Kisah Pasien Pertama Covid-19: Bukan Hanya Fisik, Mental Juga Harus Sembuh
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Kisah Pasien Pertama Covid-19: Bukan Hanya Fisik, Mental Juga Harus Sembuh

Selasa, 2 Maret 2021 | 20:24 WIB
Oleh : Vento Saudale / IDS

Depok, Beritasatu.com – Tepat satu tahun lalu, tiga warga Depok, Maria Darmaningsih, Sita Tyasutami, dan Ratri Anindyajati menjadi pasien pertama Covid-19. Ketiga orang ini merupakan satu keluarga. Mereka harus melewati masa pemulihan dan mengembalikan percaya diri.

Cerita Maria dan dua anaknya mungkin bisa menjadi gambaran bahwa selain harus sembuh, pasien Covid-19 juga mempunyai beban metal yang sangat berat pada saat itu.

“Bagaimana tidak, kami ini pasien pertama dan semua menaruh perhatian kepada kami. Selain harus sembuh, kami juga mempunyai beban mental untuk mengembalikan percaya diri,” cerita Maria, Selasa (2/3/2021).

Menyandang pasien dengan label 02, Maria sama sekali tidak mengerti tentang Covid-19. Ia hanya tahu bahwa virus tersebut bisa menular melalui jarak dekat atau orang yang pernah kontak dengan pasien. Dengan demikian, selain harus sembuh, dalam benak Maria, ia juga harus memikirkan orang-orang sekeliling yang dekat dan kontak dengan dirinya.

“Kira-kira, orang dekat dengan saya ikut terpapar tidak ya? Begitu dalam pikiran saya,” cerita Maria.

Maria mengaku, saat itu ia merasakan tubuhnya demam tinggi hingga mencapai 39 derajat celcius, diiringi dengan batuk-batuk disertai sesak napas. Ia pun akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso.

Selama 14 hari, Maria dan kedua anaknya diisolasi di rumah sakit tersebut. Mulai dari obat batuk, vitamin hingga antibiotik harus mereka konsumsi.

Maria dan kedua anaknya lalu dinyatakan sembuh pada 16 Maret 2020. Saat itu, ketiganya sudah bisa langsung beraktivitas normal.

Maria mengakui, bukan hanya keluarganya yang dibuat kaget dengan kehadiran virus tersebut. Seluruh masyarakat Indonesia pun seolah dibuat gaduh karena belum ada penanganan secara khusus virus tersebut.

Saat ini, kasus Covid-19 di Indonesia sudah lebih dari 1 juta jiwa. Maria menilai, sejauh ini penanganan pandemi Covid-19 sudah jauh lebih baik dibandingkan saat awal pandemi dulu. Pemerintah tampak siaga mulai dari tingkat lingkungan sekitar hingga pusat dan terus memberikan edukasi.

Bila dibandingkan tahun lalu, orang belum banyak mengerti menganggap Covid-19 sebagai aib. Sesaat setelah ia dan anaknya dinyatakan positif Covid-19, terdapat pemberitahuan di lingkungan rumahnya agar warga yang saat itu sempat berinteraksi dengan keluarganya diminta untuk berdiam di rumah.

"Sekarang banyak orang sudah mengerti bagaimana pencegahannya, penerapan protokol kesehatan dan sebagainya," kata Maria.

Maria berharap, pandemi ini dapat teratasi dengan baik sehingga dapat kembali dengan normal khususnya aktivitas bisa kembali normal. Secara kejiwaan bagaimana pengaruhnya selama satu tahun banyak orang tidak bersekolah dan tidak bersosialisasi, tidak berkegiatan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pangkas Antrean Pasien, BPJS Kesehatan Akan Perkuat Sistem Online

Caranya, dengan membangun dan menguatkan inovasi sistem manajemen informasi online, dan nantinya fasilitas kesehatan memakai inovasi ini.

KESEHATAN | 2 Maret 2021

Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Jangan Terlena dengan Vaksin

Program vaksinasi hanyalah satu dari berbagai upaya penanganan pandemi yang harus dilakukan bersamaan dengan program lainnya.

KESEHATAN | 2 Maret 2021

Cegah Mutasi Virus dari Inggris, Satgas Perketat Pintu Masuk Indonesia

Prof Wiku juga menyebut pemerintah akan melakukan penelusuran kontak dari kedua pasien B117 tersebut agar penyebaran tidak semakin meluas.

KESEHATAN | 2 Maret 2021

Penerapan PPKM dan Kepatuhan Prokes Efektif Turunkan Kasus Baru Covid-19

Memasuki bulan Maret ini terlihat tren menurun kasusnya yang cukup signifikan.

KESEHATAN | 2 Maret 2021

Update Covid-19: Tambah 5.712, Kasus Positif di Indonesia Jadi 1.347.026

Dengan penambahan 5.712 kasus baru, maka total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.347.026.

KESEHATAN | 2 Maret 2021

Epidemiolog Peringatkan Kecepatan Penularan dari Mutasi Covid-19

Hal yang harus diwaspadai dari kehadiran mutasi virus di Indonesia adalah terjadinya perubahan karakter virus.

KESEHATAN | 2 Maret 2021

Mutasi Covid-19 Masuk Indonesia, Epidemiolog Tidak Terkejut

Dicky mengaku sudah memberikan peringatan masuknya mutasi atau strain baru virus corona sejak akhir 2019.

KESEHATAN | 2 Maret 2021

Lagi, 10 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

Secara keseluruhan saat ini Indonesia sudah memiliki 38 juta dosis vaksin.

KESEHATAN | 2 Maret 2021

Setahun Pandemi Covid-19, Jokowi Ingin Segera Terbentuk Imunitas Masyarakat

Walau vaksin sudah diterima, Jokowi berharap protokol kesehatan tidak dilupakan.

KESEHATAN | 2 Maret 2021

Indonesia Temukan 2 Kasus Mutasi Covid-19 dari Inggris

Indonesia sudah menemukan dua kasus mutasi Covid-19 dari Inggris (B117) pada Senin (1/3/2021) malam.

KESEHATAN | 2 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS