Mayoritas Provinsi Prioritas Alami Penurunan Kasus Positif Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Mayoritas Provinsi Prioritas Alami Penurunan Kasus Positif Covid-19

Kamis, 26 November 2020 | 22:35 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Perkembangan penanganan kasus Covid-19 pada 13 provinsi prioritas terlihat mayoritasnya mengalami penurunan dalam kasus positif. Namun, Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan, dari hasil pantauan kurun 9 - 15 November dibandingkan 16 - 22 November 2020, masih terdapat provinsi yang mengalami kenaikan pada kasus positif.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut ada 7 provinsi yang mendapat apresiasi karena cukup baik mengalami perkembangan karena terjadi penurunan penambahan kasus positif. Ketujuh provinsi tersebut adalah Papua mengalami penurunan tertinggi sebesar 73,8%. Disusul Jawa Tengah turun 31,2%, Jawa Barat turun 19,6%, Kalimantan Timur 9,8%, Bali turun 8,4%, Sumatera Barat turun 7,6% dan Aceh turun 6,7%.

"Perkembangan kasus positif terus bervariasi dalam penurunan dan kenaikannya. Per 22 November 2020, terdapat 7 provinsi mengalami penurunan dan 6 provinsi mengalami peningkatan kasus positif," kata Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Meskipun jumlah provinsi yang mengalami penurunan lebih banyak dari jumlah provinsi yang mengalami kenaikan, namun perlu diwaspadai jumlah kenaikan kasus positif yang cukup tinggi. Riau mengalami kenaikan tertinggi sebesar 139,4%. Diikuti Jawa Timur naik 44,4%, DKI Jakarta 23,9%, Sulawesi Selatan naik 18,8%, Kalimantan Selatan naik 10,4% dan Sumatera Utara naik 9%.

"Hal ini menunjukkan, meskipun jumlah provinsi yang mengalami kenaikan lebih sedikit, namun persentase kenaikan tertingginya dua kali lipat dibandingkan persentase provinsi dengan penurunan tertingginya," terang Wiku Adisasmito.

Ia meminta penanganan serius pada 3 provinsi prioritas yakni Riau (139,4%), Jawa Timur (44,4%) dan DKI Jakarta (23,9%) yang berada di urutan teratas dengan tren kenaikan kasus positif tertinggi. Penanganan pada 3 provinsi tersebut harus difokuskan dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

Wiku kembali mengingatkan penetapan provinsi prioritas dari 10 provinsi pada Juli lalu, dan menjadi 13 provinsi pada awal November, harusnya menjadi acuan bagi setiap provinsi dapat memperbaiki penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Padahal waktu yang cukup lama ini seharusnya dimanfaatkan dengan baik untuk menekan kasus dan bukan menjadi lengah sehingga berdampak pada kenaikan kasus positif. "Pemerintah daerah provinsi prioritas yang belum kunjung baik penanganan Covid-19 sampai saat ini, mohon membaca data dan jadikan data sebagai acuan untuk mengambil keputusan sesuai arahan Presiden Joko Widodo," tegas Wiku Adisasmito.

Dalam penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing, Wiku mengajak untuk belajar dari provinsi-provinsi yang konsisten menurunkan kasus aktif selama 4 minggu berturut-turut yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat, Riau dan Kalimantan Timur. "Akan tetapi konsistensi ini perlu pengendalian yang lebih masif. Sehingga tidak hanya menghasilkan penurunan yang konsisten, tetapi juga signifikan," ungkap Wiku Adisasmito.

Dalam grafik tren kasus aktif, Jawa Tengah mendapat perhatian. Karena provinsi ini menunjukkan peningkatan kasus aktif setiap minggunya. Dari data, pada awal November, Jawa Tengah sempat memiliki kasus aktif 12,19 persen. Namun pekan ini, meningkat drastis hingga mencapai 20,70 persen. "Mohon, agar betul-betul diperhatikan penyebab utama kenaikan kasus aktif ini. Jadikan momen ini, sebagai momen untuk menurunkan angka kematian dengan memastikan kasus aktif yang ada sembuh seluruhnya," pesan Wiku.

Wiku meminta Pemda jangan lengah dan aparat penegak hukum setempat untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan oleh masyarakat. Pemda provinsi prioritas juga diminta untuk memprioritaskan penanganan Covid-19 kabupaten/kota yang menyumbang terbesar dalam peningkatan kasus positif.

Dimulai dari Aceh yaitu Kota Banda Aceh (Aceh) sebanyak 28,43% dari total kasus, Kota Medan (Sumatera Utara) sebanyak 47,74%, Kota Padang (Sumatera Barat) sebanyak 55,55%, Kota Pekanbaru (Riau) sebanyak 52,18%, Jakarta Timur (DKI Jakarta) sebanyak 18,92%, Kota Bekasi (Jawa Barat) sebanyak 18,5%, Kota Semarang (Jawa Tengah) sebanyak 25,38%, Kota Surabaya (Jawa Timur) sebanyak 28,32%, Kota Denpasar (Bali) sebanyak 27,54%, Kota Banjarmasin (Kalimantan Selatan) sebanyak 24,97%, Kota Samarinda (Kalimantan Timur) sebanyak 29,99%, Kota Makassar (Sulawesi Selatan) sebanyak 46,37%. Terakhir Kota Jayapura (Papua) sebanyak 47,66% dari total kasus.

"Saya tekankan, setiap daerah harus belajar dan meningkatkan kemampuan dalam melihat situasi dan kondisi. Terutama pimpinan daerah dan masyarakatnya dari kota-kota besar di atas untuk berkolaborasi dalam menurunkan laju penularan,” papar Wiku Adisasmito.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kenali Aneka Manfaat Tanaman Asli Indonesia

Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat kaya akan tanaman obat unggulan.

KESEHATAN | 26 November 2020

Badan POM: Khasiat Vaksin Sinovac Sejauh Ini Menggembirakan

Aspek efikasi atau khasiat dilihat dari hasil analisis imunogenisitas.

KESEHATAN | 26 November 2020

Update Covid-19: Tambah 4.917, Kasus Positif di Indonesia Jadi 516.753

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 4.917 selama 24 jam terakhir sampai Kamis (26/11/2020) siang WIB. Total kasus Covid-19 di Indonesia 516.753.

KESEHATAN | 26 November 2020

Epidemiolog UGM: Kegiatan Berpotensi Kerumunan Harus Dilarang

Menurut Epidemiologi UGM, Riris Andono Ahmad, melihat penambahan kasus terjadi, pemerintah harus terus melarang kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

KESEHATAN | 26 November 2020

Iuran JKN Kemungkinan Naik Lagi, Besarannya Masih Dikaji

Penentuan kelas standar ini tentu mempengaruhi besaran iuran JKN, sehingga perlu dihitung ulang.

KESEHATAN | 26 November 2020

Kematian Pasien Covid-19 yang Komorbid Diabetes Sangat Tinggi

Diabetes menempati urutan kedua setelah hipertensi sebagai penyebab keparahan dan kematian pasien Covid-19.

KESEHATAN | 25 November 2020

Untuk Kebutuhan Vaksinasi, Anggaran Kesehatan Ditambah Jadi Rp 97,26 T

Saat ini penyerapan anggaran di sektor kesehatan sudah mencapai Rp 36,69 triliun atau 40,81 persen dari pagu anggaran.

KESEHATAN | 25 November 2020

Kasus Covid-19 Pecah Rekor, DKI Jakarta dan Jateng Penyumbang Terbanyak

Adapun penambahan kasus baru di DKI Jakarta tercatat sebanyak 1.273. Lalu diikuti Jawa Tengah sebanyak 1.008.

KESEHATAN | 25 November 2020

Adaptasi Kebiasaan 3M Terkendala Rendahnya Kedisplinan

Adaptasi kebiasaan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau 3M masih terkendala akibat rendahnya kedisplinan.

KESEHATAN | 25 November 2020

Tambah 5.534, Kasus Baru Covid-19 Hari Ini Pecahkan Rekor

Jumlah kasus harian hari ini memecahkan rekor sebelumnya yakni sebanyak 5.444 pada 13 November lalu.

KESEHATAN | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS