PBNU: Jangan Katakan Covid-19 Tidak Ada
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-0.19)   |   COMPOSITE 6338.51 (20.69)   |   DBX 1329.17 (13.03)   |   I-GRADE 184.48 (-0.19)   |   IDX30 515.715 (0.41)   |   IDX80 138.838 (-0.03)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.08)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.816 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.64)   |   IDXQ30 147.765 (0.09)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.51)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.93)   |   IDXV30 136.758 (-0.11)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.36)   |   Investor33 444.53 (0.07)   |   ISSI 183.756 (1.09)   |   JII 631.17 (2.63)   |   JII70 223.177 (0.26)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.04)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1724.61 (3.72)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.79)   |   SMInfra18 313.342 (1.77)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.22)   |  

PBNU: Jangan Katakan Covid-19 Tidak Ada

Rabu, 13 Januari 2021 | 22:03 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Ishomuddin meminta jangan ada yang mengatakan Covid-19 tidak ada. Apalagi pandemi ini sudah melanda di seluruh dunia.

“Jangan mengatakan Covid-19 ini tidak ada, ada yang terinfeksi, ada yang sakit, ada yang sembuh, dan tidak sedikit korban meninggal dunia. Prinsipnya jangan sampai kita tertular apalagi menularkan. Mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir,” kata Ahmad Ishomuddin seusai divaksinasi di Komplek Istanan Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Ia menegaskan siapa ingin yang mengakhiri pandemi, harus berperan menyukseskan program pemerintah vaksinasi Covid-19. PBNU siap menyukseskan vaksinasi Covid-19 dengan melakukan sosialisasi kepada banyak pondok pesantren. Hal ini sudah disampaikannya kepada Presiden Jokowi. “Ya, tadi saya juga sudah menyampaikan kepada presiden, mengusulkan agar memberi pencerahan kepada masyarakat seluas mungkin, terutama pesantren. Karena banyak sekali di masa pandemi ini para ulama, pengasuh-pengasuh pesantren, kiai-kiai yang meninggal dunia walaupun meninggal dunia bukan hanya karena terinfeksi Covid19,” terang Ahmad Ishomuddin.

Oleh karena itu, lanjut pria yang akrab disapa Kiai Ishom ini, sosialisasi vaksinasi Covid-19 ke banyak pondok pesantren besar adalah sebuah keharusan. Begitu juga sosialisasi kesadaran menerapkan displin dan mematuhi protokol kesehatan juga merupakan hal yang penting untuk terus dilakukan. “Jangan lah kita menjadi orang yang hanya memakai masker ketika diminta oleh satgas. Itu sama dengan pengendara sepeda motor yang tidak sayang kepada kepalanya, dan dia hanya memakai helm apabila diingatkan oleh polisi,” ujar Ahmad Ishomuddin.

Diungkapkannya, untuk mencegah semakin meluasnya penularan, dibutuhkan sebuah kesadaran penuh bahwa Covid-19 adalah sesuatu yang ada serta memiliki bahaya dan dampak yang luar biasa. Sekali lagi, ia menegaskan jangan pernah mengikuti orang-orang yang pernah mengatakan Covid-19 itu hanya isu belaka. “Jangan pernah ikuti orang-orang yang pernah mengatakan bahwa Covid-19 ini isu belaka. Bahka ini hanya bisnis belaka. Saya kira ini tidak patut dilakukan,” tegasnya.

Ketika ditanya kondisi setelah 30 menit divaksin, Ishom mengaku tidak merasakan apa-apa sama sekali. “Tidak ada. Setelah divaksin, saya tidak merasakan apa-apa. Tidak merasa sakit ketika divaksin, setelah divaksin saya juga merasa biasa-biasa saja. Tidak ada keluhan apa-apa,” ungkap Ahmad Ishomuddin.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mengenal Lebih Dalam Vaksin Covid-19

Vaksinasi akan membuat tubuh menghasilkan antibodi yang berfungsi mencegah apabila ada virus yang masuk sehingga tubuh menjadi tidak sakit.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Kasus Harian Covid-19 Torehkan Rekor, Kemkes: Penularan di Masyarakat Masih Tinggi

Rekor kasus harian Covid-19 di Indonesia ini dampak dari libur panjang akhir tahun serta masih tingginya penularan.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Permabudhi Ajak Umat Budda Tak Ragu Ikut Vaksinasi Covid-19

Persatuan Umat Buddha Indonesia mengajak seluruh umat Buddha di Tanah Air agar tak ragu untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Jokowi Mengaku Pegal, 2 Jam Setelah Divaksinasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku merasa pegal, dua jam setelah divaksinasi Covid-19.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

BPIP Dorong Masyarakat Gotong Royong Putus Mata Rantai Covid-19 dengan Vaksin

Romo Antonius Benny Susetyo mendorong masyarakat Indonesia untuk bergotong royong memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Ini Tanggapan Jokowi Soal Tangan Dokter yang Tampak Gemetar

Presiden Joko Widodo disuntik vaksin oleh vaksinator Prof dr Abdul Muthalib yang merupakan seorang Wakil Ketua Dokter Kepresidenan.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Lagi, Kasus Harian Covid-19 Pecah Rekor 11.278

Penambahan sebanyak 11.278 hari ini memecahkan rekor terakhir yang terjadi pada 8 Januari lalu sebanyak 10.617.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

PBNU Tolak Tegas Kampanye Anti-vaksin Covid-19

Pemerintah tidak akan mencelakakan rakyatnya.

KESEHATAN | 13 Januari 2021

Usai Divaksin, Sekjen MUI Merasa Sehat Walafiat

Sekjen MUI Amiesyah Tambunan merupakan salah satu tokoh agama yang disuntik bersama-sama dengan Presiden Joko Widodo.

NASIONAL | 13 Januari 2021

Usai Divaksinasi Covid-19, Jokowi Ucapkan Terima Kasih Kepada Perwakilan Masyarakat

Perwakilan masyarakat batch perdana ini telah bersama-sama divaksinasi dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Komplek Istana Kepresidenan Jakarta.

KESEHATAN | 13 Januari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS