Long Covid pada Setiap Orang Bisa Berbeda
Logo BeritaSatu

Long Covid pada Setiap Orang Bisa Berbeda

Sabtu, 23 Januari 2021 | 17:18 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Covid-19 masih menjadi fenomena yang diselidiki oleh tim di luar negeri maupun di Indonesia. Masih banyak hal yang menjadi pertanyaan, salah satunya adalah berapa lama seseorang mengalami sindrom pasca-Covid atau long Covid.

Long Covid adalah suatu kondisi seseorang masih mengalami gejala Covid-19, meski sudah dinyatakan negatif dari virus corona. Berdasarkan data Office for National Statistics (ONS), satu dari lima pasien Covid-19 mengalami gejala corona selama lima minggu atau lebih.

Agus Dwi Susanto selaku Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengatakan bahwa ada bebagai teori hipotesis di dalam ilmu kedokteran, yang mungkin memberi alasan penyebab lamanya orang mengalami long covid itu berbeda-beda.

“Itu tergantung severity atau beratnya seseorang itu terkena covid. Kalau pasien mengalami derajat severity yang berat sampai kritis, masuk ICU, diventilator, dirawat sampai satu bulan, itu biasanya sudah mengalami proses kerusakan organ yang cukup luas. Mulai dari paru, jantung, sampai ke ginjalnya, sering ada komplikasi karena infeksi covid itu. Pada kondisi ini, kecenderungan long covid yang muncul bisa lebih lama,” ucap Agus dalam live Instagram Katadata bertema Kenapa Penyintas Bisa Mengalami Long covid?, Jumat (22/1/2021).

Orang dengan derajat severity yang berat, memiliki kerusakan jaringan lebih luas. Sehingga, sequelae atau gejala sisanya akan lebih lama. Bahkan, mungkin bisa saja menetap pada pasien.

Teorti yang kedua tentang penyebab lamanya orang mengalami long Covid, yaitu tergantung komobid atau penyakit penyerta yang dialami seseorang ketika mengidap covid-19.

“Tentu berbeda kalau pasien itu tidak memiliki komorbid dengan yang memiliki komorbid. Ketika infeksi covid yang memiliki komorbid, cenderung memiliki gejala sisa yang menetap akibat covid. Itu dua hal paling umum yang menjelaskan kenapa orang bisa long covid ada yang cepat, ada yang lama. Tergantung severity dan komorbiditas,” ungkap Agus.

Efek yang ditimbulkan saat mengalami long covid beragam, mulai dari delirium, sakit kepala, hingga halusinasi. Hal itu bisa terjadi karena virus menempel di reseptor ACE2 yang ada di pembuluh darah otak. Maka, menimbulkan gangguan pada sistem saraf pusat atau sistem otak.

“Bahkan, ada gangguan daya ingat. Saya punya teman sejawat yang pasca-covid itu dia sama sekali enggak ingat ketika dia dirawat. Itu salah satu (efek) long covid, gangguan daya ingat,” pungkas Agus Dwi Susanto.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dubes RI: Disiplin Warga Jepang Tinggi, Penerapan Protokol Kesehatan Tanpa Sanksi

Aturan mematuhi protokol kesehatan di Jepang hanya disampaikan melalui imbauan, namun untuk restoran dan bar dibatasi jam usahanya.

KESEHATAN | 23 Januari 2021

Tambah 9.912, Kasus Sembuh Covid-19 Pecah Rekor Hari Ini

Jumlah kasus sembuh 9.912 pada hari ini memecahkan rekor sebelumnya yakni 8.775 yang terjadi pada Rabu (20/1/2021).

KESEHATAN | 23 Januari 2021

Bio Farma Siap Distribusikan 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 pada Februari

Bio Farma menerima sebanyak 15 juta dosis bulk vaksin Covid-19 dari Sinovac, pada 12 Januari 2021 lalu dan telah menjalani proses produksi menjadi final product

KESEHATAN | 23 Januari 2021

Doni Monardo Menduga Terpapar Covid-19 Saat Makan Bersama

Doni Monardo menyerukan kepada masyarakat untuk sementara menghindari acara makan bersama guna mencegah penularan.

KESEHATAN | 23 Januari 2021

Doni Monardo Positif Covid-19

Kepala BNPB tersebut, kini tengah melakukan isolasi mandiri sambil terus memantau perkembangan penanganan Covid-19 dan penanganan bencana di berbagai daerah.

KESEHATAN | 23 Januari 2021

Indonesia Wajib Membangun Sistem Kesehatan Publik Tangguh

Menkes mengungkapkan bahwa perbaikan ekonomi tidak akan terjadi selama masyarakat masih takut untuk berinteraksi dan keluar rumah.

KESEHATAN | 23 Januari 2021

Penambahan Kapasitas RS Tidak Sebanding dengan Laju Covid-19

Penambahan kapasitas tempat tidur tidak pernah sebanding dengan peningkatan kasus Covid-19.

KESEHATAN | 23 Januari 2021

Menkes Mengkritisi Testing Covid-19 di Indonesia

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengkritisi sistem pemeriksaan (testing) Covid-19 di Indonesia.

KESEHATAN | 23 Januari 2021

SHBP Berhasil Lakukan Operasi Bypass Jantung Koroner Pertama

Operasi bedah jantung pertama di Balikpapan ini, menjadi kebanggaan dan menjadi sejarah penting bagi Siloam Hospitals Balikpapan (SHBP).

KESEHATAN | 22 Januari 2021

Efek Samping Vaksin Ringan, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

Efek samping tersebut tidak perlu dikhawatirkan karena masih dianggap wajar dan tidak semua orang yang divaksinasi mengalaminya.

KESEHATAN | 22 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS