATAN | 14 April 2021

Eijkman: Vaksin Nusantara Tidak Bisa untuk Vaksinasi Massal

Pengembangan vaksin Nusantara berbasis sel dendritik tidak dapat dilakukan untuk vaksinasi massal.

KESEHATAN | 14 April 2021

Tiongkok Akan Campur Vaksin Covid-19, Ini Pandangan Eijkman

Rencana Tiongkok mencampur sejumlah vaksin untuk meningkatkan efektivitas merupakan hal yang wajar.

KESEHATAN | 14 April 2021

Satgas Covid-19 Tegaskan Penggunaan Vaksin Nusantara Kewenangan BPOM

Penggunaan vaksin Nusantara yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjadi kewenangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

KESEHATAN | 14 April 2021

Menko Airlangga: Penanganan Covid-19 Indonesia Lebih Baik Dibanding Negara-negara Lain

“Kebijakan PPKM skala mikro terbukti efektif karena jumlah kasus baru terkonfirmasi Covid-19 menunjukkan tren penurunan," kata Menko Airlangga.

KESEHATAN | 14 April 2021

Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Capai 10,4 Juta

Jumlah warga yang sudah mendapat suntikan pertama dan kedua vaksin Covid-19 sebanyak 5.550.906 orang atau bertambah 118.909.

KESEHATAN | 14 April 2021

Ketua Fraksi PAN: Minat terhadap Vaksin Nusantara Ternyata Sangat Tinggi

Anggota Komisi IX DPR ini juga menyatakan, pihaknya mendukung diteruskannya proses pengembangan Vaksin Nusantara.

KESEHATAN | 14 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS