BPOM: Efikasi Vaksin Astrazeneca 62%
Logo BeritaSatu

BPOM: Efikasi Vaksin Astrazeneca 62%

Selasa, 9 Maret 2021 | 15:04 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona, Novy Lumanauw / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito mengatakan, efikasi vaksin Astrazeneca mencapai 62,10%.

Efikasi adalah persentase penurunan kejadian penyakit pada kelompok orang yang divaksinasi atau kemampuan vaksin dalam uji klinik atau konteks penelitian.

Dikatakan, berdasarkan hasil evaluasi keamanan hasil uji klinik yang disampaikan, maka pemberian vaksin Astrazeneca dilakukan dua dosis dengan interval empat hingga 12 minggu pada total 23.745 subjek aman dan dapat ditoleransi dengan baik.

Penny menyebutkan, pemberian vaksin Astrazeneca menunjukkan kemampuan yang baik dalam merangsang pembentukan antibodi, baik pada populasi dewasa maupun lanjut usia. Dalam hal ini, efikasi vaksin dengan dua dosis standar yang dihitung sejak 15 hari pemberian dosis kedua hingga pemantauan sekitar dua bulan menunjukkan efikasi sebesar 62,10%.

“Hasil ini sesuai dengan persyaratan efikasi untuk penerimaan emergensi yang ditetapkan oleh WHO, yaitu minimal efikasi 50%, “ kata Penny pada konferensi pers tentang Penerbitan Emergency Use Authorization Vaksin Astrazeneca, Selasa (9/3/2021).

Penny menyebutkan, BPOM telah melakukan evaluasi menyeluruh dari dokumen mutu yang disampaikan dengan hasil bahwa vaksin secara umum telah memenuhi syarat. Dengan begitu, BPOM menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA) pada 22 Februari 2021.

“Berdasarkan evaluasi tersebut dan juga pertimbangan manfaat risiko, BPOM telah menerbitkan persetujuan penggunaan masa darurat EUA pada 22 Februari 2021 dengan nomor EUA2158100143A1,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, terkait hasil uji klinik juga menunjukan bahwa pemberian vaksin Astrazeneca dapat merangsang pembentukan antibodi baik pada populasi dewasa maupun lansia dengan rata-rata titer antibodi setelah dosis kedua, yakni usia 18-60 tahun terdapat peningkatan titer 32 kali. Sedangkan, kelompok lansia usia diatas 65 tahun sebanyak 21 kali.

Sementara terkait kejadian efek samping, Penny mengatakan, berdasarkan studi uji klinik yang dilaporkan hanya mengalami gejala ringan dan sedang.

Dalam hal ini sering dilaporkan adalah reaksi lokal, yakni nyeri pada saat ditekan, kemerahan, gatal, dan pembengkakan. Selain itu ada reaksi sistemik yang ringan seperti kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, meriang, nyeri sendi, demam, mual, dan muntah.

Untuk evaluasi mutu, Penny menuturkan, BPOM melakukan melakukan secara menyeluruh dari dokumen mutu disampaikan mulai dari kontrol mutu bahan awal, proses pembuatan antigen, dan produk vaksin, metode pengujian antigen, dan produk vaksin, formulanya, bahan tambahan, dan stabilitas antigen dalam produk vaksin.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kunjungi Bio Farma, BPOM Tinjau Keamanan Vaksin Astrazeneca

Vaksin Astrazeneca harus disimpan di suhu 2 hingga 8 derajat Celcius.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Astrazeneca Klaim Vaksinnya Memiliki Kemanjuran 76% Tangkal Covid-19

Vaksin mengurangi penularan virus pada orang tanpa gejala secara signifikan hingga dua pertiga.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Libatkan 4.000 Relawan, Uji Klinis Vaksin Anhui Digelar di DKI dan Bandung

Target relawan kelompok umur 18 tahun ke atas (termasuk untuk usia diatas 59 tahun).

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Pemerintah Gandeng TNI-Polri dalam Vaksinasi, Sahroni: Sangat Dibutuhkan

Menurut Sahroni, pelibatan TNI dan Polri memang diperlukan untuk membantu Indonesia mempercepat tercapainya herd immunity.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Indonesia Negara Asia Pertama Terima Vaksin Skema Covax

Sewhan mengaku senang atas kedatangan dosis pertama vaksin Covid-19-19 Astrazeneca di Indonesia melalui Covax.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Kejar Target Herd Immunity, Kecepatan Vaksinasi Covid-19 Terus Ditingkatkan

Menko Airlangga Hartarto berharap pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bisa tuntas pada akhir 2021.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Doni Monardo: Tantangan Terbesar di Awal Penanganan Pandemi Covid-19 Adalah Masalah Data

Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata data perlengkapan medis di Indonesia tidak tercatat secara lengkap.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

BNPB: Indonesia Sempat Alami Keterbatasan PCR

Diakui dukungan terbesar adalah dari dunia usaha dalam proses mendatangkan alat pengetesan spesimen Covid-19 ini.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Begini Caranya agar Perawat Tidak Tertular Covid-19

Mariya mengungkapkan banyak laporan dokter yang menyampaikan keluhan perawat khawatir tertular Covid-19.

KESEHATAN | 9 Maret 2021

Jaga Layanan Publik, Kemdikbud Gelar Vaksinasi untuk Pegawai

Kemdikbud mulai mengelar vaksinasi Covid-19 untuk para pegawainya, Senin (8/3/2021).

KESEHATAN | 8 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS