Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Eijkman: Vaksin Nusantara Tidak Bisa untuk Vaksinasi Massal

Rabu, 14 April 2021 | 18:49 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Pengembangan vaksin Nusantara yang digagas oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto menjadi polemik karena menggunakan sel dendritik.

Menurut Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, pengembangan vaksin Nusantara berbasis sel dendritik tidak dapat dilakukan untuk vaksinasi massal. Pasalnya, sel dendritik ini diambil dari tubuh orang yang bersangkutan, kemudian diproses dan dicampurkan dengan antigen.

Setelah itu, baru disuntikkan kembali ke orang yang sama.

“Jadi harus disuntikkan kepada orang yang sama. Kalau disuntikkan kepada orang lain mungkin akan ada reaksi yang namanya GvHD (Graft versus Host Disease,red). Sebab, setiap sel orang itu punya KTP sendiri. Jadi ketika dimasukkan ke tubuh orang lain, akan terjadi penolakan,” kata Amin dalam kuliah umum daring bertajuk "Seputar Vaksinasi Covid-19; Kenali Jenis dan Efek Samping", Rabu (14/4/2021).

Kendati demikian, Amin menyebutkan, vaksin Nusantara mungkin bisa membangkitkan respons imun tetapi tidak bisa dipakai untuk massal. Jadi, vaksin ini akan bersifat individual.

Selanjutnya, ketika ditanya, apakah prosedur pengembangan vaksin bisa tidak mematuhi tahapan yang ditetapkan, Amin menjelaskan, pengembangan vaksin pada situasi pandemi ataupun normal tahap-tahapnya tidak ada yang berbeda. Hanya saja, pada situasi normal semua dilakukan secara serial.

Misalnya, uji klinis fase 1 harus selesai terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase kedua ataupun ketiga. Sedangkan, pada situasi pandemi beberapa proses pengembangan vaksin dilakukan dengan cara overlap.

“Jadi fase satu mulai dan ketika hasilnya menunjukkan hasil yang bagus, maka di tengah-tengah fase kedua sudah bisa mulai. Tapi fase satu harus diselesaikan tetap,” terangnya.

Selanjutnya, Amin menyebutkan, hal sama juga berlaku untuk fase kedua. Ketika berjalan dan di pertengahan bisa memulai fase ketiga.

“Jadi yang tadinya 3x6 bulan, itu kita bisa dipersingkat menjadi hanya 8 bulan. Itu kita anggap sebagai percepatan, tetapi tidak boleh menghilangkan tahapnya dan memastikan vaksin itu aman, efektif, dan halal,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Ini Pentingnya Jaga Kecukupan Hidrasi Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Kecukupan hidrasi sangat dibutuhkan ibu yang tengah hamil dan menyusui guna mengurangi berbagai penyakit dan risiko terhadap janin serta bayi.

KESEHATAN | 19 September 2021

Kabar Gembira, Kesembuhan Covid-19 Lebih Banyak 3.952 Dibanding Penambahan Positif

Angka kesembuhan di 34 provinsi se-Tanah Air mencapai 6.86 sementara penambahan kasus positif 2.234.

KESEHATAN | 19 September 2021

Update Covid-19: Membaik, Kasus Aktif Turun Jadi 60.069 Orang

Kasus aktif Covid-19 mengalami penurunan sebanyak 4.097 orang, sehingga total kasus aktif sebanyak 60.969 orang.

KESEHATAN | 19 September 2021

Erick Thohir Tinjau Penerapan Pedulilindungi di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk

Dalam persyaratan perjalanan telah diatur bahwa vaksinasi dan hasil negatif tes Covid-19 adalah keharusan bagi setiap masyarakat.

KESEHATAN | 19 September 2021


Disiplin Prokes dan Vaksinasi, Kunci Ubah Pandemi Jadi Endemi

Untuk melanjutkan transisi pandemi menuju endemi, maka masyarakat perlu meningkatkan kesadaran pentingnya protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi

KESEHATAN | 18 September 2021

Sentra Vaksinasi Covid-19 MNC Peduli di Bogor Dihadiri Miss Indonesia

Sentra Vaksinasi Covid-19 yang dihelat MNC Peduli bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan Puskesmas Curugbitung dihadiri Miss Indonesia 2020 Carla Yules.

KESEHATAN | 18 September 2021

Update Covid-19: Tren Kasus Aktif Menurun, Tetap Waspada

Penanganan Covid-19 di Tanah Air terus membaik namun harus tetap waspada

KESEHATAN | 18 September 2021

Mendagri Minta Pemerintah Desa Serius Tangani Stunting

Menurut Mendagri Tito Karnavian bila masalah stunting ini tidak ditangani dengan baik, maka Indonesia Emas 2045 hanya sebatas mimpi.

KESEHATAN | 18 September 2021

Soal Labelisasi Bahaya BPA, Ketua JPKL: Tindakan BPOM Sudah Tepat

Ketua JPKL Roso Daras menyebutkan keputusan BPOM untuk melabeli kemasan plastik No.7 seperti galon guna ulang polikarbonat sudah tepat.

KESEHATAN | 18 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Ali Kalora


# Mujahidin Indonesia Timur


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Susunan Pemain Tottenham vs Chelsea

Susunan Pemain Tottenham vs Chelsea

BOLA | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings