Ragu Vaksinasi, Eijkman: Manfaat Vaksin Lebih Besar dari Risikonya
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Ragu Vaksinasi, Eijkman: Manfaat Vaksin Lebih Besar dari Risikonya

Kamis, 14 Januari 2021 | 23:08 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio mengatakan, untuk melihat keamanan suatu produk kesehatan, seperti vaksin, maka harus membandingkan dua hal, yakni manfaat dan risiko.

Amin menyebutkan, semua vaksin tentu ada manfaat dan risikonya. Untuk itu, perlu ada pembanding antara manfaat dan risikonya. Hal ini untuk melihat seberapa manfaat dari vaksin tersebut. Semisalnya, apakah vaksin dapat mengurangi angka kesakitan, kematian, dan mengurangi penularan.

"Intinya kita ingin melindungi diri dan orang lain. Nah manfaat itu yang kita lihat saat ini sangat besar. Di satu sisi kita tidak melihat ada risiko yang serius. Tapi kalau vaksinasi ini bisa berhasil dan diterima oleh sebagian besar penduduk, maka bisa melindungi orang yang divaksinasi dan orang yang karena suatu hal tidak bisa divaksinasi,” kata Amin pada acara virtual talkshow tentang "Vaksin Covid-19: Tak Kenal Maka Tak Sayang, Komorbid, Bolehkah?", Kamis (14/1/2021).

Amin menambahkan, masyarakat yang tidak bisa divaksinasi tetap butuh perlindungan. Dalam hal ini, mereka dilindungi oleh kelompok masyarakat yang divaksinasi. Sementara itu, adapun risiko yang dihadapi seseorang ketika divaksinasi, minimum sakit saat disuntik, atau beberapa jam kemudian merasa pegal.

Menurut Amin, kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI), apapun dikeluhkan oleh subjek setelah menerima vaksinasi nanti akan dilaporkan. Setelah dilaporkan ke layanan kesehatan terdekat. Laporan masyarakat tersebut akan ditindaklanjuti sehingga dipelajari untuk menarik kesimpulan.

"Apakah peristiwa itu berhubungan atau tidak dengan vaksinasi tersebut. Karena tidak selalu berhubungan. Semisal terjadi insiden kebetulan pas mau disuntik,” katanya.

Sementara Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan(Kemkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, apabila masyarakat mengalami KIPI, maka akan dilakukan penanganan secara gratis.

Selain itu, vaksin Covid-19 juga diberikan secara gratis kepada masyarakat dan tidak ada keterkaitan dengan kepesertan BPJS Kesehatan. Namun masyarakat akan mendapatkan pesan singkat untuk diundang dan mendaftarkan diri melalui SMS di aplikasi pedulilindungi.id dan mendapatkan e-tiket.

Nadia menyebutkan, untuk tahap pertama vaksin Covid-19 akan diberikan kepada garda terdepan yakni, tenaga kesehatan dan petugas pemberi pelayanan publik.

Khusus untuk vaksin Sinovac, kriteria pemberian vaksin meliputi usia 18 -59 tahun, sehat, tidak sedang menderita penyakit Covid-19 dan tidak sedang menyusui.

Sementara untuk masyarakat dengan penyakit penyerta seperti hipertensi ataupun penyakit gula, bila belum terkontrol dengan baik, belum dapat mendapat vaksin.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Vaksinasi, Alat Perlindungan Diri dari Covid-19

Vaksinasi menjadi salah satu alat perlindungan masyarakat dari Covid-19.

KESEHATAN | 14 Januari 2021

Eijkman: Kekebalan Akan Terbentuk Setelah Dua Minggu Divaksinasi

Kepala LBM Eijkman, Amin Soebandrio mengatakan, butuh waktu sekitar dua atau tiga minggu untuk membangkitkan kekebalan.

KESEHATAN | 14 Januari 2021

Begini Upaya MOOIMOM Dukung Pencegahan Covid-19

HCIO atau asam hipoklorit ternyata juga bisa menangkal virus SARS-CoV-2.

KESEHATAN | 14 Januari 2021

Masyarakat Diminta Tidak Ragu Ikuti Program Vaksinasi Covid-19

Masyarakat diminta untuk tidak ragu mengikuti anjuran pemerintah dalam mengikuti program vaksinasi nasional.

KESEHATAN | 14 Januari 2021

Kasus Harian Covid-19 Rekor Lagi, DKI Jakarta Tertinggi

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus harian terbanyak yaitu 3.165.

KESEHATAN | 14 Januari 2021

Kasus Harian Covid-19 Pecah Rekor 2 Hari Beruntun

Kasus harian Covid-19 di Indonesia mencetak rekor baru dalam dua hari beruntun. Kali ini kasus harian mencapai 11.557.

KESEHATAN | 14 Januari 2021

OTG Covid-19 Tidak Boleh Divaksinasi, Ini Alasan Wamenkes

Orang tanpa gejala Covid-19 tidak bisa menerima vaksinasi.

KESEHATAN | 14 Januari 2021

Tokoh Agama Imbau Masyarakat Tidak Ragu Divaksin Covid-19

Perwakilan Konferensi Wali Gereja Indonesia Romo Agustinus Heri Wibowo mengatakan, sampai saat ini Kamis (14/1/2021) ia merasa sehat pascavaksinasi.

KESEHATAN | 14 Januari 2021

Wamenkes: Jangan Gegabah Usai Vaksinasi, Tetap Lakukan 3M

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono meminta orang yang sudah vaksinasi tetap menjalankan protokol kesehatan.

KESEHATAN | 14 Januari 2021

Bertahap, 6.000 Tenaga Kesehatan RSCM Divaksinasi

Sebanyak 6.000 tenaga kesehatan divaksinasi bertahap.

KESEHATAN | 14 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS