Hari Gizi Nasional, Pemerintah dan Swasta Kolaborasi Tanggulangi Gizi Buruk
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Hari Gizi Nasional, Pemerintah dan Swasta Kolaborasi Tanggulangi Gizi Buruk

Jumat, 22 Januari 2021 | 13:27 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Kondisi gizi ibu menyusui menentukan keberhasilan pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif. Untuk itu diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi gizi bagi ibu menyusui. Selain itu, sinergi dan kolaborasi di antara pemangku kepentingan harus diperkuat.

Hal ini merupakan rekomendasi utama yang mengemuka dalam webinar “Gizi Optimal Ibu Menyusui dalam Mendukung Keberhasilan ASI Ekslusif 6 bulan” yang diselenggarakan Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan, Fakultas Kesehaan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) dan didukung Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA). Webinar ini dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional ke-6 dilatarbelakangi kepedulian terhadap kondisi gizi ibu hamil di Indonesia saat ini yang masih mengkhawatirkan. Dua masalah gizi utama pada ibu hamil di Indonesia adalah kurang energi kronis (KEK) dan anemia.

Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Konsumsi Gizi, Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan (Kemkes) Mahmud Fauzi menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya menanggulangi stunting dan gizi buruk di tengah pandemi.

Salah satunya mengeluarkan protokol pelayanan gizi pada masa pandemi Covid-19. Dalam protokol itu, ibu hamil akan diberikan tablet tambah darah (TTD). Sementara ibu menyusui disarankan melakukan inisiasi menyusui dini serta memberikan ASI eksklusif.

Mahmud Fauzi mengatakan dalam upaya percepatan perbaikan gizi nasional, pemerintah terus meningkatkan pemberian suplementasi gizi khususnya TTD bagi remaja dan ibu hamil untuk mengurangi prevalensi anemia yang masih tinggi di kelompok ibu hamil yaitu sebesar 48,9%. "Pemerintah juga berkomitmen menanggulangi stunting dengan cara memfokuskan intervensi di lebih 360 kabupaten/kota untuk menekan angka stunting hingga 14% di tahun 2024. Hal ini memerlukan dukungan semua pihak dalam penanggulangan anemia dan Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil,” ujar Mahmud seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (22/1/2021).

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak (APPNIA) Rivanda Idiyanto menegaskan kesiapan pelaku usaha untuk mempererat sinergi dengan pemerintah. Sejauh ini, anggota APPNIA telah berkontribusi dalam upaya percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan akan terus berkomitmen mendukung upaya peningkatan status gizi dan kesehatan ibu menyusui dan anak di Indonesia.

“APPNIA berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah untuk memastikan pemberian ASI eksklusif hingga 6 bulan. Selain itu, APPNIA terus menjalin kerja sama yang baik dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pemenuhan akses terhadap produk nutrisi berkualitas sesuai ketentuan baik di tingkat global maupun nasional,” tegas Rivanda.

Salah satu wujud dukungan APPNIA terhadap ASI eksklusif adalah bahwa sebagian besar perusahaan anggota APPNIA telah menerapkan kebijakan cuti melahirkan bagi ibu bekerja selama 6 bulan agar ibu dapat mengupayakan pemberian ASI eksklusif bagi bayinya dan penyediaan ruang laktasi pada seluruh kantor dan pabrik perusahaan anggota APPNIA.

Sementara itu, pakar kesehatan masyarakat Universitas Indonesia (UI) Ahmad Syafiq dalam kesempatan yang sama menyampaikan, pemenuhan kebutuhan gizi dalam kondisi pandemi Covid-19 sangat mendesak, mengingat masih adanya tantangan peningkatan status gizi di Indonesia.

Ahmad Syafiq menjelaskan, saat ini konsentrasi dalam pemenuhan gizi ibu menyusui belum banyak. Padahal kebutuhan nutrisi ibu menyusui lebih tinggi dibandingkan selama masa kehamilan. Seharusnya kebutuhan nutrisi ini dapat dipersiapkan sejak remaja. "Di masa pandemi, ibu menyusui perlu mendapat perhatian yang lebih demi memastikan kualitas ASI dan Kesehatan ibu selama masa menyusui,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, pakar kesehatan Sandra Fikawati mendorong agar ibu hamil dan menyusui memperhatikan keseimbangan asupan gizi, karena memiliki relasi erat dengan keberhasilan ASI eksklusif. Ia mengingatkan, keberhasilan asi ekslusif mensyaratkan tiga aspek yakni durasi menyusui selama 6 bulan, status gizi bayi, dan yang terpenting status gizi ibu memenuhi minimal indeks massa tubuh normal.

Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Entos Zainal menggarisbawahi pentingnya kontribusi lintas sektor dari kementerian dan lembaga terkait dalam memperkuat intervensi gizi spesifik dan sensitif, khususnya bagi ibu menyusui.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini 5 Pilihan Olahraga Outdoor untuk Imunitas di Era Pandemi Covid-19

Selain di dalam ruangan, olahraga bisa dilakukan di tempat terbuka atau outdoor asalkan mematuhi protokol kesehatan yang ada.

KESEHATAN | 22 Januari 2021

Jubir Vaksin: Belum Ada Perubahan Target Vaksinasi Terkait Hasil Sensus Penduduk

Pada Sensus Penduduk 2020, terdapat penambahan sebanyak 32,56 juta orang, sehingga pada September 2020 jumlah penduduk Indonesia menjadi 270,20 juta jiwa.

KESEHATAN | 22 Januari 2021

BPJS Kesehatan Pastikan P-Care Vaksinasi Covid-19 Lancar

Saat ini, terdapat 13.573 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia sudah terintegrasi dengan P-Care Vaksinasi.

KESEHATAN | 21 Januari 2021

Kemkes Instruksikan Dinkes Segera Masukkan Data Sasaran Vaksinasi

Pencatatan vaksinasi ini sebagai upaya untuk mempercepat proses vaksinasi terhadap 1,48 juta tenaga kesehatan (nakes) yang diharapkan selesai di Februari 2021.

KESEHATAN | 21 Januari 2021

Terapi Plasma Darah Mampu Turunkan Angka Kematian Akibat Covid-19

Menurut Airlangga, jika 10% dari pasien yang sembuh tersebut menjadi pendonor plasma, maka bisa memenuhi kebutuhan PMI.

KESEHATAN | 21 Januari 2021

JEC Siapkan Tiga Cabangnya untuk Vaksinasi Covid-19

Vaksinasi Covid-19 dilakukan di RS Mata JEC di Menteng, RS Mata JEC di Kedoya, serta RS Mata JEC-Primasana di Tanjung Priok.

KESEHATAN | 21 Januari 2021

Update Covid-19: Tambah 11.703, Kasus Positif di Indonesia Jadi 951.651

Kasus Covid-19 di Indonesia selama 24 jam terakhir hingga Kamis (21/1/2021), 12.00 WIB bertambah 11.703. Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 951.651.

KESEHATAN | 21 Januari 2021

PMI Tambah Outlet Donor Plasma Konvalesen

Penyintas Covid-19 diimbau donor plasma konvalesen.

KESEHATAN | 21 Januari 2021

Pemerintah Sedang Siapkan Regulasi Vaksin Covid-19 Mandiri

Pemerintah sedang menyiapkan regulasi pelaksanaan vaksin Covid-19 mandiri oleh perusahaan.

NASIONAL | 21 Januari 2021

Jokowi Beri Sinyal Vaksin Mandiri Bisa Dilaksanakan

Vaksin mandiri perlu dilaksanakan karena pemerintah ingin semakin banyak masyarakat yang mendapatkan vaksin.

KESEHATAN | 21 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS