Simak Penjelasan Kemkes, Mengapa Sudah Divaksin Masih Bisa Tertular Covid-19
Logo BeritaSatu

Simak Penjelasan Kemkes, Mengapa Sudah Divaksin Masih Bisa Tertular Covid-19

Kamis, 25 Februari 2021 | 10:09 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan (Kemkes) dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, adanya tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat yang terinfeksi Covid-19 seusai divaksin dosis pertama, tentu pada saat divaksinasi mereka belum memiliki gejala Covid-19 .

"Kita tahu bahwa 40% kasus Covid-19 adalah kasus yang memiliki gejala. Sementara 60% memiliki gejala yang sangat ringan bahkan hampir tidak merasakan gejala pada orang yang terinfeksi Covid-19," ujarnya dalam keterangan pers terkait Penjelasan Mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Covid-19 yang di tayang di laman media sosial Kemkes yang dipantau Beritasatu.com, Kamis (25/2/2021).

Nadia menyebutkan, masa inkubasi virus Covid-19 adalah 1-14 hari, sehingga rentan waktu yang cukup lebar dengan rata-rata 5 sampai 6 hari sebelum munculnya gejala. Ha itu yang menyebabkan bahwa keterpaparan terhadap virus Covid-19 itu sangat mungkin terjadi pada saat sebelum menerima vaksin.

Nadia menjelaskan, vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac membutuhkan 2 kali dosis penyuntikan. Sebab sistem imun memerlukan waktu untuk lewat paparan yang lebih lama , sehingga sistem imunitas mengetahui bagaimana cara paling efektif untuk melawan virus.

"Artinya, kita ketahui bahwa antibodi itu dibutuhkan dari penyuntikan dosis kedua untuk bisa kemudian mencapai titer optimal untuk melawan virus," ujarnya.

Nadia menyebutkan, suntikan pertama dilakukan untuk memicu respons kekebalan awal. Kemudian dilanjutkan suntikan kedua untuk semakin menguatkan respons imun yang sudah terbentuk. Dengan begitu, respons antibodi yang lebih cepat lebih efektif akan terbentuk di masa yang akan datang.

"Kita tahu suntikan kedua meningkatkan titer antibodi secara optimal, sehingga imunitas baru yang akan terbentuk sebagai vaksinasi Covid-19 itu akan terbentuk setelah 28 hari penyuntikan dosis kedua. Jadi memang membutuhkan waktu untuk tubuh kita tadi membentuk antibodi yang optimal dengan dua kali penyuntikan dan rentang waktu 28 hari," paparnya

Nadia menegaskan, meskipun sudah divaksinasi Covid-19, masih memiliki risiko untuk terpapar dan tertular Covid-19. Namun diharapkan dengan mendapatkan vaksin maka tubuh memiliki antibodi untuk Covid-19.

Dengan begitu, penyakit dapat dihindari dan walaupun sakit adalah bukan dengan gejala yang berat ataupun yang parah.

"Kami menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa dengan adanya vaksinasi, kita masih memiliki kewajiban untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Karena selain kita harus tetap menjaga diri kita diri, masih dibutuhkan tentunya waktu untuk bersama-sama bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mencapai kekebalan kelompok," ucapnya.

Dengan begitu, lanjut Nadia, upaya 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan serta membatasi mobilitas juga menghindari kerumunan harus dipatuhi. Sementara pemerintah akan memperkuat upaya 3T yakni testing, tracing, dan treatment serta program vaksinasi harus tetap harus tetap dijalankan secara bersamaan. Apalagi saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19 dan menuju ke arah kekebalan kelompok yang diharapkan.

Pada kesempatan sama, Nadia menegaskan, pemerintah juga mengantisipasi terjadinya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Namun, belum ada laporan atau ada kasus KIPI yang signifikan. Pada umumnya hanya efek samping ringan seperti reaksi lokal nyeri tempat suntikan, kemerahan, dan gatal-gatal yang dapat disembuhkan dalam kurung waktu sangat singkat.

"Kami tegaskan vaksin buatan Sinovac ini telah dinyatakan aman dan bermutu serta sudah ada izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Yang artinya sudah betul-betul dilihat dan dikaji terkait aspek keamanan sehingga dipastikan bahwa penyuntikan vaksin ini tidak menimbulkan penyakit pada orang yang mendapatkan vaksinasi tersebut," paparnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Penjelasan Kemkes Terkait Nakes Terinfeksi Covid-19 Setelah Divaksinasi

Para nakes yang terinfeksi Covid-19 tersebut, karena dampak vaksin atau pembentukan antibodi baru dapat terlihat 28 hari setelah vaksin pertama dan kedua.

KESEHATAN | 25 Februari 2021

Legenda MU Berusia 83 Tahun, Sir Bobby, Mendapatkan Suntikan Vaksin Covid-19

Elton John (73) menyatakan, semakin banyak orang yang divaksinasi semakin besar peluang untuk memberantas pandemi.

KESEHATAN | 25 Februari 2021

Tren Konsumsi Suplemen Serat Meningkat di Masa Pandemi

Masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan pencernaan agar imunitas tubuh jadi kuat dan terlindung dari virus serta penyakit.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Ini Perbedaan Fungsi Wisma Atlet Kemayoran dan Wisma Pademangan

Wisma Atlet Kemayoran berfunsgi sebagai rumah sakit, dan Wisma Atlet Pademangan untuk kekarantinaan.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Pasien Covid-19 Diantar Pakai Taksi, Ini Penjelasan Satgas

Jangan menyalahkan birokrasi yang ada. Apalagi ada pemikiran permainan di lapangan.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Ini Alasan Satgas Covid-19 Karantina 5 Hari Pelaku Perjalanan Internasional

Hasil negatif pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR) dilakukan oleh WNI dan WNA sebelum berangkat tidak menjamin mereka akan aman dari penularan.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Screening Ketat Diterapkan pada WNI dan WNA dari Luar Negeri, Ini Tahapannya

Pekerja migran Indonesia, repatriasi, pelajar, mahasiswa, dan ASN yang melakukan perjalanan dinas akan ditempatkan di Wisma Atlet Pademangan.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

BKKBN: Kanker Serviks Bisa Dicegah

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan insiden kanker serviks sebenarnya dapat ditekan dengan melakukan upaya pencegahan primer.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Sejak Mei 2020, Pemerintah Terapkan Protokol Kesehatan Ketat di Pintu Masuk Negara

Kemkes melakukan upaya karantina dan penerapan protokol kesehatan ketat di pintu masuk negara di bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas dalam negara.

KESEHATAN | 24 Februari 2021

Sebaran Kasus Harian Covid-19, Jawa Barat Tertinggi

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Jawa Barat kembali menjadi provinsi dengan penambahan kasus baru terbanyak hari ini yaitu mencapai 2.191.

KESEHATAN | 24 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS