RS Dituntut Inovatif di Tengah Disrupsi Efek Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.203 (12.46)   |   COMPOSITE 6241.8 (96.72)   |   DBX 1333.51 (-4.33)   |   I-GRADE 179.858 (4.62)   |   IDX30 503.524 (12.19)   |   IDX80 135.789 (3.05)   |   IDXBUMN20 398.467 (11.15)   |   IDXESGL 139.553 (2.87)   |   IDXG30 143.497 (2.32)   |   IDXHIDIV20 443.737 (10.85)   |   IDXQ30 144.387 (3.38)   |   IDXSMC-COM 295.459 (3.14)   |   IDXSMC-LIQ 360.139 (5.51)   |   IDXV30 133.969 (2.79)   |   INFOBANK15 1035.98 (42.34)   |   Investor33 433.033 (11.5)   |   ISSI 183.362 (0.39)   |   JII 631.454 (-0.28)   |   JII70 222.641 (0.54)   |   KOMPAS100 1216.23 (23.8)   |   LQ45 944.747 (22.97)   |   MBX 1692.89 (31.73)   |   MNC36 320.866 (7.93)   |   PEFINDO25 330.28 (-1.79)   |   SMInfra18 307.272 (6.07)   |   SRI-KEHATI 367.359 (11)   |  

RS Dituntut Inovatif di Tengah Disrupsi Efek Covid-19

Minggu, 29 November 2020 | 13:57 WIB
Oleh : Dina Manafe / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Rumah sakit (RS) adalah salah satu sektor yang ikut terdampak ketika Covid-19 masuk ke Indonesia. Pandemi ini mempercepat proses disrupsi layanan kesehatan di RS. RS dituntut beradaptasi melalui berbagai inovasi dan kebijakan agar tetap bertahan dengan memanfaatkan disrupsi sebagai peluang.

Bicara disrupsi sebenarnya bukan isu baru. Direktur Keuangan dan SIRS RS Metropolitan Medical Center (RS MMC) Jakarta, Dani Indrawan mengatakan, disrupsi muncul sejak 1997 pertama kali diperkenalkan oleh Prof Clayton Christensen, Guru Besar Universitas Harvard Business School dalam bukunya berjudul The Innovator Dilemma. Buku ini membahas terkait persaingan di bidang bisnis.

Pada saat itu muncul perusahaan besar kemudian kalah oleh perusahaan kecil. Kecil dalam arti sumber dana dan sumber daya yang tersedia sangat terbatas. Tetapi kemudian perusahaan besar itu dapat dikalahkan. Penyebabnya ternyata perusahaan tersebut melakukan banyak perubahan termasuk dalam hal bisnis proses dan segi perilaku. Disrupsi tidak hanya mengenai sektor keuangan, tetapi masuk ke semua bidang termasuk pelayanan kesehatan.

“Di bidang pelayanan kesehatan, efek disrupsi akan sangat terasa ke depan di mana pelayanan kesehatan akan membentuk suatu ekosistem yang merupakan kolaborasi bersama dari semua pihak yang saling berkaitan membentuk suatu integrasi dengan basisnya digital,” kata Dani pada seminar daring bertemakan “Sistem Pelayanan Kesehatan Rujukan Covid-19 di Era Adaptasi Kebiasaan Baru”, Sabtu (28/11/2020).

Dani mengatakan, semua yang berkaitan dengan sektor kesehatan mulai dari industri farmasi, penyedia jaminan kesehatan atau asuransi, alat kesehatan, pemerintah, dokter, dan lain-lainnya saling terkait dan semua akan membentuk suatu ekosistem. Sampai suatu waktu nanti ketika pasien berobat tidak lagi ke puskesmas atau RS, tetapi cukup masuk dalam sebuah bilik yang bisa diakses dengan mudah. Saat keluar dari bilik ini pasien bisa langsung melihat atau mendapat hasil peneriksaan atau resumenya secara langsung. Kalau sampai ini terjadi, menurut Dani, sebagai rumah sakit harus segera lakukan langkah antisipasi.

Di 2016, Harvard Business Review pernah melakukan survei terhadap 2000 level eksekutif di 15 sektor industri. Hasilnya menunjukkan bahwa sektor yang paling cepat akan terdampak dari sisi digital dirupsi adalah bidang media. Termasuk media telekomunikasi. Kemudian sektor industri layanan kesehatan di urutan kedua yang juga terdampak.

Saat membuka Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) tahun 2018, Presiden Jokowi mengatakan sangat penting bagi sebuah RS untuk siap berkompetisi di era global. RS harus masuk dalam smart hospital dan juga pemimpinnya perlu memiliki jiwa hospital enterpreneurship.

Tak lama kemudian dampak digital disrupsi mulai dirasakan di Indonesia di mana banyak bermunculan perusahaan terkait healthtech, seperti Halodoc, Alodoc, Helo Sehat, dan lainnya. Mereka masuk kemudian mendisrupsi layanan farmasi.

Pada awal Januari 2020, PERSI kemudian mengeluarkan white paper yang berisi tentang kesiapan RS menghadapi era digital menuju smart hospital 4.0. Tapi sayang, di bulan Maret Indonesia masuk masa pandemi Covid-19. Ini makin membuat RS hadapi banyak tantangan dan tekanan. Selain tekanan dari sisi disrupsi digital, juga dirupsi dari efek Covid-19 itu sendiri. Dampak Covid-19 sangat terasa bagi RS, terlihat dari penurunan jumlah kunjungan baik rawat inap maupun rawat jalan. Jam praktek dokter juga banyak berkurang seiring dengan kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan agar RS dan dokter membatasi jam praktik. Terutama yang berusia di atas 65 tahun dan memiliki riwayat penyakit kormobid.

Dampak lainnya, meningkatnya biaya biaya, terutama biaya terkait dengan penanggulangan Covid-19. Utilisasi peralatan investasi menurun. Dampaknya tentu kepada cash flow RS. Tidak hanya itu, produktifitas kinerja juga menurun apalagi kalau RS itu banyak tenaga kesehatannya yang terinfeksi Covid-19. Kemudian adanya anggapan masyarakat bahwa RS tidak aman karena menjadi tempat penyebaran Covid-19.

RS MMC yang berada di kawasan Rasuna Said Kuningan tak luput dari efek disrupsi Covid-19 ini. Memiliki 700 karyawan, saat efek disrupsi Covid-19 masuk pertama kali MMC langsung menghadapi masa masa sibuk.

“Kami rapat siang malam. Bahkan di level direksi itu bisa kapan saja meeting dadakan, Yang kami lakukan adalah melakukan listing dan identifikasi potensi masalah. Kemudian mencegah dengan meminta seluruh sumber daya RS mulai dari pejabat pelaksana teknis kegiatan, K3, pelayanan medis, IT, humas, SDM, dan keuangan untuk bersiap diri,” kata Dani.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Klaim Layanan Covid-19 Masih Hadapi Banyak Kasus Dispute

Pertambahan klaim dispute pada bulan Agustus dan September meningkat.

KESEHATAN | 29 November 2020

Asupan Pangan Penting dalam Proses Pemulihan Pasien Covid-19

Tanggung jawab menjalankan protokol kesehatan berada dalam diri kita sendiri.

KESEHATAN | 28 November 2020

5 Tips Mudah Cegah Penularan Virus di Transportasi Publik

Kebersihan dan layanan transportasi publik tetap terjaga di tengah pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 28 November 2020

Tips Perawatan Kulit di Masa Pandemi Covid-19

Penggunaan skin care yang tepat sangat membantu merawat kondisi kulit di masa pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 28 November 2020

Update Covid-19: Tambah 5.418, Kasus Positif di Indonesia Jadi 527.999

Sedangkan kasus sembuh bertambah 4.527 sehingga total menjadi 441.983 dan kasus meninggal bertambah 125, total menjadi 16.646.

KESEHATAN | 28 November 2020

Pentingnya Konsumsi Suplemen untuk Optimalkan Imun Tubuh

Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh memiliki fungsi sangat sentral dalam pertahanan tubuh manusia.

KESEHATAN | 28 November 2020

Romo Benny: Patuhi Protokol Kesehatan

Romo Benny mengimbau pemerintah, swasta dan masyarakat untuk bergotong royong mematuhi protokol kesehatan Covid-19,

KESEHATAN | 27 November 2020

Stok Darah Turun 50 Persen Selama Pandemi Covid-19

Pada masa pandemi Covid-19 stok darah di PMI menipis dan menurun hingga 50 persen.

KESEHATAN | 27 November 2020

Virus Covid-19 Tidak Menular Lewat Darah

Palang Merah Indonesia (PMI) memastikan donor darah di masa pandemi Covid-19 tergolong aman.

KESEHATAN | 27 November 2020

Efikasi Vaksin Covid-19 Diharapkan di Atas 50 Persen

Hingga saat ini uji klinik fase 3 vaksin Covid-19 yaitu vaksin Sinovac memasuki tahap monitoring terhadap subyek yang sudah diimunisasi.

KESEHATAN | 27 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS