Angka Kematian Akibat Covid-19 Indonesia Kembali Memuncak
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-0.19)   |   COMPOSITE 6338.51 (20.69)   |   DBX 1329.17 (13.03)   |   I-GRADE 184.48 (-0.19)   |   IDX30 515.715 (0.41)   |   IDX80 138.838 (-0.03)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.08)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.816 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.64)   |   IDXQ30 147.765 (0.09)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.51)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.93)   |   IDXV30 136.758 (-0.11)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.36)   |   Investor33 444.53 (0.07)   |   ISSI 183.756 (1.09)   |   JII 631.17 (2.63)   |   JII70 223.177 (0.26)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.04)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1724.61 (3.72)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.79)   |   SMInfra18 313.342 (1.77)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.22)   |  

Angka Kematian Akibat Covid-19 Indonesia Kembali Memuncak

Selasa, 19 Januari 2021 | 23:31 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah mengalami penurunan 1,7% pada minggu lalu, jumlah kematian akibat Covid-19 kembali memuncak. Bahkan, dengan peningkatan yang cukup drastis menjadi 37,4%.

Juru Bicara Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan bahwa kondisi ini memperlihatkan bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia melaju pada perkembangan yang buruk. Mengingat, pada minggu pertama, tepatnya 13 Januari 2021 Indonesia telah mencetak rekor kasus harian meninggal tertinggi selama pandemi, yaitu 306 kematian selama satu hari.

Wiku menjelaskan, setidaknya terdapat lima provinsi yang menyumbangkan kasus kematian tertinggi pada minggu ini. Pertama adalah Jawa Tengah yang angka kematiannya naik 209, kemudian DKI Jakarta dengan kenaikan 106 kasus.

Jawa Barat menyusul dengan kenaikan 87 kasus, sedangkan DI Yogyakarta meningkat 27 kasus. Terakhir adalah satu-satunya provinsi di luar pulau Jawa, yaitu Nusa Tenggara Timur dengan peningkatan 18 kasus.

“Ini menjadi peringatan yang tidak boleh diabaikan. Saya meminta kepada lima provinsi yang telah disebutkan untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan pasien Covid-19 di setiap fasilitas kesehatan agar sesuai dengan standar, agar mereka yang dirawat dapat segera sembuh. Dengan demikian, maka angka kesembuhan dapat ditingkatkan dan angka kematian pun dapat ditekan,” jelasnya dalam siaran langsung Perkembangan Penanganan Covid-19, Selasa (19/1/2021).

Dirinya juga meminta perhatian kepada para pimpinan daerah di lima provinsi tersebut untuk berkordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat pusat, apabila ditemui kendala dalam penanganan pasien Covid-19. Sehingga, dapat dicarikan jalan keluarnya.

Pandemi Tak Terkendali
Dalam kesempatan berbeda, Epidemiolog Indonesia dan peneliti pandemi dari Griffith University Australia Dicky Budiman menilai, pemerintah perlu mengevaluasi penanganan pandemi di Indonesia menyusul laporan data tingginya angka kasus kematian harian akibat Covid-19.

Menurutnya, angka kematian yang tinggi telah mencerminkan pandemi yang semakin tidak terkendali akibat kegagalan dan kesalahan strategi penanganan pandemi di daerah maupun secara nasional.

"Harus dievaluasi segera. Tidak bisa, apalagi jangankan 300 ya. Satu kematian itu sebetulnya menandakan kita itu ada salah deteksi, salah strategi, atau tidak tepat, atau ada kebobolan," terang Dicky dari pesan suara yang diterima Beritasatu.com, beberapa waktu lalu.

Ia pun menegaskan bahwa, dalam pengendalian pandemi ini kesehatan adalah aspek penting yang harus didahulukan dan tidak dapat dinego dengan kepentingan lainnya di luar kesehatan.

Mengingat, jika aspek kesehatan ini terpinggirkan dan tidak menjadi prioritas, maka penguatan tes, lacak, dan isolasi (TLI), PSBB, serta peran protokol kesehatan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas (5M) hanyalah jargon biasa.

“Jika pengendalian pandemi masih dibarengi dengan kepentingan ekonomi harus terus berjalan, ya sulit. Intinya komitmen dan konsistensi. Sehingga hasilnya tidak setengah-setengah,” tuturnya.

Apabila sederet kesalahan ini terus diulangi, ia pun memastikan bahwa pandemi ini tidak akan dapat terselesaikan dalam waktu singkat. Bahkan ia memberikan gambaran bahwa pandemi di Indonesia akan mereda di tahun 2024. Terlebih, kini strain atau mutasi virus corona telah muncul di berbagai negara, dengan tingkat keganasan dan penyebaran yang lebih tinggi.

“Saya ingatkan, sekarang sudah tidak ada toleransi. Status pengendalian pandemi ini tidak terkendali. Jangankan kita yang ribuan kasus tidak terdeteksi, Brisbane yang sangat ketat pengendalian sangat ideal, masih kebobolan masuknya strain virus baru, apalagi Indonesia,” tukasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

OMDC Berikan Pelayanan Berkualitas di Masa Pandemi Covid-19

Oktri Manessa terketuk untuk membantu masyarakat dalam memeriksakan kondisi kesehatannya dengan membuka pelayanan kesehatan dengan program OMDC Peduli.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Penanaman Cip pada Vaksin Hanyalah Hoax

Masyarakat Indonesia tidak mempercayai berita hoax yang tersebar luas termasuk penanaman cip di dalam vaksin.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Update Covid-19: Tambah 10.365, Kasus Positif di Indonesia Jadi 927.380

Kasus Covid-19 di Indonesia selama 24 jam terakhir hingga Selasa (19/1/2021) pukul 12.00 WIB bertambah 10.365. Total kasus Covid-19 di Indonesia jadi 1.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Percepat Pencapaian Herd Immunity

Klinik vaksinasi pertama di Indonesia ikut berkontribusi melayani vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Airlangga: Selain Vaksinasi, Donor Konvalesen Bisa Bantu Pasien Covid-19

Melalui donor plasma konvalesen penyintas, diharapkan dapat menekan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Menko PMK Anjurkan Vaksinasi Mandiri Dibiayai Perusahaan

Menko PMK, Muhadjir Effendy, menganjurkan adanya kontribusi swasta dalam meningkatkan imunitas pekerja.

KESEHATAN | 19 Januari 2021

Pentingnya Perawatan Kulit di Masa Pandemi

Perawatan kulit yang baik dan sesuai dengan kebutuhan, merupakan sebuah investasi.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Indonesia Butuh 5.000 Pendonor Plasma Konvalesen Per Bulan

Saat ini baru 1.000 plasma konvalesen yang disuplai.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Unilever Siap Bantu Rantai Pasok Dingin Distribusi Vaksin Covid-19

Unilever sudah bertemu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait rencana distribusi vaksin.

KESEHATAN | 18 Januari 2021

Maret 2021, Bibit Vaksin Merah Putih Diserahkan ke Biofarma

Ditargetkan pada Maret 2021, Eijkman menyerahkan bibit vaksin ke Biofarma.

KESEHATAN | 18 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS