Efikasi Vaksin Covid-19 Diharapkan di Atas 50 Persen
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-5.74)   |   COMPOSITE 6258.57 (-58.69)   |   DBX 1209.79 (-1.83)   |   I-GRADE 185.201 (-1.45)   |   IDX30 531.719 (-6.42)   |   IDX80 142.034 (-1.32)   |   IDXBUMN20 420.424 (-6.01)   |   IDXESGL 146.593 (-1.22)   |   IDXG30 145.132 (-1.33)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-4.52)   |   IDXQ30 151.699 (-1.63)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-3.12)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-2.78)   |   IDXV30 142.342 (-1.69)   |   INFOBANK15 1078.54 (-18.41)   |   Investor33 455.425 (-4.73)   |   ISSI 183.228 (-0.94)   |   JII 646.305 (-1.61)   |   JII70 225.666 (-0.69)   |   KOMPAS100 1262.11 (-10.68)   |   LQ45 987.949 (-11.56)   |   MBX 1725.55 (-18.29)   |   MNC36 336.055 (-3.59)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.14)   |   SMInfra18 316.891 (-1.07)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-4.55)   |  

Efikasi Vaksin Covid-19 Diharapkan di Atas 50 Persen

Jumat, 27 November 2020 | 20:46 WIB
Oleh : Dina Manafe / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Hingga saat ini uji klinik fase 3 vaksin Covid-19 yaitu vaksin Sinovac memasuki tahap monitoring terhadap subyek yang sudah diimunisasi. Proses ini untuk memastikan aspek keamanan terutama efikasinya. Diharapkan efikasinya di atas 50% sesuai saran World Health Organization (WHO) untuk mendapatkan persetujuan emergency use authorization (EUA) dari Badan POM.

Dihubungi Beritasatu.com, Jumat (27/11/2020) malam, Kepala Lembaga Biomolekuler Eijkman, Prof Amin Soebandrio mengatakan, menurut WHO selama efikasinya minimum 50% ke atas masih dapat diterima. Artinya, orang yang divaksinasi lebih unggul dibandingkan yang tidak divaksinasi perbedaannya minimum di atas 50%.

“Lebih bagus lagi kalau perbedaannya yang sekarang ini diklaim di atas 90%. Misalnya vaksin dari Pfizer dan Moderna diklaim 90%. Tetapi ini baru klaimnya, belum pengumuman resmi dari Badan POM. Selain itu harus ada rekomendasi WHO, sekarang belum karena belum ada yang selesai uji klinik fase 3,” kata Amin.

Amin juga mengatakan, dari semua vaksin Covid-19 yang tengah dikembangkan di berbagai negara belum diketahui satu pun berapa lama antibodi terbentuk di dalam tubuh setelah seseorang mendapatkan imunisasi. Karena sampai sekarang pengujiannya masih beberapa bulan sehingga belum ada informasi lengkap soal kekebalan atau antibodi yang dihasilkan dari vaksin ini.

“Untuk mengetahui antibodi yang dihasilkan itu, setelah enam bulan (uji klinik) kemudian orang yang mendapat vaksinasi diikuti terus sampai setahun misalnya sampai dua tahun,” kata Amin.

Namun menurut Amin, uji klinik vaksin Covid-19 dikawal dan dijamin sejak awal oleh Badan POM. Oleh karena itu vaksin yang dihasilkan tentu akan memenuhi aspek mutu, keamanan dan khasiat. Karenanya ia mengimbau masyarakat untuk mau divaksinasi agar meningkatkan antibodi. Dengan meningkatnya antibodi diharapkan terciptanya herd immunity, sehingga bisa memutus rantai penularan.

Sistem Imun
Secara terpisah, Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro mengatakan, tubuh manusia memang memiliki sistem imun secara alamiah yang berfungsi melindungi tubuh dari serangan virus atau bakteri. Tapi sistem imun ini membutuhkan pengenalan terhadap jenis jenis kuman yang bisa menyebabkan penyakit. Sehingga apabila di kemudian hari virus atau bakteri masuk dalam tubuh, maka kita sudah siap melawan dan akhirnya dapat mencegah timbulnya penyakit tersebut.

“Tujuan utama vaksin membuat tubuh kenal lalu menjadi kebal terhadap penyakit. Jadi saat masuk dalam tubuh, prinsipnya pun sama, yaitu tubuh kita langsung mendeteksinya sebagai sebuah ancaman infeksi, maka tubuh akan membentuk sistem untuk membuat kekebalan tubuh atau antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit tersebut,” kata Reisa dalam dialog “Cara Kerja Vaksin” yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat.

Menurut Reisa, tubuh akan mengingat apa yang harus diwaspadai, sehingga jika ada virus, bakteri atau kuman penyebab penyakit yang masuk dapat dilawan. Satu lagi, vaksin untuk Covid-19 tentu dengan pengujian yang berlapis-lapis dan dipastikan aman untuk digunakan. Vaksin Covid-19 dapat dioptimalkan untuk mencegah penularan virus Covid-19.

Berbeda dengan obat yang diberikan setelah kita sakit, vaksin adalah upaya pencegahan sehingga diberikan pada saat sehat. Vaksin menciptakan sistem kekebalan tubuh secara spesifik atau khusus dan dapat melawan penyakit tertentu. Tapi perlu diingat bahwa vaksin bukan solusi total untuk menghilangkan virus. Datangnya vaksin Covid-19 bukan berarti pandemi langsung berakhir.

“Jadi tetap terapkan disiplin 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun. Tetap lindungi diri sendiri dan orang lain,” kata Reisa.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

GeNose, Pendeteksi Covid-19 Lewat Napas Mulai Diuji Coba di RS

GeNose diujicoba di 10 rumah sakit di berbagai kota di Pulau Jawa.

KESEHATAN | 27 November 2020

Mendagri: Hindari Klaster Covid-19 pada Pilkades 2020

Mendagri Tito Karnavian meminta agar pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada tahun 2020 ini harus bebas dari pembentukan klaster baru Covid-19.

KESEHATAN | 27 November 2020

Diam-diam Rizieq Tes Covid-19 Mandiri Tanpa Koordinasi Pemkot Bogor

Bima Arya meminta agar RS UMMI kembali mamfasilitasi dilakukan PCR tes ulang.

KESEHATAN | 27 November 2020

Jumlah Kematian Akibat Covid-19 Hari Ini Torehkan Rekor

Selain jumlah kasus harian, kasus kematian akibat Covid-19 juga menorehkan rekor hari ini, Jumat (27/11/2020) yaitu 169.

KESEHATAN | 27 November 2020

Angka Kematian Pria karena Covid-19 Lebih Tinggi dari Wanita

Satgas Penanganan Covid-19 Sumut menyatakan, angka kematian itu didominasi dari kalangan pria berusia 45 tahun ke atas.

KESEHATAN | 27 November 2020

Tambah 5.828, Kasus Baru Covid-19 Hari Ini Pecahkan Rekor

Penambahan harian kasus Covid-19 pada hari ini, Jumat (26/11/2020) memecahkan rekor baru yakni sebanyak 5.828.

KESEHATAN | 27 November 2020

Siloam Hospitals Labuan Bajo Raih Penghargaan dari BPJS Kesehatan Ende

Penghargaan diberikan sebagai wujud apresiasi atas kepatuhan badan usaha dalam melakukan pembayaran iuran program JKN-KIS.

KESEHATAN | 27 November 2020

28.000 Warga Binaan Jalani Tes Usap Covid-19

Tes usap massal ini dilakukan terhadap sekitar 28.000 warga binaan rutan dan lapas sejabodetabek.

KESEHATAN | 27 November 2020

Kabupaten/Kota dengan Kasus Aktif Covid-19 di Atas 1.000 Menurun

Dari 12 kabupaten/kota pada 18 Oktober 2020, menjadi sembilan kabupaten/kota pada 15 November 2020.

KESEHATAN | 27 November 2020

Kapasitas Infrastruktur Kesehatan Masih Perlu Ditingkatkan

Rata-rata jumlah tempat tidur di Indonesia adalah 1.16 dibanding 1000 populasi. Sementara rekomendasi WHO adalah 5 per 1000 penduduk.

KESEHATAN | 27 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS