28.000 Warga Binaan Jalani Tes Usap Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

28.000 Warga Binaan Jalani Tes Usap Covid-19

Jumat, 27 November 2020 | 08:01 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) menggelar tes usap atau swab test Covid-19 secara massal pada 26 November 2020 hingga 3 Desember 2020. Tak hanya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemkumham, tes usap massal ini juga dilakukan terhadap sekitar 28.000 warga binaan rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) di wilayah Jabodetabek.

Saat membuka pelaksanaan swab test tahap II bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Unit Utama Kemenkumham, ASN UPT Pemasyarakatan, serta warga binaan pemasyarakatan pada lapas dan rutan sejabodetabek, Kamis (26/11/2020), Menkumham, Yasonna H. Laoly menyatakan, tes usap massal ini merupakan bentuk ikhtiar dan gotong royong melawan penyebaran virus corona. Yasonna meminta seluruh jajaran Kemkumham memiliki komitmen yang sama dalam menghadapi pandemi ini.

"Menghadapi pandemi Covid-19 ini seperti world war with the invisible enemy, perang dunia dengan musuh tak kasat mata. Saya sebagai Menkumham mengajak seluruh jajaran untuk membangun komitmen, merapatkan barisan, menyamakan frekuensi, dan mengedepankan kolaborasi serta gotong royong dalam menyelesaikan persoalan pandemi Covid-19. Sehingga tidak meluas dan dapat segera berakhir penyebarannya," kata Yasonna dalam keterangannya.

Pelaksanaan tes usap massal ini merupakan yang kedua kalinya digelar oleh Kemkumham. Tes tahap I dan pembagian masker kepada ASN Kemkumham Unit Utama dan Kanwil Kemkumham DKI Jakarta sebelumnya digelar pada 3-6 November lalu.

Sebanyak 34.000 alat tes disiapkan dalam tes usap massal yang merupakan kerja sama antara tim medis Persatuan Tenaga Kesehatan (Pernakes) Kemkumham dengan tim medis dari beberapa perusahaan penyedia jasa layanan kesehatan. Dari jumlah itu, porsi terbanyak diperuntukkan bagi tes usap kepada warga binaan pemasyarakatan lapas/rutan sejabodetabek, yakni 28.133 alat usap. Sebanyak 3.084 alat tes lainnya diperuntukkan bagi pegawai UPT Pemasyarakatan di Jabodetabek. Sementara sejumlah 2.819 sisanya diperuntukkan bagi pegawai Kemkumham pusat.

Yasonna mengatakan, warga binaan menjadi target tes usap masal karena dinilai sebagai kelompok paling rentan terpapar virus corona. Selain itu, tes usap massal dengan prioritas warga binaan merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap seluruh warga negara.

"Warga binaan merupakan bagian dari warga negara Indonesia dimana mereka juga memiliki hak untuk diperhatikan oleh negara. Swab tes merupakan implementasi dari pelaksanaan hak asasi manusia," kata Yasonna.

Yasonna menjelaskan interaksi yang terjadi di rutan maupun lapas sangat tinggi. Selain antara warga binaan itu sendiri, interaksi juga terjadi antara warga binaan dan sipir atau petugas serta antara warga binaan dengan masyarakat luar, khususnya keluarga yang menjenguk. Interaksi yang tinggi tersebut membuat lingkungan rutan berisiko terjadinya penyebaran virus corona. Hal ini lantaran tak tertutup kemungkinan terdapat salah satu pihak yang tidak terdeteksi atau OTG berinteraksi di lingkungan rutan atau lapas.

“Walaupun seluruh rutan dan lapas telah menerapkan SOP sesuai protokol kesehatan, tetapi penularan Covid-19 tidak bisa dicegah karena dia adalah musuh tak kasat mata," kata Yasonna.

Pelaksanaan swab test massal ini diapresiasi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Doni Monardo yang hadir pada kegiatan tersebut. Doni mengatakan, swab test massal ini telah sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk gencar melakukan pemeriksaan dan penelusuran secara agresif dan massif untuk memutus mata rantai penularan.

"Perkembangan menunjukkan bahwa peningkatan angka pasien di rumah sakit akan bisa mengakibatkan angka kematian dokter yang lebih tinggi. Jumlah pasien di RS paralel dengan risiko dokter. Ini yang harus kita lindungi karena jumlah dokter kita terbatas. Dokter tidak boleh lagi menjadi ujung tombak, tetapi benteng terakhir bangsa kita. Kita yang lainnya yang harus menjadi ujung tombak dan Kemkumham hari ini telah menjadi ujung tombak untuk memutus mata rantai penyebaran," kata Doni.

Swab test tersebut merupakan bagian dari serangkaian upaya pencegahan dan mitigasi risiko Covid-19 di Kemkumham. Selain pelaksanaan tes dan pembagian masker, Kemkumham juga menyiapkan data pelacakan ASN Kemkumham yang mempunyai gejala Covid-19 dan sebaran Covid-19 di lingkungan Kemkumham yang dapat diakses secara bebas di portal covid19.kemenkumham.go.id.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kabupaten/Kota dengan Kasus Aktif Covid-19 di Atas 1.000 Menurun

Dari 12 kabupaten/kota pada 18 Oktober 2020, menjadi sembilan kabupaten/kota pada 15 November 2020.

KESEHATAN | 27 November 2020

Kapasitas Infrastruktur Kesehatan Masih Perlu Ditingkatkan

Rata-rata jumlah tempat tidur di Indonesia adalah 1.16 dibanding 1000 populasi. Sementara rekomendasi WHO adalah 5 per 1000 penduduk.

KESEHATAN | 27 November 2020

Pemerintah Relaksasi Perizinan Sektor Kesehatan

Relaksasi perizinan sudah dimulai dengan relaksasi pembukaan fakultas kedokteran (FK) untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter di seluruh daerah.

KESEHATAN | 27 November 2020

Mayoritas Provinsi Prioritas Alami Penurunan Kasus Positif Covid-19

Ada 7 provinsi yang mendapat apresiasi karena cukup baik mengalami perkembangan karena terjadi penurunan penambahan kasus positif.

KESEHATAN | 26 November 2020

Kenali Aneka Manfaat Tanaman Asli Indonesia

Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat kaya akan tanaman obat unggulan.

KESEHATAN | 26 November 2020

Badan POM: Khasiat Vaksin Sinovac Sejauh Ini Menggembirakan

Aspek efikasi atau khasiat dilihat dari hasil analisis imunogenisitas.

KESEHATAN | 26 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.917, Kasus Positif di Indonesia Jadi 516.753

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.917 selama 24 jam terakhir sampai Kamis (26/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia 516.753.

KESEHATAN | 26 November 2020

Epidemiolog UGM: Kegiatan Berpotensi Kerumunan Harus Dilarang

Menurut Epidemiologi UGM, Riris Andono Ahmad, melihat penambahan kasus terjadi, pemerintah harus terus melarang kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

KESEHATAN | 26 November 2020

Iuran JKN Kemungkinan Naik Lagi, Besarannya Masih Dikaji

Penentuan kelas standar ini tentu mempengaruhi besaran iuran JKN, sehingga perlu dihitung ulang.

KESEHATAN | 26 November 2020

Kematian Pasien Covid-19 yang Komorbid Diabetes Sangat Tinggi

Diabetes menempati urutan kedua setelah hipertensi sebagai penyebab keparahan dan kematian pasien Covid-19.

KESEHATAN | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS