Dengan atau Tanpa Vaksin Covid-19, Protokol Kesehatan Tetap Berlaku Setahun ke Depan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Dengan atau Tanpa Vaksin Covid-19, Protokol Kesehatan Tetap Berlaku Setahun ke Depan

Rabu, 2 Desember 2020 | 06:57 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Di masa pandemi Covid-19 dunia menantikan kehadiran vaksin. Namun masyarakat diminta tidak lengah, meskipun vaksinasi dimulai, protokol kesehatan 3M tetap harus dijalankan, karena durasi kekebalan tubuh yang ditimbulkan dari vaksin belum bisa dipastikan waktunya.

Oleh sebab itu, vaksinasi akan terus dipantau untuk melihat kemampuan vaksin memberikan kekebalan apakah itu 1 tahun atau lebih. Sama halnya dengan pandemi flu yang belakang diketahui virusnya dan ada vaksin yang pemberiannya harus berulang setahun sekali.

Epidemiolog Universitas Airlangga Laura Navika Yamani mengatakan, meski sudah ada vaksin yang sudah menyelesaikan uji klinis tahap 3 (uji tahap 3 pada manusia) kekebalan vaksin tersebut masih harus dipantau.

"Masyarakat harus tahu bahwa vaksin tidak bisa ditemukan cepat, ada proses vaksin memberikan kekebalan," katanya saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Ia mengingatkan catatan sejarah, tidak semua pandemi akan berakhir dengan vaksin. Inilah yang harus diingat masyarakat untuk tidak lengah.

Vaksin dibuat dari mulai produksi hingga distribusi butuh waktu 1-2 tahun. Apalagi jika ketersediaan vaksin masih bergantung pada luar negeri. Selain itu pemberian dosis misalnya dua dosis belum tentu langsung memberikan kekebalan, oleh sebab itu pemantauan penting dilakukan.

Masyarakat juga perlu memahami dengan protokol kesehatan 3M ketat seharusnya bisa lolos dari pandemi tanpa bergantung vaksin. Jika virus memang ditularkan lewat droplet.

Namun mengubah perilaku dengan kebiasaan baru 3M di Indonesia tentu tidak mudah. Padahal perubahan perilaku 3M perlu dilihat dan dimaknai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat. Sebab tidak ada yang tahu apakah akan terjadi pandemi lagi di kemudian hari.

Menurut Laura, wabah biasanya terjadi 10 tahunan sekali. Dengan bekal perilaku hidup bersih dan sehat seharusnya bisa dijadikan pijakan kuat menghadapi potensi wabah penyakit.

Ia mencontohkan, penduduk di Taiwan terbiasa memakai masker untuk mengantisipasi polusi udara. Masyarakat Indonesia juga perlu diberi pemahaman terus menerus bahwa pemakaian masker juga punya tujuan positif untuk kesehatan seseorang.

Dulu etika batuk dan flu belum ada. Berbeda dengan di luar negeri, orang yang merasa tidak enak badan akan memakai masker untuk melindungi diri dan orang lain di sekitarnya.

"Jangan jadikan 3M menjadi beban. Tapi lihat manfaatnya untuk jangka panjang. Perubahan perilaku tidak hanya untuk mencegah Covid-19 tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan," ucapnya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo Covid-19 mengatakan, Covid-19 adalah ancaman penyakit berbahaya yang dapat menimbulkan kematian bagi kelompok rentan yakni lansia dan pemilik penyakit penyerta (komorbid) seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan penyakit paru. Apabila terpapar Covid-19 maka risikonya sangat tinggi. Angka kematian kelompok rentan ini mencapai 80-85 %.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta mematuhi protokol kesehatan. Termasuk ketika vaksin diberikan pun tidak serta merta bebas tanpa masker, tetap harus gunakan masker. Sebab Vaksin tidak menghentikan Covid-19.

"Covid-19 akan ada terus sepanjang waktu sampai kapan hanya Tuhan Maha Kuasa yang mengetahuinya," ucapnya.

Belum ada satu pun ahli di dunia ini yang bisa memprediksi kapan Covid-19 akan berakhir.

"Yang bisa mencegah penularan Covid-19 adalah pahlawan yang menyelamatkan lebih banyak jiwa manusia," imbuhnya.

Kepatuhan ini tambahnya, tidak bisa dilakukan dengan sendirian tapi harus bersama-sama dan perlu ada kesepakatan. Hanya satu orang disiplin saja tidak cukup, ketika di sekelilingnya tidak disiplin.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Persiapan Komprehensif Pemerintah untuk Vaksinasi COVID-19

Skema distribusi memanfaatkan kehandalan digitalisasi data. Pemerintah menunjuk dua BUMN, PT Telkom Indonesia dan PT Bio Farma (Persero) untuk menjalankannya.

KESEHATAN | 2 Desember 2020

Doni Monardo: Dengan Bahasa Daerah, Masyarakat Akan Pahami Covid-19 Bak Malaikat Pencabut Nyawa

Penjelasan tentang Covid-19 harus disampaikan secara sederhana dan mudah sehingga bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

KESEHATAN | 1 Desember 2020

Agar Mudah Dipahami, Protokol Kesehatan Diterjemahkan ke 77 Bahasa Daerah

Pesan 3M disampaikan ke dalam bahasa daerah yang paling dekat dengan masyarakat.

KESEHATAN | 1 Desember 2020

Pekan Ini, Jumlah Kabupaten/Kota Zona Merah Bertambah 2 Kali Lipat

Jumlah daerah yang berada di zona hijau pun semakin menipis.

KESEHATAN | 1 Desember 2020

Satgas Covid-19: Kasus di Kepri Naik 2 Kali Lipat

Jawa Timur masih bertahan menjadi provinsi dengan kasus tertinggi dalam dua pekan terakhir.

KESEHATAN | 1 Desember 2020

Bertambah 5.092, Total Kasus Covid-19 Jadi 543.975 Orang

Adapun kasus total kasus akif mencapai 72.015 orang atau 13,2%.

KESEHATAN | 1 Desember 2020

Satgas Waspadai Kasus Aktif Covid-19 yang Meningkat

Dua minggu lalu, kasus aktif tercatat 12,78%, tetapi minggu lalu mencapai 13,41%.

KESEHATAN | 1 Desember 2020

Kasus Covid-19 Meningkat, Pandu Riono: Jangan Saling Menyalahkan

Seharusnya, dengan rencana manajemen modern, Indonesia sebenarnya bisa mengendalikan pandemi.

KESEHATAN | 30 November 2020

Selama Pandemi, 5.100 Ibu Hamil Positif HIV

Infeksi baru HIV terutama muncul pada ibu rumah tangga dan sebagian besar bisa dideteksi lebih dini pada saat kehamilan.

KESEHATAN | 30 November 2020

Kemkes: Selama Pandemi, Banyak yang Takut Tes HIV

Di sisi lain kegiatan aktif untuk melakukan tes pada populasi kunci dan pemeriksaan HIV di luar fasilitas kesehatan agak terbatas.

KESEHATAN | 30 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS